This article is in English and Indonesian.
Episode Details
On Saturday, 03 August 2024, Weekly Midnight Radio aired its 50th episode, with a guest star, youlevme, a Twitch streamer. You can check out more details about him on his Twitch channel, YouTube channel, or Twitter/X page. The duration for this episode is 04:55:20, starting at 09:00 PM and ending at 01:56 AM. Prior to the live session, an announcement was made on Twitter on Thursday, mentioning the guest star themselves, youlevme.
Tune in to Weekly Midnight Radio - Ep 50, Sat (03/08), 09 pm (GMT+7) on https://t.co/wZkDXcTzq8 and https://t.co/JyBSyVfKtu, with the next Guest Star, @youlevme. Get to know more about Lev, his streaming journey, & some trivia in the end. Thank u :) pic.twitter.com/QJPac4ehdw
— Adli • Variety Streamer • Translator (@Adli_HM) August 1, 2024
Contributors
Music Playlist
If you’d like to re-listen to the playlist from this episode, you can do so by playing this embedded playlist from Spotify below. In this episode, people who requested songs are echicuu, mazkunnnn, ALOXR, zgcnos16, tototaroe, and JoongTan.
Questioners
In this episode, people who use Twitch’s channel points to ask questions are echicuu, le_mase, ryokumaryo, zgcnos16, tototaroe, Dadaaaaang, peterwongso, bakaborn.
Dadaaaaang
Financial Supporters
During this episode, some people supported me financially, and those people are: cidux99, yhmirr, and syazeraw.
Transcripts
Episode Transcript
00:00:04 - Host: Disiarkan langsung dari Payakumbuh, Sumatera Barat, Indonesia. Inilah Weekly Midnight Radio.
00:00:10 - Host: Broadcasted live from Payakumbuh, West Sumatra, Indonesia. This is Weekly Midnight Radio.
00:00:16 - Host: Halo, selamat malam, selamat datang di Weekly Midnight Radio episode ke-50.
00:00:21 - Host: Sebentar. Kameraku geser ke sini.
00:00:28 - Host: Yap. Selamat malam, selamat datang di Weekly Midnight Radio episode ke-50.
00:00:33 - Host: Kita tadi baru saja mendengarkan satu lagu, ada Yura Yunita dengan Mulai Langkahmu, selaku lagu pembuka kita pada episode ke-50 dari Weekly Midnight Radio.
00:00:44 - Host: Sebentar. Tiba-tiba lupa apa yang mau disampaikan.
00:00:50 - Host: Selamat malam, selamat datang. Oke.
00:00:56 - Host: Selamat malam, selamat datang. Seperti biasa kita nanti akan ada sesi bincang-bincang dengan bintang tamu kita.
00:01:02 - Host: Dan pada malam hari ini bintang tamunya ialah seorang streamer di Twitch dengan username YouLevMe.
00:01:08 - Host: Bintang tamu ke-44 dari Weekly Midnight Radio.
00:01:12 - Host: Dan seperti biasa, nanti selaku penonton atau pendengar bisa ikut berkontribusi atau berpartisipasi aktif.
00:01:18 - Host: Bisa menggunakan channel poinnya. 369 channel poin kalau mau ngobrol langsung dengan bintang tamu kita pada malam hari ini, YouLevMe, via audio.
00:01:30 - Host: Kalau misalnya mau bertanya via teks juga bisa di chat room. 99 saja channel poinnya per pertanyaan.
00:01:38 - Host: Kemudian kalau mau request lagu juga bisa. Asalkan lagunya ada di Spotify, bisa gunakan channel poinnya juga. 189 channel poin saja.
00:01:48 - Host: Terus kalau misalnya ingin tetap mengikuti diskusi tapi mungkin tidak bisa mendengarkan dengan baik pada saat ini, bisa menggunakan fitur caption.
00:01:58 - Host: Karena di Twitch ada fitur close caption dan tersedia dalam bahasa Indonesia. Sudah dibantu dengan bantuan Google.
00:02:05 - Host: Kemudian kalau misalnya pengen mendengarkan episode-episode sebelumnya dari Weekly Midnight Radio, sekarang kan sudah sampai di episode 50 ya.
00:02:14 - Host: Kalau mau mendengarkan episode-episode sebelumnya dari episode 1 hingga episode ke-49, bisa dicari di Google, Weekly Midnight Radio atau WMR.
00:02:24 - Host: Nanti akan ketemu di beragam platform. Ada di Twitch, ada di YouTube, ada di Spotify, ada di Amazon Music, ada di Apple Music, ada di Noice.
00:02:34 - Host: Dan lain sebagainya. Itu saja sepertinya. Ya betul.
00:02:37 - Host: Sebenarnya ada plan mau dibikin dalam bentuk artikel juga dalam situs resminya wmr.justadli.page, tapi sampai sekarang belum kesampaian.
00:02:47 - Host: Dari segi waktu dan semacamnya. Jadi belum ada.
00:02:52 - Host: Tapi di segala platform sudah tersedia dalam bentuk video dan dalam bentuk audio.
00:02:58 - Host: Itu saja sepertinya. Apalagi yang mau disampaikan? Tidak ada.
00:03:01 - Host: Itu saja. Terima kasih telah mendengarkan sesi pembukaan dari Weekly Midnight Radio.
00:03:06 - Host: By the way, selamat malam. Ada Eja di awal sekali, terus ada Rio Kumario. Selamat datang, selamat malam.
00:03:14 - Host: What else am I going to say ya? That's all practically. You can use English or Indonesian if you wanted to ask or any question.
00:03:20 - Host: Or actually requesting any song as long as it's available on Spotify.
00:03:25 - Host: That's all. Aku tidak ada yang mau disampaikan lagi dan saat-saatnya sudah cukup.
00:03:29 - Host: Biar tidak panjang-panjang dan mungkin aku bisa siap-siap dengan bintang tamu kita pada malam hari ini, YouLevMe.
00:03:36 - Host: Kita akan lanjut ke mendengarkan dua lagu terlebih dahulu ya.
00:03:39 - Host: Setelah ini ada Supernova dari Aespa. Kemudian ada Genie dari Girl's Generation.
00:03:45 - Host: Setelah itu kita akan lanjutkan ke segmen pertama. Bincang-bincang dengan bintang tamu kita pada malam hari ini, YouLevMe.
00:03:55 - Host: Biar tidak panjang-panjang, selamat mendengarkan dua lagu.
00:04:00 - Host: Welcome back to Weekly Midnight Radio episode 50. Selamat datang kembali di Weekly Midnight Radio episode ke-50.
00:04:07 - Host: Aduh ya Allah lidahku. Kita tadi baru saja mendengarkan dua lagu, ada Supernova dari Aespa.
00:04:14 - Host: Kemudian satu lagi ada Rocket Man, I think it's going to be a long, long time dari Elton John.
00:04:24 - Host: Direquest oleh Echichu. Ini dikomentari oleh Rio Kumario, lagu openingnya lelap.
00:04:29 - Host: Sepertinya bintang tamu kita pada malam hari ini kalau mulai streaming sepertinya menggunakan lagu ini sebagai opening.
00:04:37 - Host: Saya pribadi sebenarnya belum pernah ketemu stream Lev, Lev, ya LevMe, Levio.
00:04:44 - Host: Ketika di opening, jadi aku kayaknya belum bisa berkomentar. Semoga memang bisa mengingatkan kembali para penonton atau para pendengar ke channel Levio, dan bagaimana Levio mengawali sesi streamingnya.
00:04:57 - Host: Anyway ada satu request lagi sebenarnya Semakin dari D'Masiv, tapi akan kita putarkan nanti ya, setelah di segmen pertama ini.
00:05:05 - Host: Panggil dia Levio, lelep, kadang Ujang. Ujang? Baik. Nanti di segmen pertama kita akan ada sesi perkenalan. Jadi akan kita tanyakan nanti ya.
00:05:14 - Host: George? Baik. Oke George.
00:05:18 - Host: Anyway, selamat malam, selamat datang. Tadi ada siapa lagi ya? Tadi ada Echichu, kemudian tadi ada Morgan 93, ada Peter Wongso juga. Banyak ya panggilannya.
00:05:31 - Host: Anyway, saya mau ngomong apa ya? Ya kira-kira itu saja sepertinya.
00:05:38 - Host: Bintang tamu kita pada malam hari ini sudah bisa dilihat di atas saya. YouLevMe sudah muncul PNG-nya di atas. Berarti bintang tamunya sudah sedia, sudah ready di atas.
00:05:47 - Host: Tapi sebelum kita masuk ke segmen pertama, kita akan menyaksikan satu kompilasi dari belasan klip.
00:05:55 - Host: LevMe ini sebenarnya seorang streamer yang sudah lama sekali streaming di Twitch. Dan saya sudah lama kayaknya tahu channel LevMe.
00:06:06 - Host: Kemudian karena memang variety streamer juga, agak mirip-mirip dengan saya kira-kira main gamenya banyak. Jadi ada banyak kira-kira momen-momen yang kayaknya menarik.
00:06:15 - Host: Sebenarnya ada beberapa momen yang lebih sus lagi, tapi karena terlalu sus dan kayaknya terlalu frontal, jadi aku tidak jadi masukan. Jika tertarik boleh dicek di sini.
00:06:33 - Host: Eh bukan, salah. Salah. Bisa dicek di sini ya. Kalau misalnya mau cek klip-klip yang lainnya, karena ada banyak klip-klip yang agak-agak suspicious dan terlalu frontal jadi aku tidak jadi masukan.
00:06:48 - Host: Anyway ada kira-kira belasan. Dan mungkin dengan menonton klip-klip berikut ini, bagi para penonton atau para pendengar WMR atau Weekly Midnight Radio, mungkin yang belum pernah bertemu dengan LevMe sebelumnya bisa mungkin dapat gambaran kira-kira channel LevMe itu biasanya seperti apa dan biasanya membawakan dirinya seperti apa.
00:07:08 - Host: Atau mungkin bagi para penonton yang mungkin sudah sering berkenalan dengan LevMe atau tahu dengan channel LevMe, bisa teringatkan kembali ke momen-momen di masa lalunya dari tiga dua tahun hingga beberapa bulan-bulan yang lalu. Oke. Cukup kepanjangan ngomong ya.
00:07:24 - Host: Mari selamat menyaksikan klip-klip berikut ini.
00:07:30 - Guest: Keluar kamu cucunguk! Kenapa ditutup?
00:07:35 - Guest: I also wanna cute man, how about that Ara? Take that!
00:07:42 - Guest: My name is YouLevMe and I am an astronaut who usually play retro games, but today we're not playing retro games. We're Mariachi! Hey! Arriba! Ole! Thank you for the wonderful Mariachi Kiki for you know, welcoming the raiders.
00:08:07 - Guest: Sesungguhnya lebih baik jatuh cinta dan patah hati, daripada tak pernah mengenal cinta. Itu saya. Pantesan buat gimmick doang.
00:08:33 - Guest: Nada kita, kita voice act dulu ya, menjadi, menjadi Mrs. Banana. Ih!
00:08:39 - Guest: Eh, jangan, jangan di-play! Woy! Rusuh! Bacot! Bacot itu siapa? Itu siapa? Ambruk anjing, ambruk! Mati gue, mati!
00:09:00 - Guest: Buset ya, orang kagak ngerti-ngerti. Dibilangin ada emulator, emulator! Pak Haji, emulator Pak Haji! Ini gara-gara game emulator, emulator! Bener ini mah. Ya Allah. Kayak Mandra gua lama-lama, marah-marah mulu. Sakit, emang semua orang bikin sakit.
00:09:28 - Guest: Kulup, kulup, kulup, kulup. Wah, gua berkomunikasi nih. Kulup, kulup, kulup, kulup. Kulup, kulup, kulup. Dibalas sama dia! Kulup! Bener guys. Wah, bahasa Turki ternyata. Wah, ternyata kulup-kulup itu bahasa Turki.
00:09:52 - Guest: Jauh bro, ini kita perjalanan, road trip ini. Hahaha!
00:10:07 - Guest: Langsung kita keluarkan, ability kita. Woah, I am fish and fish and me. Woy, lihat teman-teman! I'm flying! I'm flying! Ah, mati!
00:10:34 - Guest: Yah, eh ada de, ada tangga, ada tangga. Naik, naik, naik, clear. Nah, gini kan gak ada yang bisa nyamperin gua. Hahaha. Anjing kayak gini mah. Eh, bro! Ambruk anjing! Ambruk! Mati gue! Mati!
00:11:04 - Guest: Baru main lagi langsung dibombardir sama banyak musuh anjing. Apaan nih, apaan sih? Langsung ini lagi gitu, oh nggak. Huf. Hah? Hah?
00:11:36 - Guest: Sejak kapan, ya? Sejak kapan God of War menjadi troll game, anjing? Hahaha. Ini aing main God of War apa Cat Mario sih?
00:11:57 - Guest: Seribu followers, kita main Valo.
00:12:02 - Guest: If you get 1K no! I will do this dance if I got 2K followers. How about that? If I do like 1K followers, dikit lagi anjing. Hahaha.
00:12:17 - Host: Hah, baik. Sebentar saya masukkan suara LevMe ya, mungkin agak terkekeh-kekeh sendiri orangnya di belakang.
00:12:25 - Host: Yap, kita sudah menyaksikan belasan klip dari channelnya YouLevMe. Dan semoga bisa memberikan gambaran bagaimana multi talentanya seorang streamer dengan username YouLevMe di Twitch Indonesia.
00:12:38 - Host: Dari segala macam gombalan, dari segala macam tingkah laku anehnya, dan juga segala janji Valorant serta dance di 2K followersnya.
00:12:46 - Host: Apakah akan ditepati? Kita lihat.
00:12:48 - Guest: Hahaha.
00:12:51 - Host: Baik. Sudah ada pertanyaan sebenarnya dari viewer, tapi seperti biasa sebelum masuk ke pertanyaan kita perkenalan dulu ya. Sebentar.
00:13:00 - Host: Kita ganti scene sebentar. So ya, selamat malam, selamat datang sekali lagi kepada para penonton atau para pendengar Weekly Midnight Radio episode ke-50.
00:13:10 - Host: Tadi saya mau apa ya sebelum masuk ke LevMe? Oh iya, mau mengingatkan bagi para penonton atau para pendengar kalau mau bertanya silakan gunakan channel poinnya, 99 via text di chat room atau 369 kalau mau ngobrol langsung via audio.
00:13:28 - Host: Atau kalau mau request lagu silakan gunakan channel poinnya juga. 189 channel poin saja asalkan lagunya ada di Spotify.
00:13:40 - Host: Sepertinya yang ini sefrekuensi sama host kita, tebakan saya. Enggak tahu ya. I don't know, tapi kayaknya kita sama-sama enggak suka Valorant. Betul kan ya? Anda tidak pernah main Valorant kan?
00:13:52 - Guest: Betul, mm, betul.
00:13:54 - Host: Jadi saya juga tidak akan pernah kayaknya seumur hidup. Anyway, sebelum kita ngobrol lebih lanjut lagi dengan LevMe, kita akan masuk ke segmen pertama ya. Get to Know More About YouLevMe.
00:14:07 - Host: Bintang tamu kita pada episode ke-50. Bintang tamu ke-44 dari Weekly Midnight Radio. Halo-halo.
00:14:13 - Guest: Halo, halo.
00:14:14 - Host: Sudah banyak sekali. Hahaha.
00:14:17 - Host: Baik, seperti biasa akan dibagi atas tiga segmen nanti. Di segmen pertama ada Introduction serta Sneak Peek terlebih dahulu. Jadi kita akan berkenalan terlebih dahulu di awal, terus kulit-kulitnya dulu.
00:14:29 - Host: Nanti di segmen kedua akan ada cerita di balik kisah streaming LevMe selama ini karena sudah 3 tahun, berarti sudah sepuh kan ya di platform ungu ini.
00:14:38 - Guest: Oh, enggak, enggak.
00:14:41 - Host: Atau kata si Rio tadi mana ya?
00:14:44 - Guest: Enggak, enggak. Rio enggak ngomong apa-apa, Dli. Udah, Dli.
00:14:48 - Host: Ada loh ini, Also Known As Streamer Tua. Astaghfirullah.
00:14:53 - Guest: Enggak, masih muda. Masih muda dan bugar gue tuh.
00:14:56 - Host: Ya, baik. Kita lanjut. Gitu. Ya baik.
00:15:00 - Host: Dan nanti di segmen ketiga ada Trivia dan Closing Mark. Itu saja sepertinya. Baik, mumpung masih di awal, sebelum berlama-lama, mari kita masuk ke segmen pertama, Introduction and Sneak Peek of Guest Star.
00:15:14 - Host: Boleh LevMe, aku mau minta tolong kenalan dulu dong. Username-nya, panggilannya. Tadi ada banyak panggilan kayaknya. Area tempat tinggal, umur, dan kesibukan kalau mau sekalian.
00:15:25 - Guest: Oh, boleh, boleh, boleh. Halo semuanya! Selamat datang Adli Lovers. Nama penontonnya apa nih? Biasanya, Dli? Nama penonton lu?
00:15:34 - Host: Wisher, sih.
00:15:35 - Guest: Wisher, ya? Halo, Wisher. Nama gue YouLevMe. Bisa dipanggil Levio, dipanggil Vio, dipanggil John, sama George juga boleh banget sebetulnya.
00:15:48 - Host: Oke.
00:15:49 - Guest: Living area-nya, gue tinggal di suatu tempat yang gak jauh beda sama apa, ya? Sama Gotham, ya. Yaitu Depok.
00:16:04 - Host: Oh, aku pikir Medan.
00:16:06 - Guest: Enggak, Depok. Depok tuh another Gotham juga tuh, Dli, tuh, aneh juga tuh. Kalau age ya, old enough lah. Old enough, 20-an ke atas.
00:16:19 - Guest: Terus, what do you usually do? Berarti kesibukan. Kesibukan IRL nih, berarti, Dli? Apa gimana nih?
00:16:26 - Host: Iya, kesibukan IRL.
00:16:28 - Guest: Kesibukan IRL gue sih, selain streaming, gak ada sih. Saya juga pengangguran sebetulnya. Kadang kuliah. Kalau lagi ada kuliah, karena belum kelar-kelar juga.
00:16:42 - Guest: Kadang ke toko kaset, kalau lagi pengen. Kan gue demen musik, jadi kadang-kadang main-main ke toko kaset.
00:16:51 - Guest: Kadang diem aja di rumah seharian, bermimpi aja bermimpi. Gitu sih.
00:16:56 - Host: Oke. Mimpi adalah kunci ya.
00:16:58 - Guest: Mimpi adalah kunci, betul sekali. Kalau kata Giring Nidji.
00:17:05 - Host: Oke. Kuliah? Kuliah, kuliah juga Dli. Sayangnya masih kuliah.
00:17:14 - Host: S1? S1? Masih S1?
00:17:17 - Guest: Masih S1. Ya ampun. Masih muda gue, masih baru kuliah tahun lalu. Masih muda banget.
00:17:23 - Host: Lu nggak bohong ini kan ya?
00:17:25 - Guest: Nggak, tapi gue kuliah beneran, gue kuliah. Tapi S1.
00:17:30 - Host: Emang muka, kenapa?
00:17:32 - Host: Kan pernah face reveal ya? Apalagi pas beberapa kali kayak ada sesi ulang tahun, kan itu ada sesi face reveal ya.
00:17:42 - Guest: Emang kenapa dengan muka gue Dli?
00:17:44 - Host: Nggak sih, sebenarnya gue pikirin kayak kita tuh seumuran. Earth sign di atas 25 tapi di bawah 30.
00:17:51 - Guest: Mmm, ya 25-an lah.
00:17:53 - Host: But you are S1. S1 Dli. Nggak kelar-kelar aja, nggak kelar-kelar.
00:18:01 - Guest: Kuliahnya per season-season sebetulnya nih. Hahaha.
00:18:04 - Host: Oke. Ini by the way kalau misalnya mau baca komentar boleh ya Lev ya. Kayak tadi, aku sebenarnya gak nangkap ini. Apakah ini inside joke ya?
00:18:12 - Host: Apa? "Halo aku adalah barang bekas". What do you mean? What does it mean?
00:18:16 - Guest: Barang bekas itu baru dua hari yang lalu, gue selama tiga tahun tuh Dli sebetulnya nggak pernah ada nama panggilan penonton.
00:18:24 - Guest: Dan gue nggak mau nyebutnya penonton karena kayak lenong bocah tau nggak lu? Kayak, "Eh penonton", gitu kan nggak enak ya. Jadi gue tuh harus ada... panggilannya.
00:18:33 - Guest: Nah baru kemarin kita nobatkan nama penonton kita, "Leftovers". Sisaan. Dari wordplay "Lev", nama gue, terus ya udah "Leftovers" gitu. Dan mereka setuju. Jadi sisaan.
00:18:48 - Guest: Dibagi dua nih Dli, ada sisaan biasa sama sisaan elit. Sisaan elit itu VIP. Hahaha.
00:18:57 - Guest: Ya gitulah temen-temen gambarannya streaming saya ya.
00:19:03 - Host: Sebenarnya aku juga gak dipanggil Wisher karena aku, aku nama channel poin ku sih Wishes ya, dan aku biasanya pake Wisher semua.
00:19:12 - Host: Gitu aja tapi aku nggak ada yang bilang Wisher juga, aku biasanya bilang kayak guys, teman-teman, atau yang datang, gitu doang.
00:19:20 - Host: Kenapa orang-orang mau dipanggil Leftover?
00:19:22 - Guest: Nah, gue juga mempertanyakan, Dli. Kenapa mereka mau dipanggil barang bekas? Atau sisaan.
00:19:27 - Host: Anda itu kan astronot ya?
00:19:30 - Guest: Iya betul. Tapi yah semakin ke sini astronotnya semakin hilang sih pesonanya Dli.
00:19:37 - Guest: Karena gue nggak pernah ngomong-ngomongin apa ya, yang di luar angkasa. Gua juga nggak ngerti hal-hal itu.
00:19:44 - Guest: Tapi for some reason karakter saya astronot dan udah keburu terjun duluan sih. Maksudnya udah keburu nyemplung duluan jadi astronot, ya udahlah emang udah jadi branding-an gue gitu.
00:19:59 - Host: Oke. Nggak ya? Gak ada SJP sahabat joget The Wisher nggak ada ya?
00:20:03 - Guest: Wah itu tuh bagus tuh.
00:20:05 - Host: Nggak ya, nggak ya, nggak ya, saya tidak akan menerima. Astaga.
00:20:12 - Host: Hah, Ariba. Baik. Sudah ada pertanyaan dari viewer tapi kayaknya aku tanya satu lagi ya sebelum masuk ke pertanyaan dari viewer.
00:20:21 - Host: Apakah arti dari YouLevMe, apakah ini sebenarnya ketika bikin username ini mau bikin plesetan dari You Love Me?
00:20:30 - Guest: Sebetulnya bisa jadi kayak double meaning gitu. Tapi aslinya itu sebatas zaman gue SMA. Itu tuh lagi naik-naiknya atau lagi tenar-tenarnya dengan second account, Dli.
00:20:51 - Guest: Jadi orang-orang tuh, iya, alt account buat galau-galau yang mereka lah. Gitu. Terus gue akhirnya pada saat itu emang dalam kondisi lagi galau, ditinggalin pacar.
00:21:03 - Guest: Jadi langsung apa ya nama alt account gua yang gue banget. Wah aku sering ditinggali gitu. Ya gitulah anak-anak SMA lah gitu.
00:21:12 - Guest: "Oh aku, aku sering ditinggali, ya udah aku YouLevMe ajalah karena namaku Lev" gitu. Katrok sih, katrok, jujur katrok.
00:21:20 - Guest: Tapi akhirnya pun kayak YouLevMe itu bentuk kata yang... dari kecil pernah mengalami hal-hal... maksudnya ditinggali oleh keluarga atau ditinggali oleh teman segala macam.
00:21:35 - Guest: Nah justru itu yang membentuk gue sebagai ya ini, si Levio ini gitu loh. Ngerti gak sih lu?
00:21:42 - Guest: Jadi kata-kata YouLevMe itu bisa diinterpretasi ke hal buruk atau hal baik. Gitu.
00:21:47 - Host: Oke. Ini sekalian curhat colongan ya?
00:21:50 - Guest: Curhat colongan. Betul, karena emang itu cukup personal gitu lho. Maksudnya itu cukup personal dan ya ga mau nyentuh ke arah situ, tapi ya umumnya begitulah. Arti umumnya begitu.
00:22:02 - Host: Oh, oke. Sok dalamlah Dli, sok dalam saja biar kelihatan intelektual.
00:22:08 - Guest: Enggak apa-apa, artinya bagus kok. Aku jujur, aku enggak kepikiran bahwa artinya itu "you left me".
00:22:15 - Guest: Aku tadi kepikiran itu kayak main ke "love". Kayak si Echi tadi kan bilang ya di atas. Apa tadi kata si Echi ya? "You love me, I love you" apa-apa gitu.
00:22:25 - Host: Iya betul, "you love me, I love you". Aku pikir arahnya ke sana.
00:22:31 - Guest: Tenang, kali ini para leftover tidak left you.
00:22:35 - Host: Oke, siapa tuh? Lemase.
00:22:39 - Guest: Lemase. Lemase ini partner gue Dli, dia teman IRL gue juga. Jadi dia yang tahu gue bangetlah, ih anjir gitu.
00:22:48 - Host: Iya, karena ada beberapa kali momen kamu kayak di-raid orang pas lagi ulang tahun, aku kayaknya mampir pas itu. Terus saban hari juga pernah kan ya?
00:22:58 - Guest: Heem, iya. Karena memang dia yang tadi gue bilang pas kita lagi off-cam. Kan dia gue ada acara radio namanya Sisi Dengar. Nah, gue siaran sama dia.
00:23:10 - Host: Hmm, sekali sebulan kan ya?
00:23:13 - Guest: Sekali sebulan kalau lagi bisa dua-duanya.
00:23:18 - Host: Oke gitu-gitu. Ya sudah enggak apa-apa. Ada komentar lagi, "Makes sense, bahkan bisa dibilang cukup catchy bukan sih? Kayak zaman-zaman itu juga ada yang menyebut 'Urbae' dan lain-lain".
00:23:28 - Host: Betul jujur, dia bilang "you left me" itu dari "left" itu kayak aku "Oh, ternyata dalam juga ya artinya tanpa disadari".
00:23:38 - Guest: Iya. Ini juga sih, kita menyinggung sedikit ke K-Pop ya karena tadi lo nyetel lagu aespa juga. Salah satu yang men-trigger gue bikin nama kayak gitu sebetulnya G-Dragon.
00:23:51 - Guest: G-Dragon itu nama akun aslinya di Instagram, dia kan punya dua akun. Akun buat dia sebagai artis sama akun yang dia personal, yang digembok sebetulnya. Orang enggak tahu.
00:24:03 - Host: Dia punya dua akun?
00:24:05 - Guest: Iya, dia punya dua akun. Namanya peaceminusone. Oh iya aku pernah dengar. Itu, sekarang jadi brand, jadi brand dia. Nah itu dari situlah gue nyontek-nyontek "Oh iya keren nih" gitu.
00:24:18 - Host: Oh, ini ngomong-ngomong kamu K-Pop apakah suka YG?
00:24:22 - Guest: Wah! Saya, nama tengah saya adalah YG.
00:24:27 - Host: Serius? Suka banget Dli. Suka banget sama K-Pop parah, sama YG apalagi.
00:24:32 - Guest: Jinjja? Jinjja-yo! Nah, kenapa kita Korea tiba-tiba?
00:24:38 - Host: Apakah sampai sekarang ngikutin kayak konser dkk atau beli album juga?
00:24:43 - Guest: No, udah enggak. Karena yang saya suka kan Big Bang ya kan. Big Bang sekarang kan sudah... Lihat GD sekarang sih lebih ke selebgram ya dibanding dia musisi, karena kebanyakan postingan iklan dia.
00:25:01 - Host: Betul. Dan iya, YG dan Big Bang sih basically ya kacau balau sih kalau mau... Kacau balau setelah Burning Sun gitu-gitu kan ya? Sudah, simpel kata. Aduh kasihan sekali. Anda VIP?
00:25:16 - Guest: VIP berat sampai nonton konsernya Dli gue.
00:25:19 - Host: Oh, tapi punya banyak album?
00:25:22 - Guest: Album banyakin dijual-jual karena kakak yang beli, jadi gue sukanya bareng kakak gue gitu. Kakak yang beli biasanya kan saya tidak punya uang, jadi dia aja yang beli. Gue lihat-lihat "Oh iya keren-keren albumnya" udah gitu.
00:25:36 - Host: Oh oke, tergiring dari kakak?
00:25:38 - Guest: Heem, gue sering tergiring Dli dari kakak Dli. Dulu Cina-Cinaan juga.
00:25:44 - Host: Cina? Iya, zaman-zaman F4, F-se, F-se.
00:25:48 - Guest: Oh aku enggak sampai ke sana. Aku sampai ke SHE dan Fahrenheit doang, enggak sampai ke F4.
00:25:56 - Host: F4 tuh sampai hafal gue membernya; Jerry Yan, siapa lagi satu lagi namanya kok gue jadi lupa? Gue enggak ingat ya? F4, F4 Meteor Garden, Meteor Garden.
00:26:09 - Guest: Ingat itunya ingat, tapi aku enggak ingat membernya.
00:26:12 - Host: Vic Zhou betul, Vic Zhou sama Vanness Wu kalau enggak salah. Iya-iya, bayi. Masa iya orang Cina namanya Vanness Wu, anjir.
00:26:22 - Guest: Temanku F4 iya, 5566 iya. Siapa itu? Wah 5566 old school juga tuh. Oh, aku tidak tahu.
00:26:33 - Host: Anyway, karena sudah selesai bagian ini, habis kan penjelasan mengenai "youlevme"?
00:26:39 - Guest: Betul, udah. Aman.
00:26:41 - Host: Oke, kita masuk ke pertanyaan dari viewer ya. Ada satu pertanyaan dari viewer Echi-chu menanyakan, "Kak Lev, Kak Lev setelah melihat diri Kakak dari POV penonton, apakah ada perubahan yang akan terjadi di stream Kakak ke depannya?" tanya Echi.
00:27:01 - Guest: Sayangnya tidak. Sayangnya bakal terus di-embrace kayaknya sih karena enggak tahu ya Dli, gue merasa kayaknya kalau streaming itu gue ya jadi diri gue sendiri aja gitu Dli. Gue tuh nongkrong sama orang juga begitu, ketemu sama orang, aneh aja aneh.
00:27:21 - Guest: Jadi ya sudah, karena gue melihat reaksi teman-teman gue senang-senang aja gue gitu, ya sudah gue bawanya ke situ, bawa ke streaming nemu orang-orang itu lagi. Nemu orang-orang yang aneh juga, jadi ya sudah ayo kita saling aneh berkumpul aja. Jadi kayak X-Men kita, sama-sama mutan.
00:27:43 - Host: Sama-sama mutan gitu kita. Aduh Lelah. Siapa yang bilang lu aneh? Siapa yang bilang lu aneh? Bukan siapa yang bilang lu aneh.
00:27:54 - Guest: Lu, lu! Rio, lu, Nean, Lemase, Rio, banyak yang aneh-aneh Dli, enggak perlulah. Mereka memang jaim aja ini kalau di sini nih.
00:28:04 - Host: Sejujurnya aku beberapa kali mampir ke channel Levme memang ya begitulah ya. Jujur itu channel chat-nya si Levme itu kan ramai ya basically yang nonton Levme, bisa kira-kira belasan sampai ke 20-an ke atas. Dan kalau misalnya mampir, kalau misalnya di chat room itu ramai, riuh sekali.
00:28:28 - Guest: Jadi ya baik. Iya-iya begitulah, begitulah. Kalau Echi-chu sih enggak aneh, anak baik banget dan super seiso.
00:28:38 - Guest: Gue kan good-good boy. Boong! Boong! Boong! Echi sebelum siaran ini, aku habis ngobrol sama Echi, aneh ngomongnya aneh Dli. Memang sok jual mahal aja nih orang-orang di sini nih, memang kacau nih para bekas-bekas ini nih, para sisa-sisa ini memang kacau.
00:29:00 - Host: BTW kamu bilang bekasan, do you know bekasan is a... Apa? Is an animal? Bekantan?
00:29:10 - Guest: Oh iya, bekantan. Plesetan dia. Aduh mohon maaf, aku yang salah ternyata, mohon maaf. Lucu dia, kacau nih orang.
00:29:20 - Host: Kita lanjut, kita lanjut, kita lanjut. Bekantan aduh. Sorry, sorry aku tadi aku pikir bekasan itu nama hewannya ternyata bekantan, sorry, sorry, sorry. Kalau nama tempat namanya Bekasi, ya.
00:29:33 - Host: What? Tuh kan siapa tuh? Aduh ya Allah masih di awal, masih di awal, masih 40 menit ini kita.
00:29:40 - Host: Baik mumpung belum ada pertanyaan lagi dari viewer, kita lanjut kalau begitu. Kenapa pilih Twitch untuk streaming Levme? Lalu sejak kapan mulai streaming di Twitch? Kan sudah sepuh ya?
00:29:53 - Guest: Iya, enggak sepuh lagilah, ada yang lebih sepuh Dli, banyak banget yang lebih sepuh. Yang gue ngobrol ya, itu banyak yang dari zaman-zaman namanya bukan Twitch pun udah ada yang streaming pada saat itu orang Indonesia tapi ya udah jaranglah gitu. Udah enggak pernah kayaknya streaming orang-orang itu.
00:30:17 - Guest: Nah gue, why do you start streaming? Karena kayaknya mostly orang-orang di sini alasannya sama yaitu karena COVID. Gabut pas COVID, ya kan, punya komputer terus memang dari dulu gue itu suka sama yang perkontenan-perkontenan gini.
00:30:38 - Guest: Jadi dari dulu tuh gue kalau nge-YouTube, kalau nonton YouTube suka nonton yang gaming-gaming gitulah tapi mereka gaming channel tapi enggak fokus ke game-nya kadang-kadang. Jadi fokus ke lawakannya, lebih fokus ke lucu-lucuannya. Ada dulu namanya Inside Gaming dari Machinima, zaman dulu banget tuh Machinima.
00:31:02 - Host: Oh aku enggak tahu.
00:31:04 - Guest: Enggak tahu ya? Zaman dulu tuh ada Machinima tuh kayak ininya lah agensinya gitu Inside Gaming. Terus gue suka PewDiePie juga, PewDiePie kan selain reaksinya lucu dia kan juga lawakannya lucu ya menurut gue gitu.
00:31:20 - Guest: Gue senang sama lawakan-lawakan dia jadi itu gitu. Plus siaran gue dulu Dli pas kuliah. Jadi pas COVID kan enggak bisa siaran karena enggak bisa ketemu kan di ininya, di studionya. Ya sudah karena gue gatal mau ngomong, gatal mau berkreasi, ya sudah gue tumpahin aja di streaming.
00:31:42 - Guest: Dan Twitch karena enggak tahu ya dulu YouTube gue merasa bukan tempat yang cocok untuk streaming sih dan kebetulan gue ketemunya orang-orangnya kebanyakan di Twitch aja gitu. Gue merasa gitu.
00:31:58 - Host: Betul, YouTube kan memang bawaannya konten duluan ya baru ke live beberapa tahun terakhir.
00:32:05 - Guest: Betul betul, offline ya offline konten. Betul. Ini kamu bilang siaran, siaran radio? TV?
00:32:11 - Guest: Siaran radio kampus dulu di kampus gue.
00:32:15 - Host: Oh, sudah berpengalaman sejak lama ternyata. Enggak berpengalaman-berpengalaman juga, tapi maksudnya ya adalah, ada percik-percik begitunya.
00:32:25 - Host: Anak itukah, anak organisasi? Iya gila penyiar kampus, that's actually something yang aku sejujurnya sangat-sangat iri. Aku juga ingin punya karier dan masuk ke sana tapi tidak jadi.
00:32:41 - Guest: Nah, kenapa tuh Dli? Kenapa enggak jadi Dli?
00:32:44 - Host: Enggak tahu somehow aku tidak tahu masuknya ke mana dan daftarnya ke mana. Bukannya kalau misalnya mau daftar begituan mesti kayak ada background dulu?
00:32:55 - Guest: Hmm, karena gue sistemnya dari kampus, jadi gue kayak UKM gitu loh kayak apa sih namanya kalau gitu komunitas aja, komunitas di dalam kampus.
00:33:07 - Host: Kayak himpunan kan? Himpunan betul, iya kayak UKM tuh kayak himpunan tapi memang ada khusus buat radio. Jadi gue ikut ya udah daftar. Oh lama?
00:33:19 - Guest: Sampai mereka-mereka lulus, sampai tahunan gue lulus. Lama berarti.
00:33:26 - Host: Oh oke, tapi pengalaman siaran cuma setahun doang waktu itu.
00:33:31 - Guest: Enggak apa-apa, setidaknya dengan kamu bisa ngomong jelas dan enggak ada kata-kata yang basically diulang-ulang gini... Iya aku enggak nyangka kamu punya background dulu penyiar radio, karena yang aku tahu ada penyiar radio satu lagi itu cuma Bang Bahamutlord888 itu kan penyiar RRI dulu.
00:33:55 - Guest: Oh ya? Bahamut? Wah respect! Seriusan?
00:34:00 - Host: Serius. Terus kamu yang bilang ini kamu termasuk ke UKM penyiar radio sih aku ya amazed ya, jujur pribadi.
00:34:08 - Guest: Wah banget penyiar. Di univ-ku juga ada UKM radio kayak yang dibilang Lemase tapi aku tidak ikut, enggak tahu somehow tidak tertarik.
00:34:19 - Host: Kenapa kenapa?
00:34:21 - Guest: Enggak tahu kenapa. Emang pada saat itu emang lagi enggak mau aktif-aktif banget organisasi atau gue cuma masuk di HIMA sih, di himpunan jurusan doang tapi enggak masuk ke yang lebih luas lagi.
00:34:35 - Host: Dulu gue introduction UKM gue Dli, mereka ngejanjiin gue jalan-jalan ke Bali, wah mereka lempar-lempar duit, terus wah gitu gokil gitu Dli introduction UKM gue tuh kayak "Wih..."
00:34:52 - Host: Yang lain tuh kan datang ya kan, terus ngomong "UKM kita kayak gini-gini" ngomong biasa doang. Kalau ini tuh heboh, ada yang sok-sok nge-vlog, ada yang tiba-tiba pakai baju pantai jadi kayak sok artis gitulah sret sret jalan. Jadi gue kayak merasa "Wah ini nyentrik banget nih UKM" gitu dan pas gue lihat "Oh radio" ya udah deh coba-coba
00:35:14 - Guest: Karena dulu emang enggak begitu intens dengerin radio tapi masa kecil tuh SD sempat intens dengerin radio lagi gitu. Pulang sekolah dengerin SK Radio dulu kalau tahu tuh.
00:35:28 - Host: Oh tahu, aku tahu nama tapi aku tidak pernah dengar SK Radio. Aku beberapa kali sering dengar radio Jakarta kok kayak apa sih I-Radio, kemudian kayak beberapa radio Jakarta lainnya kayak Gen FM, itu kan enak ya dengar penyiar yang begituan.
00:35:46 - Guest: Betul, iya mereka mah proper. SK Radio itu radio lawak yang ngisi itu Abdel dan Temon sebelum mereka ke TV mereka di situ dulu siaran. Gimmick-nya itu mereka baca berita, itu lucu banget Dli.
00:36:03 - Host: Wah gue senang dulu terbahak-bahak "Wah anjir gue pengen nih kayak gini" gitu.
00:36:10 - Guest: Oke terinspirasi. Tadi aku mau tanya apa lagi ya? Ini penjelasannya bagian ini sudah selesaika? Sejak kapannya dari awal COVID berarti 2022 awal?
00:36:20 - Host: 2021. 21? 21. COVID tuh bukannya 22? Enggak, COVID 2020 gue ingat sih soalnya pertama kali COVID landing di Depok. Landing?
00:36:34 - Host: Landing-nya di Depok nih, ya kan, gue lagi di Bandung Dli terancam enggak bisa pulang gue karena udah mau ditutup semua tuh kota.
00:36:44 - Guest: Gitu gue ingat. Kena COVID? Enggak, alhamdulillah. Pernah sakit-sakitan parah tapi ya kayaknya COVID sih itu tapi enggak kedeteksi COVID pada saat itu.
00:36:56 - Host: Oh oke, ternyata COVID 2020 aku pikir 2021-2022. 2020 Februari seingat gue awal-awalnya.
00:37:05 - Guest: Oh oke, apa lagi tadi mau tanyakan ya? Habiskah bagian ini? Habis. Ada yang mau dijelaskan kah? Tadi kan kayaknya aku potongnya, apakah ada yang mau dijelaskan bagian ini?
00:37:16 - Host: Sudah sih 2021 streaming, Twitch juga platform yang cocok untuk streaming karena gue merasa interaksinya banyak banget Dli dibanding YouTube.
00:37:28 - Host: Enggak tahu ya ini cara gue memandang platform aja tapi YouTube tuh gue melihatnya yang gue tonton jarang ada interaksi pada saat itu. Terus kalau Twitch kan real time enggak ada delay-nya. Jadi emang mestinya begitu, alhasil gue kebanyakan ngomong daripada main game.
00:37:51 - Guest: Game-nya jadinya telantar udah, guenya ngomong aja udah gitu.
00:37:57 - Host: Tadi ada komentar dari Tiff News sebenarnya makanya dia kalau stream mukadimah dulu 30 menit ini kebawa gara-gara kebiasaan penyiar.
00:38:08 - Guest: Bukan penyiar sih, MC dulu. MC apa lagi ya ampun formal informal? Informal sekali-dua kali waktu itu tapi sekali-dua kali lah adalah acara itu kan sering dragging Dli.
00:38:23 - Host: Kalau acara musik kan disetem-setem dulu gitarnya. Oh iya betul betul betul. Iya kan apalagi misalnya kalau dia bawa drum, nyetem dulu drumnya di dak dak dak gituin dulu, gue jadi ngomong dulu gitu jadi dragging-dragging-lah gitu dragging ya kebawa lah sampai sekarang.
00:38:43 - Guest: Termasuk itu kan ya, termasuk kayak yang lawakan garing-garing itu kan ya? Enggak serius loh, aku kan dulu di Padang basically dan di Padang itu ada event tahunan Pekan Raya Sumbar, Pekan Kesenian Sumatra Barat kalau tidak salah.
00:39:00 - Host: Eh bukan Pekan Kesenian Sumatra Barat itulah ya pokoknya intinya ada acara seni gitu lah.
00:39:04 - Host: Enggak sih, gue modal nekat aja.
00:39:07 - Guest: Biasanya kita tuh ada yang namanya riffing. Riffing tuh kita ngekomentarin siapa yang nonton kita.
00:39:13 - Guest: Jadi kalau ada yang aneh nih orang, kita komentarin. Misalnya rambutnya kribo, "Wah Bang, Kunto Aji Bang!" gitu, wahahaha gitu ketawa-ketawa, yang kayak gitu-gitu.
00:39:24 - Guest: Nanti kita komentarin siapa yang cuma lewat doang. Kalau misalnya lagi acara kan nih posisi kampus di tengah-tengah nih acaranya, kan suka ada yang lewat doang ada yang apa.
00:39:35 - Guest: Jadi kayak, "Eh Bang, ngapain di situ? Sinilah maju-maju" gitu-gitu, roasting-roasting penonton.
00:39:41 - Host: Oke, sudah terbiasa julid sejak dini ya? Betul, dari keluarga itu Dli. Keluarga gue juga gini semua.
00:39:48 - Host: Baik, sekarang langsung dibawa ke keluarga ya turunan. Turunan. Hah baik. Roasting apa modus Kak Lev? Hmm.
00:40:00 - Guest: Enggak cuy, enggak gua mah, enggak modus-modus gua mah. Gua mah baik orangnya, baik hati. Oke.
00:40:07 - Host: Ada komentar juga sebenarnya, wawancara Kang Batagor dulu enggak? Terus ada 30 menit pembuka, kalau gamenya kesusahan ujung-ujungnya yapping gamenya stay in the post.
00:40:18 - Host: Betul, jujur tadi pas melihat yang itu loh, yang GO Away itu pas melihat klipnya itu ya Allah ini orang kenapa kok kayaknya sial sekali di bagian ini. Kasihan.
00:40:31 - Guest: Ya gitulah yang di-highlight memang kebodohan aslinya Dli, memang Dli sebetulnya gue tuh. Wah ini juga sebenarnya keren-keren nih.
00:40:39 - Host: Tapi di sisi lain main game live streaming memang begitu sih momen-momen emas. Benar, benar Dli.
00:40:47 - Guest: Kalau yang bodoh tuh banyak yang ketawa tuh. Kalau yang keren didiemin biasanya Dli. Kacau ini. Betul, betul betul. Iya kan? Enggak ada reaksi, enggak ada reaksi tuh dibilang, "Eh kurang ajar ya kalian nih" gue bilang. Kurang ajar giliran gue keren enggak ada yang nonton anjir.
00:41:04 - Host: Heh begitu. Baik kita lanjut, ada pertanyaan dari viewer Lemase menanyakan, "Tanya ini Dli, kuping lu pernah kemasukan monyet enggak?" What do you mean? Like real? Pertanyaan bagus tuh.
00:41:18 - Guest: Like real? Lebih tepatnya paus Papua sih gue kemasukan pernah tuh. Wah lagi mancing ikan, set! Masuk paus Papua. Wah anjir gitu, "Waduh tolong-tolong" gitu selama 20 menit kayak gitu deh.
00:41:31 - Host: Wah ini dia bohong. Ya enggaklah Dli. Enggak enggak enggak, itu cuma bercanda-bercanda aja. Kalau misalnya lagi garing nih kita suka kasih pertanyaan-pertanyaan aneh aja kalau lagi nongkrong nih.
00:41:43 - Guest: Pertanyaan, "Lu pernah kasih makan kadal gitu? Lu pernah kasih makan-makan batu gitu?"
00:41:49 - Host: Saya orangnya mudah terombang-ambing Kak dan mudah terpengaruh. Jadi kalau misalnya Anda bilang iya, saya benar-benar berpikir bahwa iya, sampai saya cari paus Papua sebesar apa.
00:42:02 - Guest: Memang lagian paus Papua apa bedanya sama paus-paus yang lain ya? Kan enggak tahu ya, siapa tahu paus itu kecil kan ya? Siapa tahu masuk ke dalam lubang kalau kamu lagi berenang begitu kan, who knows ya?
00:42:15 - Host: Iya pace pace, namanya paus pace dari Papua soalnya Papua. Aduh ya Allah Lelah.
00:42:22 - Host: Ada komentar dari Echi-chu, "Tadi pertanyaanku sudah ya?" Sudah. Sudah Chi. Lemase semakin banyak dustanya di sini. Bilangin aneh orang-orang di sini nih, aneh.
00:42:33 - Host: Baik, tadi sudah ya pertanyaan Echi. Apakah mau menjawab lagi dari Levme atau cukup? Cukup sih Chi, Chi dengerin sih nanyain doang deh enggak dengerin, parah banget nih Pak. Nih Pak dikasih tahu nih Pak orangnya, nanya doang dia biar dibilang biar dibilang, kacau.
00:42:51 - Host: Aduh baiklah. Kita lanjut, ini pertanyaan aku terakhir di segmen ini ya. Biasanya streaming apa sajakah di Twitch? Apakah hanya main game single player saja atau juga terbuka ke sesi multiplayer?
00:43:05 - Guest: What do you usually stream on Twitch? Gua biasa main game retro, terus game-game single player mostly sih. Dan multiplayer jarang, hampir enggak pernah.
00:43:16 - Guest: Karena gue itu orangnya susah fokus ke beberapa hal Dli. Jadi gue harus fokus ke satu hal doang gitu.
00:43:24 - Guest: Makanya gue main single player aja tuh game enggak kelar-kelar Dli. Gimana gue main multiplayer gitu loh? Jadi gue fokusnya harus ngobrol sama orang yang gue collab-in, terus juga harus fokus sama gamenya, terus sama chat-nya.
00:43:40 - Guest: Jadi makin banyak tuh kerjanya, gue pusing kayak gitu. Jadi gue kalau mau multiplayer main di Discord aja sama teman-teman ngeramein, gitu biasa gitu sih.
00:43:52 - Guest: Biasa mainin game-game zaman dulu gue. Agak mirip ya kita basically.
00:43:57 - Host: Oh ya? Adli juga? Game lu rare juga sih Dli gue lihat-lihat. Maksudnya bukan game yang sering dimainin orang kayak misalnya Valorant atau misalnya main game apa atau main Resident Evil misalnya gitu.
00:44:11 - Guest: Bukan yang kayak gitu ya lu Dli? RE kan main ya tapi aku dulu main di Game Pass doang.
00:44:16 - Host: Maksudku kayak kamu, mostly main game single player daripada multiplayer. Oh iya-iya, single player. Enggak tahu lebih gampang aja kali. Apa?
00:44:26 - Host: Tadi komentar kamu teh, "Makanya gue tuh susah fokus ke collab yang sama siapa kemudian dengan baca komentar atau chat gimana."
00:44:36 - Host: Apakah ini juga alasan kenapa kalau misalnya ada Sisi Dengar itu biasanya chat-nya dibaca 30 menit kemudian? Kok presisi banget!
00:44:45 - Host: Enggak serius loh, kadang-kadang kan aku mampir ya ke channelmu kalau misalnya lagi ada Sisi Dengar karena kadang-kadang pengin request lagu. Kemudian aku ketik komennya kapan, kamu teh bacanya mungkin 30 atau 45 menit kemudian.
00:44:59 - Host: Kalau aku di sekarang collab kan aku bisa baca ya tapi belum aku baca keras karena kita ngomong kan.
00:45:06 - Guest: Heem, heem. Tapi kalau kamu di Sisi Dengar itu kadang-kadang aku kayak memperhatikan kamu ngomong apa, yapping apa, dan yang komentar sudah jauh sampai ke mana begitu. Apakah itu juga alasannya kenapa Sisi Dengar?
00:45:21 - Guest: Iya benar sekali. Karena dulu kalau siaran Dli, kita enggak fokus ke maksudnya pendengar tuh pasti ada sesinya sendiri di radio kan ya? Iya.
00:45:33 - Guest: Jadi kayak dulu pun siaran kayak kita ngomong panjang lebar terus udah, "Oh yuk kita lihat dulu komennya kayak gimana" gitu. Jadi kebawa mungkin sekarang tuh gitu.
00:45:44 - Guest: Jadi kalau siaran apalagi gue kalau sama Mas E ini, kita tuh dua-duanya sama-sama ngaco Dli. Kalau ngomong tuh enggak ada yang kalau lu kan gue udah mulai yapping banyak, lu bisa langsung fokus ke satu topik ini lagi kan gitu, lu lurusin lagi.
00:46:02 - Guest: Nah kita tuh enggak ada yang lurus berdua. Jadi wah asyik sendiri aja Dli. Itu yang kita bangun gitu loh suasananya. Betul, yang aku perhatikan sih gitu sih ya. Iya benar-benar, presisi lagi 30 menit anjir.
00:46:17 - Host: Terus ini ada komentar, "Seriusan Retro? Ada sefrekuensi gue nih." Iya serius, retro si Levme ini sebenarnya brandingnya Retro. Kalau misalnya ngecek di channel si Levme dan dia memang banyak main game retro.
00:46:31 - Host: Tadi juga di awal ada klip kan ya yang pixelated main Crash Bandicoot. Betul. Gue karena stop main game itu di zaman PS2 Dli.
00:46:42 - Guest: Oh PS3 dan yang lain-lainnya baru mainnya sekarang pas punya komputer. Jadi dulu tuh gue enggak punya komputer, gue enggak punya konsol, PS3 PS4 mahal kan ya?
00:46:56 - Guest: Jadi guenya ya keluarga pun ya gitulah ya, enggak mampu gitu belum mampu. Jadi ya sudahlah mainnya sampai PS1 PS2 udah sampai situ doang.
00:47:08 - Guest: Punya komputer, komputernya Mac 2014 di tahun 2020. Jadi gue udah Mac-nya enggak support banyak game, terus main game berat pun di Steam enggak bisa ya kan karena terlalu tua juga Mac-nya.
00:47:23 - Guest: Ya udah streamingnya pun bisanya cuma PS1 PS... eh PS1 doang. Makanya gue ya sudahlah brandingannya retro aja gitu. Karena toh gue suka game retro dan komputer gue juga enggak bisa ke game-game yang lebih dari PS1 gitu, makanya mainnya game retro.
00:47:43 - Host: Ini apakah ini alasannya kenapa klip-klip di yang jadul itu kualitasnya cuma 480p? Betul, betul!
00:47:51 - Guest: Oh serius? Betul, pakai namanya Mac Mini, Apple Mac Mini 2014. Wah itu Dli gue kesiksa banget gue. Tapi justru enggak tahu ya, dengan perangkat yang seadanya gue bisa senang-senang tuh.
00:48:07 - Guest: Gue kayak, "Wih bisa ya berarti ya dari hal sederhana tuh gue bisa senang-senang aja udah gitu loh" jadi enggak perlu yang enggak perlu yang heboh-heboh juga setup gue gitu. Sampai sekarang sudah ada perubahan kan ya?
00:48:21 - Guest: Komputer sekarang alhamdulillahnya dikasih juga sama sahabat baik gue lah gitu, dia yang support gue banget dikasih gitu. Oh, oke.
00:48:33 - Host: Oke, kita lanjut kalau begitu ada pertanyaan dari Rio Kumario, "What kind of games that can define yourself? Seperti game yang menggambarkan dirimu gitu." Wah, boleh dijawab tuh.
00:48:45 - Guest: Seperti game yang menggambarkan dirimu gitu. Bang Adli juga boleh jawab ini. Silakan. Kamu dulu ya. Eh lo juga boleh kalau mau silakan. Iya Levme dululah baru akulah. Lempar-lemparan gini gitu.
00:49:00 - Guest: Gue apa ya? Game yang mendefinisikan diri sendiri. Game PS2 apa tuh yang bola gede terus kita nempel-nempelin barang-barangnya sampai lebih gede lagi bolanya? Tahu enggak lu gamenya? Enggak tahu lu. Fak!
00:49:17 - Guest: Gue cari dulu, gue cari dulu. Kingdom Hearts? Katamari! Katamari Damacy! Oh ini ada kan baru baru remaster. Betul.
00:49:28 - Guest: Menurut gue gue ini kan mendefinisikan diri sendiri ya maksudnya kalau mendeskripsikan lu sebagai game kan. Iya betul, game gaput I see. Katamari karena anehnya itu gue merasa ini style-nya gue banget sih gitu loh.
00:49:44 - Guest: Gue main gitu tuh cekikikan sendiri Dli, kayak ih lucu banget lucu banget gitu, aneh banget. Ini kan tipikal-tipikal game yang silly-silly on-on gini kan ya tapi kan seru dan lucu ya.
00:49:57 - Guest: Nah itu, gue senang yang kayak gitu-gitu Dli terus warna-warni. Gue tuh suka sama warna yang nabrak-nabrak, makanya kontras.
00:50:06 - Guest: Iya, makanya gue logo gue kan hijau, ungu sama biru gitu jadi kayak nih kombinasi warna yang aneh gitu gue suka yang kayak gitu-gitu. Tapi entah kenapa aku tidak percaya dengan alasan barusan.
00:50:20 - Host: Kenapa tuh? Jujur aku kalau misalnya kadang-kadang ada media dari Twitter si Levme yang lewat, Levme kan kadang-kadang bikin schedule ya dan itu rapi, estetik. Kalau dibilang kayak nabrak kayaknya tidak.
00:50:34 - Guest: Oh kalau itu lebih ke belajar aja gue, belajar Photoshop kalau itu ya. Kalau mendesain yang kayak gitu-gitu gue serius, gue seriusin. Hmm oke.
00:50:44 - Guest: Tapi kalau yang bikin layout gitu loh, kayak overlay dkk. Iya overlay eh layout, overlay itu gue biasanya asal aja lah gitu makanya starting soon gue kan kayak gambar anak kecil kan kayak roket.
00:50:58 - Host: Tapi kan oke, enggak tahu deh gue sih merasanya kayak ya udahlah seadanya aja karena saya kan tidak bisa bayar orang juga, belajar animasi ya sendiri jadi gambar-gambar ya sendiri terus udah gitu. Oh jadi bagus deh buat tema gue.
00:51:14 - Guest: Oke, rasanya tadi aku ada yang mau dibilang sesuatu tapi tidak jadi. Apa tuh? Wih waduh!
00:51:24 - Host: Kita lanjut kalau begitu ada oh pertanyaan jawaban dari aku ya. Hmm iya lo gimana nih? Aku sebenarnya kalau ditanya game yang menggambarkan diriku aku mau jawab The Wreck.
00:51:36 - Host: Ada satu game dari Prancis tulisannya THE WRECK. Karakter siapa ya namanya? The Wreck iya The Wreck, Steam. Siapa ya nama karakternya?
00:51:50 - Host: Aku merasa pas aku main, aku dulu mainnya ini Junon. Junon ini karakternya menurutku aku banget di masa aku kan dulu basically aku cuma pakai laptop ya Lev dan mainnya itu via apa sih playtest privat, kemudian playtest full kemudian main lagi di stream.
00:52:12 - Host: Dan aku merasa diriku itu di-embodied di seperti si Junon karena dia punya banyak momen roller coaster baik dari segi depresi dkk sampai ke akhirnya, "Oh ternyata begini." Dan tipikal kalau iya kalau ditanya apa yang menggambarkan diriku kayaknya itu sih, The Wreck ya.
00:52:32 - Guest: Keren nih tapi ininya nih, visualnya. Karena di masa-masa ini dulu playtest aku juga di masa-masa itu jadi mengena jadinya ya. Betul. Kok ada yang dalam sekali jawabanku?
00:52:45 - Host: Segala enggak apa-apa Dli enggak apa-apa. Senang nih gue jawab-jawaban kayak gini nih, bagus nih The Wreck ini juga lucu nih keren nih. Iya begitu kira-kira. Begitulah ya untungnya banyak main game ini itu.
00:52:58 - Guest: Iya, itu bisa menurut gue game tuh ini agak cringy juga sih mungkin ya tapi gue merasa kita bisa kadang bisa belajar banyak hal dari game juga.
00:53:11 - Guest: Entah itu dia menceritakan misalnya perang dunia gitu, kan ya ada fiksi-fiksinya tapi kan mereka developer kadang-kadang nyomot-nyomot dikit dari kejadian aslinya nih.
00:53:23 - Guest: Jadi kayak nyari referensinya dari mana gitu atau mungkin belajar untuk memahami cerita yang kompleks kayak misalnya Kingdom Hearts kalau teman-teman gue tuh biasanya kompleks banget.
00:53:36 - Guest: Kalau nyeritain tuh kayak mulutnya sampai berbusa Dli kayak, "Waduh tapi ini Lev ini sih ini ini tuh si ini gitu dia balik lagi dia hidup lagi tapi menjadi jahat namanya dibalik terus ditambahin X." Itulah yang kayak gitu-gitu gue tuh kadang-kadang, anjir orang tuh kreatif banget ya kreatif banget gitu dan ada yang bisa se-passionate itu gitu.
00:54:01 - Host: Kamu tuh jawab yang barusan itu sebenarnya sekalian nyari alasan buat ngeroasting mereka kan? Enggak ngeroasting juga tapi gue suka ketika teman-teman atau gue pun juga gitu.
00:54:13 - Guest: Gue kalau udah masalah Resident Evil gue passionate, Silent Hill tuh passionate gue atau Crash Bandicoot gue kayak wah membara-bara tapi karena dulu gue jarang nemu orang yang bisa kayak gitu juga ke gue jadi gue senang ketemu orang yang passionate tuh kayak, "Oh iya-iya oh lo suka sama akan hal ini ya" gitu.
00:54:34 - Host: Oke mau tanya sesuatu ya yang mungkin agak-agak riskan ya. Apa? Bosan enggak sih dengerin orang yang kayak yapping gitu sendirian? "Wih guys ini Kingdom Hearts ini gini nih ada gini-gini gini nih." Bosan enggak sih dengerin yang begitu?
00:54:50 - Guest: Gue enggak sih, kalau emang penjelasannya asyik dan emang dia teman gue gue mendengarkan dan gue senang mendengarkan orang sebetulnya kalau lagi nongkrong ya.
00:55:01 - Host: Kalau penjelasannya enggak asyik dan orangnya bukan teman lo? Gimana kenapa ngobrol ya? Tapi maksudnya ya mungkin kalau ketemunya secara random gitu ya? Ya enggak apa-apa juga sebetulnya sih enggak apa-apa juga.
00:55:13 - Guest: Tapi maksudnya gue lebih menerima ya teman-teman gue kalau teman-teman gue lagi suka apa gue suka mendengarkan. Oh senang sih gue senang dengerin orang yang beneran tahu apa yang dia omongin tuh gue senang.
00:55:27 - Host: Iya aku yakin orang-orang yang sebenarnya dari tadi mendengarkan kamu kayak ngoceh ini mereka silently judging kayak si emotnya si Lemase sekarang, bertumpu tangan sedang judging.
00:55:42 - Guest: Iya kan? Karena dia Nean dia juga suka musik banget Dli, jadi gue sama dia tuh sama-sama suka musik. Wah dia kalau lagi suka sama sesuatu pasti gitu Dli, "Ini Lev wah harus lo dengerin ini bla bla bla tahun segini bla bla bla bla bla" gitu dia aku jadi, "Oh gitu ya oh gitu ya" karena gue suka juga sama musik gitu.
00:56:04 - Host: Aduh benar. Aku Muse juga tuh sama tuh yang Muse itu dia dibilang. Betul betul betul aku paham ini basically kamu jawab ini barusan sekalian cari alasan biar bisa ngeroasting mereka kan diam-diam. Bagus enggak enggak gitu kok bagus.
00:56:19 - Host: Tadi mau tanya apa ya terkait ini? Oh satu lagi sebelum segmen pertama habis dan belum ada pertanyaan dari viewer lagi boleh tanya MBTI kah?
00:56:31 - Host: Apakah kamu E? Kayaknya tidak mungkin E. Kamu tuh kayak ngoceh doang tapi kalau ekstrovert kayaknya bukan. Hmm oh kalau introvert ekstrovert gue gue lebih ke introvert sih sebetulnya kalau mau ini ya apa namanya recharge.
00:56:51 - Guest: Ya kan kalau lagi capek penginnya tuh sendiri kadang-kadang gitu atau ditemani sama yang orang yang dekat banget lah gitu atau misalnya sama pacar atau apa gitu biasanya atau sama teman yang dekat-dekat bangetlah bisa gitu gue.
00:57:07 - Guest: Tapi karena senang ngomong juga jadi ya udah kalau ketemu orang "Ha!" gitu biar biar seru aja biar.
00:57:15 - Host: Oke tapi MBTI kamu tidak ingat kah atau tidak pernah tes kah? Kayaknya gue apa HDMI deh namanya. Enggak gua enggak tahu gua enggak tahu gue enggak tahu MBTI itu gua enggak ngerti gua enggak ngerti enggak ngerti sama sekali.
00:57:32 - Guest: Pernah pernah ngetes tapi kayak ya udah lewat doang disuruh disuruh itu juga. Hah HDMI baik kualitas HD sampai dengan 4K ya menggunakan kabel yang pas dan kompatibel.
00:57:46 - Host: Betul sekali. INFP enggak sih? Iya sebenarnya aku kayak kepikiran ini kayaknya INFP, INFP kalau melihat dia ngoceh terus kalau begini dan karismanya ada tapi di sisi lain enggak mungkin ekstrovert lah ini orangnya kayaknya.
00:57:56 - Host: Oh ya? Oh lu kok bisa baca gitu cenayang juga lu Dli lu.
00:57:52 - Host: Enggak lah, lu pikir apa gue? Lu pikir bisa baca-baca tarot?
00:57:57 - Guest: Kira-kira kiamat tuh tahun berapa Dli? Kira-kira.
00:58:00 - Host: Dipikir gue gurita.
00:58:03 - Guest: Oh gurita. Dulu kan ada ya pas masa-masa itu lho, Paul Gurita.
00:58:08 - Host: Paul Gurita kan namanya. Ada kan?
00:58:11 - Guest: Paul Gurita mah dia ini, apa namanya, mikirin Piala Dunia kan. Bukan soal, bukan soal kiamat.
00:58:20 - Host: Piala Dunia kan. Udah mati duluan lagi dia karena salah.
00:58:26 - Host: Sebenarnya tadi mau bilang itu. Baik, karena pertanyaan dari viewer belum ada, Mama Loren. Hahaha.
00:58:35 - Host: Aduh Tuhan. Baik, karena pertanyaan dari viewer belum ada dan pertanyaan dari saya di segmen ini sudah habis, setelah ini kita akan break sebentar ya.
00:58:47 - Host: Ada tiga lagu; ada Semakin dari D'Masiv, kemudian ada Cherry Filter, Romantic Cat...
00:58:53 - Host: Eh sebentar. Ada Semakin dari D'Masiv ini di-request oleh Mas Kun, lalu ada Cherry Filter dari Romantic Cat di-request oleh Alex.
00:59:04 - Host: Tapi belum ketemu, nanti dicari lagi ya. Terus ada Tak Ada Logika (Remastered 2024) dari Agnes Monica.
00:59:14 - Guest: Waduh, bagus lho remasternya Lev.
00:59:17 - Host: Kemarin disarankan Dadang dan wih, ternyata lebih oke.
00:59:22 - Guest: Indonesia lagi banyak remaster tuh, lagi baguslah keren-keren lagunya.
00:59:26 - Host: Agnes Mo ya? Iya, Agnes Mo. Bagus.
00:59:29 - Host: Anyway, kita akan mendengarkan tiga lagu. Jadi kalau misalnya mau ke WC atau segala macamnya, selamat beristirahat sebentar ya.
00:59:38 - Host: Nanti kita akan lanjutkan di segmen kedua masih bincang-bincang bersama tamu kita pada malam hari ini, youlevme. Oke?
00:59:46 - Guest: Yo.
00:59:47 - Host: Baik, biar tidak lama-lama lagi, selamat mendengarkan.
01:10:45 - Host: Welcome back to Weekly Midnight Radio episode 50. Selamat datang kembali di Weekly Midnight Radio episode ke-50.
01:10:52 - Host: Wah... Wah...
01:10:55 - Guest: Kenapa wah juga?
01:10:57 - Host: Ikutan aja biar seru. Wah... Sudah 50 episode.
01:11:02 - Guest: Ya wah, sudah 50 episode.
01:11:04 - Host: Iya, kita tadi baru saja mendengarkan tiga lagu. Tadi lagu Semakin... Wow, bagus ya.
01:11:10 - Host: Tadi ada tiga lagu; ada Semakin dari D'Masiv di-request oleh Mas Kun, lalu ada Sweet Little Kitty dari Cherry Filter atau Romantic Cat kalau tidak salah tadi judulnya.
01:11:22 - Host: Di-request oleh, iya betul, Alex. Terus ada satu lagu lagi, Ceria dari J-Rocks yang menggeser lagu Agnes Monica.
01:11:32 - Host: Di-request oleh Zap. Jadi lagu Agnes Monica akan kita putarkan nanti setelah segmen kedua.
01:11:40 - Host: Terus ada beberapa request lagi sebenarnya tadi ada Tototaro, Hooked on a Feeling. Ada satu lagi dari Jung Tan belum saya masukkan.
01:11:51 - Host: Akan kita putarkan nanti ya setelah segmen kedua ini. Sementara itu mau mengingatkan bagi para penonton... Oh iya, saya lupa.
01:12:00 - Host: Mau mengingatkan bagi para penonton atau para pendengar kalau misalnya mau request lagu, silakan gunakan channel poinnya.
01:12:09 - Host: Bisa bertanya via teks di chat room 99 channel poin saja. Atau kalau mau bertanya via audio mau ngobrol langsung dengan Levme, bisa 369 channel poin saja.
01:12:22 - Host: Atau kalau mau request lagu seperti yang sudah dikerjakan yang lain, bisa 189 channel poin saja. Itu saja sepertinya.
01:12:31 - Host: Baik, aman Lev?
01:12:33 - Guest: Aman dong.
01:12:35 - Host: Oke, kita masuk ke segmen kedua ya. Stories Behind Streaming Scene of Guest Star kita pada malam hari ini, youlevme.
01:12:44 - Guest: Waduh, stories behind.
01:12:46 - Host: Sementara itu sebenarnya ada dua pertanyaan. Kita masuk ke pertanyaan dari viewer dulu ya.
01:12:51 - Guest: Boleh boleh boleh, boleh banget.
01:12:54 - Host: Ada pertanyaan dari Zap, "Kalau mau pilih satu grup K-pop pilih siapa?"
01:13:00 - Guest: Hahaha. Jawabannya tentu Big Bang dong!
01:13:05 - Host: Why Big Bang?
01:13:07 - Guest: Karena... kenapa gue suka Big Bang ya? Kenapa gue suka Big Bang karena pada saat itu, pada zaman itu, yang lain semuanya musiknya...
01:13:17 - Guest: Enggak tahu ya, gue lebih merasa musiknya Big Bang beda aja dari grup K-pop band K-pop pada umumnya pada saat itu.
01:13:26 - Guest: Makanya gue suka banget sama Big Bang dengan stage presence-nya yang wah, enggak bisa dikalahin deh Dli kalau lihat dia live tuh. Yang enggak tahu lagunya pun joget semua gitu.
01:13:39 - Host: Ini, ini dari kacamata seseorang yang telah pernah nonton konser.
01:13:44 - Guest: Betul. Gue nonton mereka sama Taeyang sendiri waktu itu gue nonton, wih itu seru banget Dli.
01:13:51 - Host: Taeyang konser solo?
01:13:53 - Guest: Solo dia waktu itu, konser Rise. Album ketiganya apa keduanya lupa gue.
01:13:59 - Guest: Itu. Nonton gue, dia rambutnya lepek gitu, rambutnya lepek terus putih gitu. Enggak kelihatan mukanya Dli.
01:14:06 - Guest: Gue lihat, "Ini siapa sih?" kayak cotton bud. Dari jauh kayak cotton bud putih gitu, ini siapa? Pas gue lihat, oh Taeyang. Kayak cotton bud, bro. Anjir.
01:14:18 - Host: Hah, segala macam mesti dijulidin ya, baik. Sudah terbiasa sejak dini ya?
01:14:24 - Guest: Sudah terbiasa, sudah terbiasa.
01:14:26 - Host: Ada pertanyaan selanjutnya dari Tototaro, "Aku telat, kalian bahas apa aja?"
01:14:32 - Guest: Ya ampun, masa kita bahas ulang? Nonton aja nanti VOD-nya di YouTube-nya Adli atau mungkin di... Lu nyimpen di Twitch juga enggak Dli?
01:14:43 - Host: Nyimpan. Nyimpan juga tuh To, jadi kalau ketinggalan bisa langsung lihat dari Twitch adli_hm tuh.
01:14:52 - Host: Kenapa tadi malam nama saya dibilang Hunter Monster?
01:14:57 - Guest: Hahaha. Enggak tahu, gue itu nyablak aja, nyablak aja itu gue. Wah HM, HM apa ya? HM... Hunter Monster kali ya gitu.
01:15:08 - Guest: Padahal aslinya apa Dli? HM tuh nama panjang ya?
01:15:11 - Host: Iya nama panjang, Hadian Munev.
01:15:14 - Guest: Oalah. Boleh HM gitu. Apa ya HM? Atau mungkin Adli hmm... gitu. Mungkin dia lagi mikir orangnya pemikir gitu.
01:15:28 - Host: Gitu-gitu sih. Aduh, iya tadi malam kan aku... tadi sore tadi pagi rasanya aku lihat-lihat VOD si Levme kemudian dia bilang Adli HM, Adli Hunter Monster.
01:15:41 - Host: Jadi ya saya ingat-ingat begitu. Segala macam hal itu memang harus diingat.
01:15:48 - Guest: Harus diingat, betul.
01:15:50 - Host: Baik, kita lanjutkan. Pertanyaan pertama dari aku karena belum ada pertanyaan dari viewer lagi. Ada kebiasaankah yang dikerjakan sebelum atau pas lagi streaming?
01:16:01 - Guest: Kebiasaan saat streaming atau sebelum streaming? Sebelum streaming biasanya bikin kopi gue. Sudah pasti itu kopi susu.
01:16:11 - Guest: Karena lambung gue yang enggak kuat-kuat amat tapi pengin apa ya, pengin semangat gitu. Gue tipikal orang yang kalau minum kopi dikit tuh langsung wah kayak orang kesetanan deh.
01:16:24 - Guest: Jadi gue harus minum itu, apalagi kalau lagi ini kan kalau lagi lemas tuh biasanya langsung minum kopi.
01:16:32 - Guest: Pas saat streaming kebiasaannya apa? Kebiasaannya ngomong jorok Dli. Kebiasaannya ngomong jorok, ngomong yang aneh-aneh, lupa apa yang dimainin. Gitulah kebiasaannya.
01:16:38 - Guest: Tapi udah lama, pas udah dia marah-marah 30 menit, 40 menit, lah marah dia. Baru gua kasih tahu.
01:16:44 - Host: Emang pendengar yang baik ya.
01:16:45 - Guest: Pendengar yang baik gua, gua kan maksudnya, ya udah luapina dulu Pak, gitu loh. Jangan usah ditahan-tahan kalau emosi tuh gitu. Kan gua baik sebetulnya kan Dli. Baik dong.
01:16:53 - Host: Hmm, ya baik.
01:16:55 - Guest: Baik kan. Ya udah gua kayak ya udah Pak, silakan, emosi dulu.
01:17:00 - Host: Heh, ini BTW ada, ada tiga pertanyaan. Emm sebentar aku mau tanya yang pertanyaan paling terbaru dulu ya, ada pertanyaan dari Peter Wongso karena berkaitan. Kamu busung lapar?
01:17:11 - Guest: Ha, enggak dong.
01:17:12 - Host: Enggak, enggak, enggak emang diet aja diet, diet parah. Atau mungkin pertanyaannya ke lu Dli.
01:17:19 - Host: Oh, bukan ya. Hei. Bukan ya, tolong. Saya jangan Anda roasting juga. Saya Anda roasting saya, saya akan roasting Anda lebih, lebih ngeri lagi.
01:17:30 - Guest: Yang bener kan? Mungkin ya, anjir. Emosi dia mulai naik-naik dikit ya Adli.
01:17:37 - Host: Emm masih aman, masih bisa dikontrol.
01:17:40 - Guest: Masih aman orangnya bae dia orangnya. Orangnya penyabar dia, tenang.
01:17:45 - Host: Oke. Kita lanjut, ada pertanyaan selanjutnya dari Zep. Suka piki makanan enggak? Terus paling suka makanan apa?
01:17:55 - Guest: Hmm, ketoprak. Piki sih enggak.
01:18:00 - Host: Ketoprak is good. Sayur kan.
01:18:03 - Guest: Betul. Kok sayur Dli? Kan ada sayurnya kan? Enggak kayak gado-gado dong. Ketoprak tuh dengan...
01:18:10 - Host: Oh beda coy. Aduh ya Allah I'm so sorry.
01:18:13 - Guest: Oh, lu ketoprak yang Jawa ya, apa sih, Jawa apa sih itu? Bukan ya? Bukan Jawa juga.
01:18:18 - Host: Enggak deh, aku kayaknya dulu beli gado-gado kah atau ketoprak ya.
01:18:22 - Guest: Enggak soalnya di sini juga ada yang bilang ketoprak Jakarta. Kalau ketoprak menurut mereka itu yang sayur-sayuran. Gado-gado juga suka. Jadi gua demen emang makan yang bumbu kacang tuh gua suka gitu.
01:18:37 - Guest: Tapi mostly ketoprak. Gua bisa hampir tiap hari Dli dulu makan ketoprak. Dulu ya. Tapi sekarang udah yah, entah boncos, entah enek lama-lama gitu kalau makannya tiap malam.
01:18:49 - Guest: Tapi gua biasanya gitu kalau udah nemu makanan enak, makannya itu doang. Gitu dan gua enggak piki.
01:18:54 - Host: Oh ini, toge, kerupuk, lontong.
01:18:58 - Guest: Betul.
01:18:59 - Host: Oh.
01:19:00 - Guest: Toge, kerupuk, lontong sama bihun.
01:19:03 - Host: Bihun.
01:19:04 - Guest: Sama ikan salmon kadang-kadang.
01:19:07 - Host: Mahal ya.
01:19:08 - Guest: Enggak, enggak, enggak ada, enggak ada. Enggak ada, enggak ada. Enggak ada, enggak ada.
01:19:13 - Host: Oh oke, iya tadi aku pikir sebenarnya gado-gado karena aku, aku pribadi sih aku suka makanan yang berkuah. Heeh. Terus makanan kayak gado-gado aku suka karena aku suka sayur.
01:19:27 - Guest: Oh iya. Oh lu demen itu ya, vegetable ya berarti ya?
01:19:30 - Host: I'm not a vegan, but I do love vegetable. Kayak aku suka dengan yang sayur-sayuran.
01:19:37 - Guest: Sama sih, sama sih. Tapi gua enggak begitu mendalami sayur-sayuran juga. Tapi gado-gado gua suka. Gado-gado gua suka.
01:19:43 - Host: Katanya ada ketoprak pakai daging A5. Ini dibilang kayak daging Wagyu mahal-mahal begitu ya. Si Lemase ini jangan-jangan aku didustainya lagi.
01:19:55 - Guest: Bohong bohong bohong. Lagian ketoprak pakai daging apa enaknya anjir?
01:19:59 - Host: Kamu berdua kayaknya emang cocok ya. Bertahun-tahun berteman bersama emang suka saling mengibul orang yang polos kayak aku.
01:20:07 - Guest: Kayak somehow-somehow aku, aku mudah tertipu ya.
01:20:13 - Guest: Enggak.
01:20:14 - Host: Jadi kalau kalian bilang iya, aku bakal iya, kucari.
01:20:17 - Guest: Ya gitulah. Enggak adalah, A4, enggak ada A4.
01:20:22 - Host: Baik, kita lanjut, ada... iya tergoceklah. Kan aku mudah, mudah dikibuli ya. Baik kita lanjut, ada pertanyaan dari Peter Wongso.
01:20:32 - Guest: Apa tuh?
01:20:33 - Host: Bang.
01:20:34 - Guest: Kenapa tuh?
01:20:35 - Host: Bang kapan tamatin RE 2?
01:20:37 - Guest: Ya Allah. Baru dimainin kemarin. Kok ditanyain lagi? Bakal ditamatin kok, tenang aja.
01:20:44 - Host: Sudah selesaikah?
01:20:45 - Guest: Belum. Baru, kayaknya baru seperempat deh gitu, belum jauh-jauh amat. Bolak-balik mulu Dli, pusing kan gua sama, sama puzzlenya.
01:20:57 - Guest: Jadi ya gitu deh. Bakal ditamatin tapi. Seneng gue, RE tuh, RE yang enggak gua tamatin itu... Enggak on-stream juga sih, tapi gua coba main itu RE pertama.
01:21:09 - Guest: Itu karena pusing, sepusing-pusingnya gue. Sumpah itu. Back tracking-nya parah Dli.
01:21:17 - Host: Kan di ruangan doang kan?
01:21:19 - Guest: Di, di satu rumah doang. Dan itu banyak banget kamar-kamarnya.
01:21:24 - Host: Oh ini, yang kameranya fix?
01:21:27 - Guest: Betul, fix camera.
01:21:28 - Host: Aduh aku tidak terlalu suka mekanisme yang begini.
01:21:32 - Guest: Sama, eh gua enggak sih, gua demen sih. Kalau RE dan set gua masih suka gua.
01:21:35 - Host: Gua fix camera itu enggak terlalu suka sih mekanismenya karena jujur pusing ya. Enggak tahu mesti belok kiri, belok kanan itu ke mana. Beda kalau kita yang kontrol karakter.
01:21:48 - Guest: Bener. Pusing.
01:21:49 - Host: Oh ini RE 1 yang rilisnya?
01:21:52 - Guest: Sembilan...
01:21:53 - Host: Iya yang fix camera kan ya?
01:21:55 - Guest: Iya yang fix camera. Dia di-remake lagi tahun 2000-an kalau enggak salah. Jadi remaster-nya, ada remaster-nya.
01:22:04 - Host: Oh iya ini ada di Steam.
01:22:05 - Guest: Heem.
01:22:06 - Host: Hmm oke, tadi malam... tadi malam aku juga ngecek VOD kan ya, yang VOD kamu sebelum raid. Itu bilang RE itu berhubungan satu sama lain sampai di RE 8 itu ternyata nyambung sana-sini.
01:22:19 - Guest: Betul banget. Di RE 8 lebih tepatnya ada karakter namanya Mother Miranda. Itu ternyata berhubungan sama si pembuat virusnya yang di pertama. Gitu yang membuat semua RE ini nih.
01:22:34 - Guest: Mereka ada hubungannya. Tapi enggak pernah diceritain nih Mother Miranda. Tiba-tiba di 8 musuh besar kita itu dia. Pas kita baca-baca, baru deh tuh. Wah! Ternyata dari 8 sampai 1. Kecuali 6. Kecuali 6. 6 tuh kayaknya enggak nyambung deh tuh.
01:22:49 - Host: RE yang ada emak-emak gede itu RE berapa kah? Aku, aku cuma nonton orang Korea main waktu itu sampai selesai.
01:22:58 - Guest: Yang diingatnya mama gede dia.
01:23:00 - Host: Karena, karena kan lebih ingat ya dengan mama gede dan ada tiga anak. Apanya yang gede? Harapan.
01:23:07 - Guest: Harapannya besar ya.
01:23:09 - Host: Harapan dan topi. Topinya kan juga lebar ya, bisa muat itu se-kota kayaknya.
01:23:14 - Guest: Iya, berisi kan?
01:23:16 - Host: Iya betul.
01:23:17 - Guest: Berisi juga, betul, berisi apa rumahnya. Rumahnya berisi gitu.
01:23:20 - Host: Luas begitu kan ya? Ada basement, ada banyak lantai kan ke atas?
01:23:25 - Guest: Banyak lantai, banyak lantai. Benar-benar-benar.
01:23:27 - Host: Itu, yang lebar itu kan topi, topinya kan lebar kayak sombrero.
01:23:32 - Guest: Betul. Arba. Orang Meksiko ternyata tuh si ibu-ibu itu. Itu RE 8. Itu RE 8.
01:23:39 - Host: Itu enggak ada sambungannya kah?
01:23:41 - Guest: Enggak dia mah emang karakter di situ.
01:23:42 - Host: Oh.
01:23:43 - Guest: Vampir dia, vampir, sering ngegigit.
01:23:47 - Host: Itu aku suka, pas nonton ya waktu itu aku nonton streamer Korea main itu dari awal sampai habis dan aku suka. Bagus.
01:23:53 - Guest: Sama ibu-ibu gede itu.
01:23:55 - Host: Sama gamenya.
01:23:57 - Guest: Oh sama gamenya iya. Gua juga suka kok. Gua juga suka sama ibu-ibunya, apa sama itunya, sama gamenya. Bagus banget.
01:24:04 - Host: Betul, asetnya gede betul betul betul. Si Levme kan sebenarnya ada satu klip si Levme yang lebih sus lagi. Dia khilaf di stream siapa ya tapi aku tidak... tidak jadi masukkan ke kompilasi klip tadi karena terlalu sus dan kayaknya tidak cocok dengan family-friendly channel ini begitu.
01:24:24 - Guest: Jangan jangan jangan, gua tahu tuh.
01:24:25 - Host: Kamu kelelep ya. Agak-agak, agak-agak menggiring.
01:24:32 - Guest: Betul. Ya gitulah, bercanda aja, bercanda kayak gitu kan, komedi ya.
01:24:38 - Host: Aduh. Baik. Kita lanjut kalau begitu. Eh pertanyaan selanjutnya dari Tototaro, "Guru favoritnya apa dan kisahnya gimana?" Asyik.
01:24:51 - Guest: Wah ini menjebak nih, BT nih kalau yang tahu gini nih.
01:24:54 - Host: Kisah kasih di sekolah.
01:24:55 - Guest: Guru favorit, aduh. Salah nih. Eh, ada dulu guru favorit. Namanya Bu Siska ya. Bukan Bu Siska, Bu Mawar, Bu Mawar.
01:25:09 - Host: Bu Mawar?
01:25:10 - Guest: Bu Mawar. Namanya Bu Mawar?
01:25:12 - Guest: Gua suka sama dia bukan karena apa-apa. Jadi ada kisahnya nih, Bu Mawar ini adalah guru MTK Dli di sekolah gue di SMA.
01:25:18 - Host: Oke, berkembang ya matematikanya?
01:25:21 - Guest: Hmm, berkembang banget itu. Di sore hari eh kan orang-orang udah, udah pada pulang kan. Yang biasanya yang ekskul udah pada packing-packing, udah mau pulang.
01:25:32 - Guest: Yang nongkrong-nongkrong disuruh pulang sama satpam. Dan OB udah mulai bersih-bersih kan, sore-sore tuh kalau sekolah.
01:25:39 - Guest: Nah, dia tuh bersih-bersih ke daerah eh ruang kepala sekolah. Jadi ruang kepala sekolah tuh ada ruang tengahnya, terus ada pintu lagi untuk masuk ke ruangannya dia beneran tuh, yang ada mejanya segala macam tuh. Gitu.
01:25:52 - Host: Hmm, kebayang.
01:25:53 - Guest: Heem, lagi ngepel-ngepel ngepel. Terus kan dia mikirnya, "Sudah sore, guru-guru sudah pulang biasanya." Ya sudah, dibuka sama dia, crek, zrek.
01:26:02 - Guest: Pas dibuka, pemandangan si OB ini adalah yang dideskripsikan. Si kepala sekolah ini... Lagi duduk ya. Dan di bawah dia, lagi ada yang berlutut yaitu Bu Mawar sedang berada di tempat yang... tidak seharusnya dia di situ kepalanya.
01:26:22 - Guest: Terus si kepala sekolah ini namanya Pak Catur. Namanya Pak Catur nih, lu inget nih. Namanya Pak Catur. Pak Catur ini lagi ngedongak itu kayak hah hah kayak gitu Dli.
01:26:34 - Guest: Lagi melakukan eh mungkin lagi memikirkan soal masa depan sekolah ya. Mungkin ya. Jadi ketahuan gitu, "Eh!" gitu ketangkap. Pokoknya udah tertangkap basah oleh OB. "Wah, iya Pak" bla bla bla bla, udah.
01:26:49 - Guest: Besokannya tuh gosip tersebar dong. Jadi OB dekat sama kita sebetulnya. Tersebar. Tersebar kalau, "Wih, si Bu Mawar eh melakukan, ya itulah melakukan hal-hal tidak senonoh dengan Pak Catur" gitu.
01:27:03 - Guest: Dan akhirnya itu pun menjadi inside joke sekolah gue kalau, "Bu Mawar bisa main catur tahu. Bu Mawar jago main caturnya." Maksudnya Pak Caturnya dimainin. Gitu.
01:27:19 - Guest: Itu dia. Guru favorit gue tuh gue bilang Rockstar Bu. Hisap terus.
01:27:28 - Host: Cerita apa ini?
01:27:30 - Guest: Guru MTK itu Dli, guru MTK. Dan dia enggak galak sih, biasa aja. Mukanya galak. Biasa aja dia. Tapi setiap dia lewat tuh, "Tuh Bu Mawar tuh, yang jago main catur, yang jago main catur" gitu mulu.
01:27:43 - Guest: Tuh OB dipecat tapi kasihan ya Dli. Dipecat tuh OB. Soalnya kesebar kan. Kedengaranlah orang cenginnya sampai di depan kantornya anjir. Di depan kantor kepala sekolah maksudnya.
01:27:54 - Guest: Di cengin-cengin, uh dikeluarin OB-nya tuh. Makin dendam, makin diceritakan ke mana-mana dia tuh.
01:28:03 - Host: Itu dia. Aku speech... Speechless ya.
01:28:10 - Guest: Dia... aku tidak sadar. Aku tidak... Aduh dong. Waduh keren ya, keren ya sekolah gue. Sekolah saya paling bagus.
01:28:20 - Host: Dia tiba-tiba ngebuka kotak pandora tanpa ada babibu. Ternyata Bu Mawar main catur.
01:28:27 - Guest: Bu Mawar main catur, jago main caturnya dia. Sampai dongak gitu, "Ah!" gitu mah berarti skakmat banget tuh si Pak Catur tuh berarti. Udah skakmat tuh. Udah paling skakmat dia. Astaghfirullahaladzim Ya Allah. Aduh.
01:28:44 - Host: Kita lanjut ya.
01:28:45 - Guest: Lanjut lanjut lanjut next next.
01:28:46 - Host: Ada pertanyaan dari Zep. "Best retro game you played so far? Best three."
01:28:56 - Guest: Wah, kita boleh jawab enggak Dli? Lu juga jawab ya.
01:28:59 - Host: Oh gua? Heem. Boleh.
01:29:02 - Guest: Boleh ya. Apa, "Best"? Satu doang berarti? Top three?
01:29:06 - Host: Tigalah.
01:29:07 - Guest: Tiga ya. Hmm. Eh, Crash Bandicoot Warped.
01:29:12 - Host: Yang pixelated kemarin?
01:29:14 - Guest: Bukan, eh itu yang pixelated yang di... yang lo ambil itu klipnya. Itu Crash Bandicoot lupa namanya yang PS2 pokoknya. Ini yang Warped yang PS1. Yang ketiga.
01:29:27 - Host: Oh. Aku dulu...
01:29:29 - Guest: Lu tahu pasti.
01:29:30 - Host: Tahu, aku soalnya dulu sering kayak nebeng ke PS teman dan main beginian tapi aku enggak terlalu jago.
01:29:38 - Guest: Sama.
01:29:39 - Host: Kan ini ada remaster di PC ya?
01:29:41 - Guest: Betul, dibikin triloginya.
01:29:44 - Host: Hmm, iya bagian triloginya oke. Bagian mereka bikin Crash Bandicoot yang baru di PC enggak bagus, susah menurutku.
01:29:52 - Guest: Bener. Oh, empat. Tujuh. Tujuh.
01:29:55 - Host: Kamu main empat kah?
01:29:56 - Guest: Tujuh. Sebagai orang yang ngikutin Crash Bandicoot menurut gue Crash Bandicoot 4 itu disusah-susahin.
01:30:01 - Host: Iya betul kan ya? Kayak somehow susah sekali menyelesaikannya.
01:30:05 - Guest: Heem. Karena udah yang di trilogi dihebohinnya yang susahnya Dli. Jadi kayak orang baru ingat, "Wah Crash Bandicoot sesusah ini ya." Makanya mereka yang keempat dibikin jadi game malding.
01:30:18 - Host: Hmm iya aku enggak... aku BTW sebenarnya dulu bajak yang Bandicoot yang keempat yang baru dibikin lagi. Susah dan aku enggak berencana main lagi.
01:30:31 - Guest: Jangan sih. Gua juga enggak tamat tuh yang, yang keempat. Enggak tamat gue.
01:30:35 - Host: Yang trilogi ini, trilogikah yang disukai?
01:30:38 - Guest: Trilogi gua lebih... enggak, gua lebih yang klasiknya, yang PS1. Crash Bandicoot Warped. Itu, kalau di Jepang Crash Bandicoot 3 kalau enggak salah.
01:30:46 - Host: Oh, yang ada itu kan, yang ada di Cina dan ada di...
01:30:50 - Guest: Betul. Di Cina, ada di Arab.
01:30:52 - Host: Di pantai?
01:30:53 - Guest: Di pantai. Di kastil. Wah rame deh itu. Nah gua suka karena itu, itu lho yang lo bilang tadi tuh. Dia kalau kita sebutin levelnya tuh bervarian semua kan. Betul.
01:31:07 - Guest: Nah itu, dari situ tiba-tiba ada di dunia cyberpunk. Uh itu keren banget. Gua sampai 100%-in tuh game.
01:31:16 - Host: Hmm oke. Aku belum selesai ini. Kemudian game kedua?
01:31:21 - Guest: Game kedua, susah nih ya kalau kayak gini-gini ya. Resident Evil 3 deh. Resident Evil 3.
01:31:29 - Host: RE3.
01:31:30 - Guest: RE, RE3 Nemesis. Itu awal mula gua suka game horor tuh di situ. Dulu enggak, enggak berani banget main gamenya soalnya. Tapi pas akhirnya ya lebih berumur baru bisa main gitu loh, baru berani. Dulu Dli, eh jump scare pertama itu kan dia ngebuka pintu.
01:31:50 - Guest: Pokoknya pintunya lagi anteng-anteng nutup, tiba-tiba pas kita deketin, dubrak! Buka. Banyak zombi. Itu jump scare pertama gua inget banget pertama kali main game itu. Gue jump scare loncat lari ke luar rumah. Nangis gua.
01:32:05 - Host: Oh, enggak apa-apa, itu kan pertama. Itu pertama dan terakhir kan ya yang begituan?
01:32:11 - Guest: Betul. Mulut tuh "Astaghfirullahaladzim Ya Allah, astaghfirullahaladzim" gitu.
01:32:15 - Host: Jarang mendengarkan cerita-cerita. Panutan sekali Bu Mawar. Hei bukan! Bukan!
01:32:21 - Guest: Betul. Panutan bro.
01:32:23 - Host: Bukan.
01:32:24 - Guest: Hisap terus. Mainkan, mainkan, kita gituin entar Bu Mawarnya. Kita semangatin. Ayo Bu Mawar terus terus terus, gua gituin. Rusak. Ibis.
01:32:37 - Host: Aduh.
01:32:38 - Guest: Udah tambah satu guru MTK itu banyak yang jago main main catur tuh bener. Karena hitungannya tuh presisi Dli.
01:32:47 - Host: Wah berarti Bu Mawar...
01:32:49 - Guest: Gua bilang nih skakmat banget nih. Sampai diam tercengap-cengap anjir, Pak Caturnya sampai tercengap-cengap.
01:32:57 - Host: Lelah.
01:32:58 - Guest: Aduh, astaghfirullahaladzim ya Allah.
01:33:01 - Host: Aduh. Kita lanjut ya.
01:33:03 - Guest: Lanjut lanjut lanjut next next.
01:33:05 - Host: Ada pertanyaan dari... Oh ini belum kelar nih gamenya.
01:33:08 - Guest: Oh iya.
01:33:09 - Host: Best retro game you played so far. Best three.
01:33:28 - Guest: Karena gua enggak tahu konsep game horor tuh sekagetin itu gitu loh.
01:33:33 - Host: Gitu. Oke. Yang kedua gua. Yang ketiga?
01:33:37 - Guest: Yang ketiga SpongeBob Battle for Bikini Bottom.
01:33:41 - Host: Hah, itu retro? Retro dong PS2. SpongeBob Battle for Bikini Bottom. Itu retro.
01:33:50 - Guest: Atau mau yang PS1 ke bawah? Enggak apa-apa, itu PS2. Itu gua bisa namatin berkali-kali karena gua suka.
01:33:51 - Host: Oh, gua belum pernah main ini.
01:33:54 - Guest: Harus main. Lu kalau mau main versi lebih jernihnya Rehydrated enggak apa-apa tuh yang remaster. Tapi kalau main yang PS2-nya enggak apa-apa juga. Itu keren.
01:34:04 - Guest: Game the best-nya SpongeBob itu menurut gua. Jokes-nya kena, challenging juga.
01:34:09 - Host: Oh, ini ada di Game Pass kan ya?
01:34:12 - Guest: Ya, Rehydrated-nya udah ada di Game Pass.
01:34:14 - Host: Oh, iya. Publisher-nya THQ Nordic. Boleh, boleh.
01:34:18 - Guest: Boleh, boleh. Nanti dicari. Keren itu. Nama developer Iron apa gitu namanya, udah enggak ada sekarang.
01:34:26 - Host: Purple Lamp. Aku lihat publisher-nya sih. Karena publisher-nya yang Rehydrated.
01:34:31 - Guest: Iya betul. Yang original maksudnya gua, Iron apa gitu loh.
01:34:36 - Host: Oh, oke. Tiga ya? Jawabannya udah tiga kan ya? Iya udah tiga, udah tiga. Hmm oke.
01:34:44 - Host: Ini mau komen aku kalau ditanya tiga, aku ada di komentar sebetulnya. CTR aku suka.
01:34:52 - Guest: Heem.
01:34:53 - Host: Sekarang lagi main Pokemon Emerald sudah 26, 27 jam kayaknya.
01:34:58 - Guest: Gila, gila.
01:35:00 - Host: Eh iya aku suka. Meskipun kemarin aku basically kayak cerewet ke C-Zep ya, karena C-Zep BTW kayaknya paham mendetail.
01:35:10 - Host: Misalnya Pokemon ini tipenya itu lawannya ini. Aku tidak orang yang tipikal ngetail kayak ngapal si ini tipenya itu masti lawan yang itu.
01:35:21 - Host: Aku yang penting naik status kemudian bisa menang ya udah itu aja. Terus aku kayak mengamati aja, tapi aku suka sampai sekarang Pokemon Emerald.
01:35:33 - Guest: Iya, iya.
01:35:34 - Host: CTR juga suka yang racing. Satu lagi apa ya game retro?
01:35:41 - Guest: Apa?
01:35:42 - Host: Susah sebetulnya, banyak kayaknya memori itu. Jujur aku jarang main game retro.
01:35:48 - Guest: Oh ya?
01:35:49 - Host: JRPG gitu pada zaman itu kan lagi gede-gedenya tuh Dli.
01:35:54 - Guest: Karena kan yang ditanyain oh retro yang dulu-dulu boleh kah?
01:35:58 - Host: Retro tuh dulu-dulu menurut gua. Meskipun tidak di-stream.
01:36:01 - Guest: Iya. Spyro sih.
01:36:03 - Host: Wah itu juga the best yang pertama.
01:36:06 - Guest: Eh bukan, bukan Spyro, bukan. Apa? Tom and Jerry. Tom and Jerry yang multiplayer ya? Yang bisa main berdua.
01:36:14 - Host: Iya betul. Spyro aku suka, tapi kalau ditanya antara itu top tiga kayaknya aku salah satunya Tom and Jerry.
01:36:22 - Guest: Tom and Jerry. Tom and Jerry juga asik tuh. Gua baru baru main sama pacar gua waktu itu.
01:36:27 - Host: Iya karena Tom and Jerry yang multi seru kan? Seru, seru. Itu beneran menggambarkan Tom and Jerry banget sih itu.
01:36:34 - Guest: Betul. Fighting game tuh anjir.
01:36:37 - Host: Kalau CTR aku emang suka racing-racing.
01:36:39 - Guest: CTR gua juga namatin sampai 100% enggak Dli? Lu Dli?
01:36:44 - Host: Enggak, kayaknya aku cuma sampai level belasan. Habis itu aku drop dan belum sampai lagi sampai sekarang belum coba lagi.
01:36:51 - Guest: Endingnya beda soalnya kalau udah 100%.
01:36:54 - Host: Oh, oke aku belum.
01:36:55 - Guest: Soalnya kalau 50% lu nanggung gitu kayak si aliennya yang kita lawan, dia kayak gua masih bakal di sini soalnya lu belum nemuin semua kristalnya gitu.
01:37:07 - Guest: Terus pas udah kita temuin semua kristalnya baru tuh dia kayak ya udah deh gua kabur dari bumi gitu, kabur baru tuh credit scene gitu.
01:37:15 - Host: Ini ada komentar, udah nyobain CTR Racing Remake belum Mas? Kamu udah coba Lep?
01:37:21 - Guest: Belum. Katanya bagus.
01:37:23 - Host: Aku belum juga. Belum, belum. Tapi enggak ada di PC kan?
01:37:28 - Guest: Ada udah enggak sih?
01:37:29 - Host: Enggak, enggak sih. Bukannya ini cuma ada di PlayStation gitu kayak yang dibilang si Zep?
01:37:34 - Guest: Pakai emu oh pakai Switch-Switch kalau enggak salah deh ada di Switch.
01:37:38 - Host: Karena enggak ada di PC jadi aku belum coba. Iya sama belum juga, belum kepikiran juga main game gitu.
01:37:45 - Host: Oke sebentar. Iklan. Hehe kena jumpscare the finals anjir. Yah gitulah.
01:37:54 - Host: Wow follower goal. Tadi aku mau bilang apa ya satu lagi sama si Levni? Oh iya tadi ada komentar di atas dari Peter Wongso.
01:38:03 - Host: Saya mau ikut top tiga retro, jawabannya Pepsiman, Bishi Bashi dan CTR Racing.
01:38:09 - Guest: Wah the best juga tuh Pepsiman sama Bishi Bashi. Keren keren gua juga suka tuh.
01:38:14 - Host: Bishi Bashi aku pernah main game yang emang agak silly-silly dan unik-unik gitu. Apa ya kemarin judulnya?
01:38:21 - Host: Dan ada yang bilang kalau Bishi ini kayak Bishi Bashi katanya. Apa ya yang kayak gitu-gitu ya?
01:38:27 - Guest: WarioWare sih yang gua tahu versi ininya Nintendo.
01:38:31 - Host: Iya betul WarioWare namanya. Dia ada di Wii awalnya tuh kalau enggak salah deh.
01:38:37 - Host: Soalnya kan banyak cover game ya Lep. Kemudian ada yang bilang pas aku main itu itu kayak WarioWare. Apa ya judulnya?
01:38:46 - Guest: Ini kayak gua tahu juga deh ware-ware juga enggak sih?
01:38:49 - Host: Enggak ingat lagi gua. Kalau enggak salah nama awalnya 99 tapi enggak ketemu.
01:38:54 - Guest: Kayaknya gua tahu sih. Hah? Super 56 bukan?
01:38:58 - Host: Betul Kak! How do you know? Karena gua wishlist. Oh ini oke. Aku suka ya karena ini gamenya kayak oon-oon lawak-lawak gitu tapi aku suka game-game begini.
01:39:12 - Guest: Iya gua juga emang beli, gua lagi nyari yang kayak gitu juga soalnya. Kayak tipikal game-game yang membawa apa sih bahagia sesaat jadi refreshing itulah.
01:39:24 - Host: Betul karena itu bodoh banget gamenya sumpah. BTW Lepni pernah dengar judul What the Car kah?
01:39:31 - Guest: What the Car pernah. Di wishlist juga sama gua.
01:39:34 - Host: Oh, tapi belum punya What the Car? Belum punya, belum. Nanti pas break ya. Iya, iya.
01:39:41 - Host: Oke mengenai CTR Racing Remake ada di Switch juga dan emunya biasanya aku pakai Yuzu.
01:39:48 - Guest: Iya aku juga pakai Yuzu. Eh bukan pakai Yuzu kayaknya. Switch aku juga ada emulator tertentu. Uzu, Uzui?
01:39:56 - Host: Bukan kayaknya. Aku lupa pokoknya kadang-kadang dapat itu loh dapat sponsor dari Switch dan aku tidak bisa cover gamenya karena enggak punya Switch kan jadi aku mesti pakai emulator.
01:40:09 - Guest: Oh gitu. Iya soalnya kan kita mesti cover ya Lep, ada tanggung jawab. Iya bener, susah mahal. Sampai sekarang mahal Switch. Apanya?
01:40:19 - Host: Perangkatnya. Citra bukan? Citra bukan kalau Citra mah itu 3DS.
01:40:27 - Guest: Lemon, Lemon juga 3DS. Kacau nih orang, kaga kaga ada gila kacau.
01:40:33 - Host: Baik kita lanjut. Ada pertanyaan dari Bakaborn. Bang guest aduh kalau rumah sakit itu enggak bisa sakit terus tanah liat itu lihatin apaan ya? Gimana ya udah kita lanjut lagi next.
01:40:50 - Guest: Enggak ini ngejokes-jokes waktu itu sama ini gua, sama yang lagi ngobrol-ngobrol kita lagi ngobrol-ngobrol terus kayak kalau tanah liat lihat apaan ya gitu terus kita ketawa-ketawa kayak orang bloon Dli kayak orang bloon jangan udah-udah enggak bagus enggak bagus.
01:41:07 - Host: Kalau aku kalau aku jadi viewer aku di chat itu udah aku isi gini loh buuu aku bilang gesernya buuu.
01:41:16 - Guest: Faklah anjir jokes jelek-jelek.
01:41:20 - Host: Haduh ya Tuhan. Baik kita lanjut ada pertanyaan dari Zep. Pernah ikut ospek sama organisasi gitu enggak?
01:41:28 - Guest: Iya oh ikut ospek organisasi. Ya UKM itu kan ada.
01:41:33 - Host: Sebentar ini aku sebenarnya agak bingung dengan pertanyaannya tadi. Pernah ikut ospek sama organisasi gitu enggak? Ini apakah artinya kamu yang jadi panitia ospek atau kamu yang diospek?
01:41:43 - Guest: Diospek kayaknya deh menurut gua.
01:41:45 - Host: Oh tentu pernah dong? Pernahlah kalau ospek-ospek kan mah zaman masuk awal kuliah kan pasti diospek, terus masuk UKM-nya pun diospek juga kan embel-embelnya.
01:41:59 - Host: Iya itu sebenarnya oke sih menurut gua. Kenapa? Karena menurut aku aku sih oke ya dengan sistem ospek. Itu kan basically kayak orientasi dan kayak kita lagi mendekatkan diri dua kelompok yang berbeda kan antara senior dan junior bisa mendekat ya.
01:42:19 - Guest: Benar asalkan tidak berlebihan sih oke menurut gua ya. Kalau misalkan jam 3 pagi disuruh adzan sambil telanjang berlebihan enggak Dli kira-kira Dli?
01:42:30 - Host: Itu lu? Di unif gue juga ada yang begituan dulu. Ada yang namanya ospek itu disuruh buka baju dan berendam di sungai jam 3 pagi.
01:42:41 - Guest: Gue sih enggak ikutnya begituan ya. Iya gue enggak digituin sih untungnya, tapi teman gue digituin dan gue melihat pertama kali melihat batang pria dewasa tiba-tiba dari situ tuh karena kenapa dia telanjang jam 3 pagi ternyata disuruh sama kampus sama senior-sama senior.
01:43:03 - Guest: Terus disuruh adzan jam 3 pagi adzan apaan gue gituin belum Bang gue gituin belum adzan karena dulu kita sebenarnya lebih ke lucu-lucunya sih tapi karena bercandaannya kadang keterlaluan ya awalnya dendam tapi habis itu udah kayak haha gitu haha tai lu gue gituin sebel akhirnya ya udah lucu-lucuan habis itu.
01:43:27 - Host: Betul ospek bagus selama enggak gila aman betul. Ini aku enggak ngerti mungkin yang ditanyakan Zep ini sebenarnya ialah kamu teh pernah jadi panitia ospek kah? Oh osis gitu?
01:43:40 - Guest: Enggak enggak enggak pernah. Pernah masuk osis kah?
01:43:43 - Host: Enggak gue dari SMP sampai SMA gue enggak pernah berorganisasi. Enggak? Enggak pernah. Serius? Enggak pernah sama sekali.
01:43:52 - Guest: Tidak pernah karena saya punya penyakit gue punya penyakit apa tuh namanya malas. Gue punya penyakit malas banget Dli kayak gitu-gitu gue malas kayak harus ditatar dululah terus harus rapat tiap pulang sekolah aku pulang sekolah tuh pengennya gua ke belakang sekolah nongkrong sama teman-teman udah Dli gue pengennya itu doang.
01:44:17 - Guest: Makanya gua pas kuliah balas dendam gua SMP SMA enggak ada aktif-aktif nih gitu ya udahlah di kuliah gua berorganisasi gitu akhirnya udah berorganisasi gua menjadi ya itu si radio itu.
01:44:31 - Host: Hmm oke ini ada komentar ya emang kenapa Kak Adli? Enggak apa-apa sih sebenarnya cuma enggak tahu ya sama aku tuh kayak melihat Levmi itu punya multitalenan kan jadi aku kayak berpikir seharusnya masuk organisasi dan aktif ternyata tidak.
01:44:48 - Host: Hmm tapi lu berorganisasi juga dulu dari SMP SMA? Of course. Wuih. Dari SD lah. Dari SD? SD ada organisasinya?
01:44:59 - Host: Ada itu loh kayak kepanitiaan di masjid ikut kepanitiaan Ramadan kemudian masuk ke kepanitiaan remaja kelurahan kemudian di SMP masuk osis di SMA masuk osis di kuliah masuk hima.
01:45:15 - Guest: Hima lu di semua organisasi lu lu pernah menjabat enggak di dalam? Of course. Ketua ketua osis?
01:45:24 - Host: Enggak sampai di wakil doang. Dinaikkan ke ketua tapi tidak aku sih tidak sampai ke sana ya tapi ujung-ujungnya tetap jadi ketua.
01:45:34 - Guest: Soalnya mau cerita sedikit ya? Boleh boleh boleh boleh boleh boleh.
01:45:38 - Host: Aku teh dulu Man di SMA Islam ya Man Madrasah Aliyah Negeri. Dulu kan saya itu jabatannya wakil ketua cuma ketua ini tiba-tiba itu dia ada apa sih kayak kurang oke dari segi finansial.
01:45:57 - Host: Kemudian jadinya ditawarkan oleh orang dari server sebelah untuk join dan selaku ketua OSIS di sekolah Islam kemudian tiba-tiba join ke server sebelah kan membikin kekacauan ya basically owner dong tuh owner ya.
01:46:15 - Guest: Iya of course karena itu panjang sampai ke Gubernur pun turun tangan dan lawak kali serius. Sampai masuk berita enggak lu?
01:46:25 - Host: Masuk kalau tidak salah ada di koran. Dan itu di tahun segitu aku yang seharusnya wakil ketua tiba-tiba dalam beberapa bulan menjabat itu langsung jadi ketua mengurus semuanya.
01:46:38 - Guest: Oh alah. Iya dan lawaknya di sekolahku itu kalau misalnya ketua otomatis juga ketua di segala acara.
01:46:48 - Guest: Oh gitu jadi apa pun acaranya tuh dia bakal dia tuh terus tuh jadi ketua acara. Betul jadi rempongnya di sana.
01:46:56 - Host: Kira-kira begitu udah nanti di ujung masa jabatan tiba-tiba dia kembali lagi ke jalan Islam. Eh kok gitu? Dan ya lancar lagi.
01:47:09 - Guest: Tapi aku tidak ada berkomunikasi lagi dengan si ketua. Basically aku teh tidak terlalu oke dalam menjalin komunikasi kalau tidak diinisiasi oleh seseorang sebelumnya.
01:47:24 - Host: Hmm jadi harus ada orang ketiganya dulu lu gitu? Bukan bukan aku tuh tidak orang yang kayak mesti tanya hai guys kabar lo gimana apa kabar lama enggak jumpa enggak aku kalau misalnya mereka enggak update di story enggak update di postingan enggak update di Twitter aku enggak bakal kayak SKSD tanya-tanya begini.
01:47:45 - Guest: Hmm nanya duluan? Betul kalau mereka enggak update betul.
01:47:50 - Host: Jadi hubungan aku ya di sini selesai udah selesai urusan udah tapi kayak masih ya berhubungan gitu.
01:48:00 - Guest: Walau sampai pindah agama. Iya tapi sudah kembali lagi ya begitulah trial doang ya kayak Adobe Photoshop anjir trial doang dia kok bisa ya bisa begitu bolak-balik gitu.
01:48:14 - Host: Makanya ini sebenarnya ada komentar juga kan ya Levio orangnya mager sedari lahir guys orang yang pintar matematika ya disuruh osis lu zaman-zaman sekolah dulu tuh kamu pintar matematika?
01:48:28 - Guest: Nah sayangnya gua enggak pintar matematika lihat aja guru gua tuh si Bu Mawar. Mawar lagi kan dia guru MTK lagi sibuk main catur mulu tuh Dli enggak enggak bisa deh enggak bisa ngajarin gua lagi sibuk orangnya.
01:48:42 - Host: Jujur aku pikir amute masuk osis ternyata tidak. Enggak enggak enggak begitu demen gua dulu justru enggak tahu ya karena dulu frame bukan frame tapi maksudnya gua melihat osis itu SMP kayak ya kumpulan ini-ini dari gua aja ya karena di sekolah gua mungkin tingkahnya kelihatannya kayak gitu ya kumpulan orang-orang sok asik aja udah gitu loh jadi gua merasa ah lu mah nyari gaulnya doang organisasinya juga enggak ada gitu loh.
01:49:12 - Guest: Sampai SMA kebawa sampai SMA kebawa dan ketua osisnya teman gue jadi kayak ya elah tapi dia bawa perubahan sih teman gue terus kayak baru tuh kayak dari situ tuh gue melihat kayaknya enggak semua deh organisasi yang kayak gitu kelihatannya cuma buat gaul-gaul doang enggak mungkin emang packagingnya aja yang kelihatan kayak gitu gitu loh.
01:49:33 - Host: Hmm oke kita lanjut kalau begitu ada pertanyaan selanjutnya dari Peter Wongso. Lepio kapan streaming main Crush Gear?
01:49:43 - Guest: Hah? Ini game retro kan kalau tidak salah? Main Crush Gear apa tuh gue juga enggak tahu. PS1. Crush Gear ternyata nama gamenya or Rush Gear.
01:49:54 - Host: Ini game Tamiya iya Crush Gear PS1 masa enggak tahu aku enggak tahu. Hmm ada nih nemu nih gear atau gigi slip hoop avanza xenia grand max tuh rush gua lihatnya di Google malah gear beneran.
01:50:11 - Guest: Bukan Tamiya apa sih Crush Gear ada loh Lep kalau dicari Google ada PS1 ini bukan Tamiya.
01:50:20 - Host: Apa sih Crush Gear bukan bukan Tamiya ini gua enggak demen gua gamenya. Why? Enggak tahu enggak tahu kenapa seingat gue gue ingat game ini dan gua enggak main lama gitu loh.
01:50:32 - Guest: Kenapa enggak demen? Hmm enggak tahu juga lupa juga udah lama juga zaman dulu mainnya. Tapi tahu tahu gamenya. Iya iya iya.
01:50:41 - Host: Aku enggak tahu eh salah ini BTW kalau kepo. Iya ini game kebanyakan tuh sebetulnya yang kita mainin eksklusif Jepang tahu yang sebetulnya di Amerika di Eropa tuh mereka enggak pada tahu game-game-nya tapi somehow karena kita kebanyakan game kopian pabrik ya alias game-game bajakan jadinya game-game Jepang tuh pasti masuk semua di kita nih salah satunya nih.
01:51:11 - Guest: Serius? Ini Jepang doang iya oh gua enggak begitu demen tapi.
01:51:16 - Host: Gue enggak tahu karena kalau main PS1 ya aku rental ya atau ke nebeng ke teman ternyata bukan.
Mohon maaf atas kekeliruan tersebut. Saya mengerti bahwa Anda menginginkan transkrip Clean Verbatim yang lengkap tanpa ada bagian percakapan yang diringkas atau dihilangkan. Saya telah memperbaiki bagian awal Part 6 (mulai menit 01:52:07) agar mencakup seluruh kalimat yang diucapkan oleh Host dan Guest sesuai dengan audio/teks sumber. Berikut adalah transkrip lengkap untuk file ke-6 (01:52:07.507 - 02:11:09.192):01:52:07 - Host: Hmm... Oke. Lupa juga gue gimana. Aku malah enggak tahu ini sama sekali. Oke. Dari aku kita lanjut kalau begitu. Boleh dicoba Mas nanti ya kapan-kapan ya.
01:52:13 - Guest: Boleh tuh, boleh tuh.
01:52:15 - Host: Kita lanjut. Belum ada pertanyaan dari viewer lagi, sudah kutanyakan semua, betul. Kita lanjut kalau begitu ke pertanyaan selanjutnya dari aku.
01:52:25 - Host: Ada tips dan trikkah untuk streaming di Twitch atau platform lain kalau misalnya kamu tidak streaming di YouTube kan?
01:52:32 - Guest: Ya ya ya. Di Twitch ya?
01:52:35 - Host: Betul.
01:52:36 - Guest: Tips dan triknya adalah teman-teman... streaming aja dulu. Karena kalau misalnya kita kebanyakan planning tapi enggak dikerjain, tidak ada hasilnya.
01:52:47 - Guest: Jadi planning boleh banyak, yang penting start streaming aja udah.
01:52:51 - Guest: Karena gua melakukannya pun enggak mikir keras sebetulnya Dli. Jadi kayak main, apa ya? Kayak misalnya gua mau streaming, oke gua mau kayak gimana ya packaging-nya?
01:53:01 - Guest: Gua bikin overlay-nya doang udah gitu loh. Karena gua enggak tahu cara bikin overlay kan, gua enggak bisa gambar.
01:53:07 - Guest: Jadi kayak ya udah bikin overlay sendiri karena pengen kelihatan seadanya tapi kerenlah dilihatnya. Udah bikin. Pek! Udah streaming gitu loh.
01:53:18 - Guest: Dan sering ngomong, menurut gua. Karena mau ada viewers mau enggak ada viewers, menurut gue... lo berdialog sendiri itu harus.
01:53:30 - Guest: Karena ya itu lo melatih melatih untuk ngomong juga gitu loh. Jadi kalau misalnya tiba-tiba di-raid sama orang, lo-nya udah terbiasa untuk ngomong.
01:53:41 - Host: Gak gagap gitu ya?
01:53:43 - Guest: Gak gagap. Karena wah gua pertama kali di-raid Dli ini gua aja yang udah latihan kayak gitu.
01:53:51 - Guest: Mau ada viewers atau enggak ada viewers gua pasti nanya, gue pasti berdialog sendiri. Kayak orang gila gua sebetulnya sih.
01:53:57 - Guest: Tapi kayak itulah build dari awal tuh kayak gitu gitu. Enggak apa-apa lo gila-gila sekalian juga enggak apa-apa, yang penting lo ngomong aja gitu loh.
01:54:07 - Guest: Terus di-raid gua Dli, 35 viewers dari Earl Grey gua ingat banget. Pertama kali gua dapat viewers banyak tuh 35.
01:54:17 - Host: Earl Grey.
01:54:18 - Guest: Gagap gua Dli. Nyanyi-nyanyi-nyanyi langsung gitu gua Dli. Langsung langsung remix gua.
01:54:23 - Guest: Karena itu apa shock kan? Uh ditonton banyak orang. Lihat juga tuh kayak viewers gua naik bret 35 gitu. Ih jadi kaget gitu.
01:54:37 - Host: Menurut gua gitu sih. Sekarang sudah terbiasa ya?
01:54:40 - Guest: Masih enggak. Sama aja. Masih sama aja. Makanya viewers-nya gua matiin. Apa namanya? Viewers count kalau di OBS tuh gua matiin Dli.
01:54:51 - Host: Oh oke.
01:54:52 - Guest: Gua enggak mau tahu di sini berapa. Yang penting ya udah ada orang, ada yang nge-chat, gua senang-senang aja udah.
01:55:01 - Host: Oh gitu ya Mas, kata Shazerao.
01:55:04 - Guest: Mmm... gitu. Iya betul sekali.
01:55:09 - Host: Gila ya lo Lep, streamer ODGJ. Aku pikir tadi apa ya maksud Bakaborn, ternyata ini kayaknya gara-gara ngomong sendiri.
01:55:23 - Guest: Tapi kan penting ya? Penting menurut gua sangat penting.
01:55:29 - Guest: Gua juga diajarin nah mental-mental itu yang gua balik lagi tuh ke radio itu, mental-mental dari situ Dli.
01:55:36 - Guest: Yang lo mau ada yang dengerin mau enggak, lo harus ngelucu, lo harus seger terus. Lo harus ada punchline, lo tetap harus kan radio tuh ada formatnya ya?
01:55:53 - Host: Betul.
01:55:54 - Guest: Maksudnya opening, isi, closing tuh harus kompak gitu loh. Harus kayak gitu mau ada yang denger mau enggak. Dari situ kebawalah wah haruslah harus gitu.
01:56:00 - Host: Dulu radio itu di Korea sih sebenarnya dari dulu banget itu sebenarnya kan mereka sudah menjamur yang namanya Bora. Bo-i-neun Radio.
01:56:09 - Host: Artinya radionya bisa ditonton, dan ada versi video. Itu kan kelihatan ya ada chat dan sekarang juga semakin menjamur dan mudah kan ya.
01:56:15 - Host: Sayang di Indonesia belum berjalan begitu. Tapi di radio sebenarnya tidak kelihatan ada yang denger kan?
01:56:27 - Guest: Ada datanya. Ada datanya.
01:56:30 - Host: Tapi kita enggak... enggak gitu kan ya? Maksudku enggak... enggak seaktif Twitch kan?
01:56:35 - Host: Di Twitch itu kan kita interaktif kelihatan kan? Ada naik turun di viewer, ada chat yang jalan dan kita bisa lihat ada ternyata yang sedang mendengarkan kita ngoceh.
01:56:48 - Host: Kalau di radio kan basically mungkin tidak seinteraktif di Twitch kan?
01:56:53 - Guest: Interaktif kalau ngomongin interaktif iya bener. Tapi kalau ngomongin data siapa yang mendengarkan di beberapa aplikasi masih ada.
01:57:02 - Guest: Kalau radio maksudnya kayak yang dengerin lo segini gitu karena entah itu dari traffic website-nya atau dari player-nya gitu.
01:57:12 - Host: Anonim kan ya?
01:57:13 - Guest: Anonim tapi enggak bisa lihat tuh siapa. Betul.
01:57:18 - Host: Bener tantangan radio FM harus begitu, true. Iya betul aku tadi mikirnya begitu karena dia sudah terbiasa dengan radio jadi aku pikir ya enggak apa-apa seharusnya sudah bisa ke sini.
01:57:33 - Guest: Makanya gua terbiasa enggak pakai cam Dli. Karena gua di radio mau gua goleran, mau gua sambil salto delapan kali juga enggak ada yang tahu. Karena gua dari suara gitu loh. Orang jadi ngebayangin gitu.
01:57:51 - Host: Iya dan sekarang itu kan... jarang on-cam. Kayak pakai karakter ya ini juga penanda diri kan ya? Karakter aku ini.
01:58:02 - Host: Hoo oke. Kita lanjut ada pertanyaan dari viewer ini Zep. Kalau mau pilih platform nyaman, Twitch atau YouTube?
01:58:14 - Guest: Kalau lo apa Dli? Gue pengen nanya lo dulu deh. Kalau lo lebih nyaman di mana? Karena lo dua-duanya ya?
01:58:22 - Host: Iya aku multi-stream. Tapi kalau di YouTube sih belum sebegitunya, kadang-kadang developer yang mampir di sana atau kadang-kadang ada viewer YouTube satu dua. Kalau nyaman sih Twitch ya.
01:58:37 - Guest: Kenapa tuh?
01:58:38 - Host: Karena punya banyak fitur menurutku ya. Contoh aku bisa mengutilize bagian channel point dengan baik.
01:58:48 - Guest: Iya.
01:58:49 - Host: Itu bisa dipakai untuk apa-apa dan lebih interaktif. Dari segi viewer mereka juga, aku enggak tahu ya, aku lebih nyaman mereka itu redeem dan ketik yang mau ditanyain.
01:59:02 - Host: Dan aku bisa kayak ngecek di activity feed daripada ketumpuk dengan segala chat yang lain. Dan mereka bisa kelihatan di sini kan di sebelah kananku ini di OBS-nya.
01:59:15 - Host: Kalau di YouTube kan belum ada fitur begituan ya?
01:59:18 - Guest: Belum, cuman chat dan emote doang.
01:59:22 - Host: Betul. Jadi meskipun interaktif tapi tidak senyaman itu. Apalagi sebenarnya kalau aku nonton kayak channel yang gede live itu... spam banyak banget.
01:59:34 - Host: Somehow mereka enggak tahu... aku enggak tahu cara how bagaimana cara kontra dari ini. Bagaimana cara bisa bisa ngecombat spammer itu.
01:59:45 - Host: Apalagi kalau misalnya nonton live K-Pop itu kan kadang-kadang ada yang ini jelek itu jelek. Dan aku bisa blok tapi mereka kayak enggak moderasi hal begituan, jadi tidak nyaman.
02:00:00 - Guest: Iya sering banget gua kalau nonton channel-channel gede bener tuh ada spam-spam. Kebanyakan sih spam-nya gacor gacor delapan delapan, gacor delapan delapan gitu yang apa sih judi online itu loh.
02:00:15 - Guest: Kayak ya Allah nontonnya kayak jadi enggak nyaman kita walaupun kita sebetulnya bukan yang streaming ya tapi kayak spamming itu kayak aduh males lihatnya.
02:00:26 - Guest: Dan susah Dli. Mereka ada fitur blok juga ada fitur kayak kita juga blok dan timeout kalau enggak salah deh ada. Tapi ya gitu deh enggak banyak dilakukan.
02:00:41 - Host: Oke. Ini jadi aku yang jawab, kamu gimana jawabannya? Lawak juga pertanyaannya ke kamu.
02:00:48 - Guest: Tentunya Twitch gue sukanya. Karena YouTube mau sebegini mana dia... apa ya? Sebegini mana dia sebagus-bagusnya fiturnya mereka.
02:01:03 - Guest: Tetap gue merasa YouTube itu tempat di mana lo nonton offline content yang 10 menit nonton 15 menit terus udah cabut.
02:01:14 - Guest: Kalau Twitch itu beneran dibikin untuk live streaming untuk tonton lama. Makanya ada channel point, makanya ada bits yang bisa interaksi juga kan sekarang kan sama viewers-nya. Emote digedein bla bla bla terus delay-nya enggak lama.
02:01:33 - Guest: YouTube tuh delay-nya lama banget Dli.
02:01:36 - Host: Tiga sampai lima detik.
02:01:37 - Guest: Tiga sampai lima detik. Betul. Gila gua kalau nge-chat di YouTube teman gua tuh gua ngetik apa dia udah ke mana tahu Dli baru masuk tuh pluk gue.
02:01:49 - Guest: Jadi reaksinya rada kurang makanya kebanyakan... enggak tahu ya tapi gua merasa oh mungkin karena kebanyak mereka makanya banyak yang dialog aja udah gitu loh. Maksudnya ngomong sendiri aja baru lihat chat, ngomong sendiri baru lihat chat gitu.
02:02:05 - Guest: Gua lebih nyaman di Twitch sih karena emang udah terbiasa aja sama Twitch.
02:02:11 - Host: Oke. Sudah besar juga di Twitch ya?
02:02:13 - Guest: Enggak Dli. Astagfirullah. Ditunggu follower... Amin amin. Hah ya sudah itulah jawaban gue. Salo lagi bener.
02:02:28 - Host: Baik kita lanjut ada pertanyaan dari Peter Wongso. Lep, butuh gunpowder enggak? Sama kartu KTP juga buat apa?
02:02:38 - Guest: Enggak enggak enggak ini jokes kemarin gunpowder dibilangnya RE ya. Apa sih ya bubuk-bubuk bubuk-bubuk terlarang lah gitu loh yang butuh dirapihinnya makai makai KTP terus baru disedot gitu maksudnya.
02:02:59 - Guest: Ah lu nih juga nih Peter nih kacau nih pertanyaannya dari tadi. Dli gitu lah.
02:03:06 - Host: Kita lanjut ada pertanyaan dari Bakaborn. Kalau Twitch di-band Menkom, Lepio ada rencana pindah ke OnlyFans?
02:03:15 - Guest: Wah rencana banget nama channel-nya YouFuckMe namanya.
02:03:20 - Host: Wow sudah terencana sejak dini, bagus.
02:03:23 - Guest: Enggak dong enggak lah kalau Twitch di-band gua nangis dulu lah seminggu baru gua pindah ke YouTube kali.
02:03:31 - Host: Seriusan nangis?
02:03:33 - Guest: Iyalah Dli itu hiburan gua dari 5 tahun yang lalu atau 4 tahun yang lalu lah gitu nonton Twitch tuh udah menjadi kebiasaan gua dari dulu gitu nonton Itsukuno, Ryan Higa. Kalau malam-malam tuh kesepian dulu nontonnya Twitch gitu.
02:03:58 - Host: Tapi sebenarnya tadi pas offline kamu bilang kamu udah jarang nonton Twitch.
02:04:03 - Guest: Udah jarang nonton Twitch sekarang karena lagi... lagi di tahap-tahap streaming pun lagi jarang sebetulnya gitu enggak sesering dulu lagi banyak yang dikerjain lah gitu di IRL. Makanya rada enggak kepegang juga Twitch-nya.
02:04:26 - Host: Oke dan tidak merasa bersalahkah?
02:04:29 - Guest: Merasa bersalah dong. Lebih ke tepatnya merasa... enggak tahu nih semuanya ada kali yang mikir gini juga tapi kayak ada yang masih ingat enggak ya gitu se-kagak gitu Dli lebay gue kalau kayak gitu-gitu lebay gue.
02:04:45 - Host: Karena pasti adalah yang ingat masa tidak sebanyak itu fans.
02:04:50 - Guest: Enggak tahu juga tapi gua kayak hmm... kayaknya ya tidak kali gitu. Streaming deh. Mulai mulai nih.
02:05:03 - Host: Ada komentar Twitch di Korea di-band ya? Iya mereka itu mundur bisnisnya dari Korea karena merugilah ya basically dan ditekan oleh pemerintah jadi ya enggak ada lagi di sana basically.
02:05:19 - Host: Tetap ada beberapa kan ada itu ya ada ada streaming acara TV dari Korea biasanya di Twitch dan aku bisa nonton. Tapi itu biasanya tidak sebanyak itu. Sampai sekarang pun kayaknya masih ada yang masih bisa live dari Korea.
02:05:38 - Guest: Ya masih loh cuman officially kantor dari Korea-nya aja yang tutup.
02:05:43 - Host: Betul betul betul. Jadi dari Amerika dia.
02:05:48 - Host: Ada komentar ini. Kak Lep aku kipas.
02:05:53 - Guest: Apa siapa itu? Dadang.
02:05:57 - Host: Kenapa aku kipas? Ngefans. Oh aduh tumben kamu lama nge-jokes pahamnya.
02:06:06 - Guest: Apa dia apa pisang kipas? Kamu kan biasanya receh pisang kipas apa kamu? Oh fans. Iya iya iya Dadang bisa aja.
02:06:21 - Host: Ini barusan ketawa karir kan ya?
02:06:24 - Guest: Iya oh kamu kipas ya makasih ya kipas ya sudah menonton aku ya.
02:06:31 - Host: BTW Dadang... kipas ini mereka punya nama sendiri ya. Betul kipas di channel-nya si YouLev ini namanya LevOver ya. Jadi kalau anda mau menjadi kipas nama anda nama fan club ialah... LevOver.
02:06:48 - Guest: LevOver. LevOver audio lah receh banget.
02:06:52 - Host: Kenapa yang VIP tidak dinamakan makeover?
02:06:56 - Guest: Kurang... kurang apa ya? Kurang sampah. Kurang... kurang sampah aja gitu kayak kurang gua tuh pengen kalau bikin nama apa tuh gua pengen kayak reaksi orang tuh... hah gitu dulu. Anjing apaan sih gitu.
02:07:14 - Guest: Apaan sih maksudnya katro banget gua pengen kayak gitu Dli. Makanya sisa-an elit aja sisa-an elit gitu.
02:07:23 - Guest: Paling enggak gue sayang sama teman-teman gue yang nonton tuh tapi mereka tahulah cara gue mengekspresikannya begitu.
02:07:33 - Host: Baiklah baiklah. Kita lanjut ada pertanyaan dari Zep. Mau buka aset channel enggak? ASMR maybe.
02:07:44 - Guest: Enggak walaupun gua penikmat ASMR ya gua enggak gue enggak bisa suara gua enggak ada bagus-bagusnya. Kan kalau ASMR cowok nih Dli... harus suaranya tuh harus berat. Harus bebe harus seberat-berat begini harus seperti ini ngomongnya.
02:08:06 - Guest: Nah kalau saya seperti ini ngomongnya... kayak Rhoma Irama Dli. Saya sungguh terlalu.
02:08:14 - Guest: Dan biasanya di chat tuh kayak Lep, diem Lep, gua mau muntah Lep, diem diem jelek Lep jelek pasti gitu. Pasti udah gitu jadi gua kayak enggak... enggak.
02:08:26 - Guest: Ayo pasti ada kalau misalnya mau bikin konten lucu-lucuan ASMR adalah rencana-rencana kayak gitu.
02:08:35 - Host: Baik baik. Kita lanjut ada pertanyaan dari Peter Wongso. Lep kamu anaknya Dewa Kipas ya? Kamu suka main catur kan?
02:08:46 - Guest: Enggak dong bukan gue yang main catur. Enggak enggak saya tidak suka main catur saya tidak mengerti cara bermain catur seperti apa. Udah parno duluan gua melihat Bu Mawar main catur udah enggak mau gua.
02:10:03 - Host: Tapi in the serious note kamu bisa main catur kah?
02:10:06 - Guest: Tidak.
02:10:06 - Host: Oh sama aku juga tidak bisa.
02:10:10 - Guest: Oh iya? Enggak ngerti asli gua paling main poker baru bisa gue main poker.
02:10:18 - Host: Poker gua juga bisa. Poker-poker tongkrongan ya? Poker-poker tongkrongan yang bukan poker yang biasanya di Amerika-Amerika tuh.
02:10:29 - Guest: Poker-nya yang misalnya ada seri ada apa yang kayak gitu-gitu lah.
02:10:35 - Host: Iya yang ada kayak tiga... tiga kartu sama iya.
02:10:40 - Guest: Kemarin dibom gitu yang kayak gitu-gitu.
02:10:42 - Host: Kemarin aku main game apa ya kemarin? Ada poker-nya aku tidak mengerti poker sama sekali terus di sana diajarin poker tuh gini caranya loh dan aku paham.
02:10:54 - Host: Catur aku tidak mengerti. Ini apa itu apa skakmat ke sini ke mana kenapa begitu kenapa begitu ini apa ya udahlah.
02:11:06 - Guest: Iya gua pernah main game horor kayak Resident Evil gitu dia apa sih mirip-mirip gitu namanya Phobia apa kalau enggak salah lupa juga gua.
02:11:09 - Host: Kamu besok kalau misal jadi partner, aku mau kasih saran.
02:11:13 - Guest: Apa itu?
02:11:15 - Host: Bikin tim. Bikin tim? Iya, Persatuan Penangkaran Buaya Indonesia. Pasti bisa kan ya kamu menerjemahkan bahasa-bahasa buaya?
02:11:27 - Guest: Bisa, bisa, bisa buaya. Buaya itu nyapanya biasanya "Hai manis" biasanya gitu Dli. "Hai manis. Kalau aku chat gini ada yang marah enggak?" itu biasanya tuh. Banyak yang kayak gitu, banyak.
02:11:42 - Host: Betul. Sudah terbiasa sejak lama.
02:11:44 - Guest: Mmm. "Aku nakalnya sama kamu doang kok." nah itu-itu biasanya omongannya kayak gitu tuh Dli. Biasa aja. Ah, gua bilang buaya. Susah.
02:11:54 - Host: Hahaha. Lelah kita lah. Lelah, lelah, lelah.
02:11:59 - Guest: Hahaha. Aduh. Aduh.
02:12:02 - Host: Ini ada komentar. Kalau misal mau baca boleh ya Lep ya. Apa tuh? "Kalau berseragam, halo Dek" katanya.
02:12:09 - Guest: Tapi sekarang sih sudah ada balasannya ya. "Jangan ya Dek" ya.
02:12:13 - Host: Jangan ya Dek, benar. Benar, benar, benar.
02:12:16 - Guest: Hahaha. Aduh.
02:12:18 - Host: Kita lanjut ada pertanyaan selanjutnya dari Zep. Pernah kepikiran mau coba games Nintendo enggak? Any kind of Nintendo.
02:12:28 - Guest: Hmm. Apa pun Nintendo-nya ya. Kamu punya Switch? Enggak. Gue main di emulator juga sih dan biasanya itu mainnya offline gua Dli. Gue kan dulu enggak pernah berkesempatan untuk bermain game-game Mario ya.
02:12:44 - Guest: Game Mario 1, 2, 3, gue masih jadi rencana doang sama orang tua gue, alias gue belum lahir. Itu kan tahun 90-an, 80-an lah.
02:12:56 - Guest: Pas gue lahir Mario itu adanya di GameCube doang. GameCube? GameCube itu lawannya PS2. Rare di Indo, yang main juga kayak bukan bukan orang kaya juga sih, orang orang aneh. Karena orang main PS2 tiba-tiba orang main GameCube. Tapi gamenya hampir sama sama PS2 juga.
02:13:16 - Host: Jujur aku tidak pernah melihat ini di kehidupanku.
02:13:19 - Guest: GameCube gua pernah lihat dulu di rumah orang, tapi itu sudah lama banget. Terus kayak ini apaan kotak-kotak ungu gini, ubi kah? pas gua lihat, wah mainan ternyata.
02:13:31 - Host: Hehe. Ubi. Ungu dibilang ungu, ubi ini ubi cilembu kayaknya. Tapi bukan pas dilihat.
02:13:37 - Guest: GameCube. Wii, enggak punya gua. Gue juga enggak. Mmm. Jadi enggak hidup dengan Nintendo, baru belakangan ini emulator itu akhirnya gue main game-game Mario yang inilah. Game-game Mario yang modern, Mario Odyssey, Mario 3D World, Mario Bowser's Fury apa gitu namanya.
02:14:04 - Host: Fury? Iya ada fury-furynya. Kamu kan pernah mengakui juga ya di-clip. Enggak Dli, Astaghfirullahalazim. Bahwa saya sebenarnya adalah furry.
02:14:14 - Guest: Makin ke sini makin difitnah nih kayaknya gue nih. Kan kamu yang bilang barusan, aku hanya mengulang apa yang telah kamu sebutkan sendiri. Fury, Fury ketua ini Marvel tahu kan lu? Fury tuh.
02:14:28 - Host: Siapa Fury ketua Marvel? Namanya ketua Avengers itu namanya Fury, cari aja Fury Avengers. Gue lebih suka kayak gitu. Oh, Nick Fury.
02:14:39 - Guest: Fury Mariadi.
02:14:42 - Host: Hahaha. Fery Mariadi, salah, salah, salah. Aduh Fury Mariadi. Hahaha. Nick Fury. Nick Fury namanya.
02:14:54 - Guest: Iya aku baru cari. Ya Allah, iya Fery Mariadi, aduh Fury Mariadi. Fery Mariadi.
02:15:02 - Host: Hahaha. Lucu, lucu. Member Prediksi dong. Member member geng Prediksi anjir, geng motor. Aduh ya Allah, ya Allah.
02:15:15 - Host: Jadi jawabannya apakah ada rencana mau main game Nintendo?
02:15:19 - Guest: Belum sih belum ada sejauh ini gua menikmati offline aja. Oke. Karena berat-berat juga gamenya kalau di Yuzu.
02:15:28 - Host: Oke. Kita lanjut kalau begitu ada pertanyaan dari Yahmir. Yahmir? kenapa tuh Yahmir tuh? Iya kamu baca namanya siapa Kak? Yahmir, Yahmir, Yahmir. Iya betul Yahmir kan? Heem, Yahmir.
02:15:43 - Host: Oke. Ada pertanyaan dari Yahmir, gimana rasanya nyemil cicak balado?
02:15:48 - Guest: Tuh kan mulai aneh, mulai aneh. Bisa enggak sih pertanyaannya mendalam gitu loh? Pertanyaannya masa cicak balado gua makan?
02:16:01 - Host: Kan aku hanya membacakan pertanyaan. Iya sih. Teh enggak, belum makan sih cicak balado belum, belum. Belum makan? ada rencana makan?
02:16:10 - Guest: Ya kalau emang disuguhin, kalau misal lagi pergi ke mana gitu, "Mas hidangannya ada cicak balado doang" ya udah mau nolak juga enggak bisa Dli, iya enggak? Oke. Enggak makan nanti kita. Makan aja cicak doang kan masih enak lah. Oke Kak. Oke. Oke.
02:16:29 - Host: Lanjut, ayo kita lanjut. Ada pertanyaan selanjutnya dari Peter Wongso. Mengenai kuda, kamu kasihan ya? Delman aja dibajak, enggak kasihan sama masa VOC? Hah? gimana?
02:16:42 - Guest: Tuh, lagian dia yang nanya dia yang "Hah? gimana?" gimana sih maksudnya?
02:16:46 - Host: Sementara aku baca lagi ya. Mengenai kuda, kamu kasihan ya sama kudanya. Delman aja dibajak, enggak kasihan sama masa VOC. Hah? gimana?
02:17:01 - Guest: Enggak kasih- enggak kasih- enggak kasihan lu lo kasih-kasihanin sama binatang emang enggak kasihan sama yang masa-masa VOC dulu yang dijajah gitu loh maksud si Peter.
02:17:15 - Host: So your answer is?
02:17:17 - Guest: Kasihan dong itu kan negara saya dijajah gitu. Jawabannya aman-aman aja kali ya? Hehe. Ini soal soal sejarah soalnya, agak serem. Agak serem nih Peter mainnya, kacau.
02:17:34 - Host: Oke. Kita lanjut. Ada komentar dari temanmu. Tapi penasaran sih gue. Apa? Cicak balado. Cicak balado juga penasaran jujur. Entar kita carilah makanan cicak balado entar kita cari lah di Gojek. Kita cari aja atau nyuruh mak gua deh bisa gua ambil cicak nanti. Gua kumpulin, Mak, baladoin dong gua gituin nanti.
02:18:02 - Host: Hahaha. Ada komentar lagi "Kok mundur gitu Dli?" karena aku I know he's kind of weird and strange. Tapi harus mencoba perlahan-lahan menjaga jarak. Makasih atas kejujurannya Dli, makasih atas kejujurannya. Itu yang dibutuhkan dari negara ini sebetulnya, orang jujur.
02:18:23 - Host: Oke kita lanjutkan ada pertanyaan selanjutnya dari Tototaro. Apa tuh? Idola-in siapa? kisahnya gimana kok sampai idolain itu orang? Taro ini memberikan pertanyaan yang bagus dan dalam. Tolong kamu jawab dengan yang bagus, nanti cerita Bu Mawar lagi idola.
02:18:43 - Guest: Bu Mawar sebetulnya idola saya. Enggak dong. Idola, idola tuh banyak sebetulnya sih gue mengidolakan banyak orang. Tapi yang paling berpengaruh di hidup gue adalah Inside Gaming tadi gue bilang, YouTubers yang gue tonton mulu tiap malam. Gua tahu yang namanya podcast dari mereka, gua tahu yang namanya ngejokes tuh ada timingnya, ada punchlinenya bla bla bla dari situ sebetulnya sih namanya Inside Gaming. Berubah jadi Funhaus terus baru tahun ini mereka bubar.
02:19:20 - Host: Funhaus. Funhaus dipegang sama Rooster Teeth. Wah itu lucu banget Dli. Kalau pengen tahu kenapa jokes saya aneh-aneh, salahkan mereka sebetulnya Dli karena gua grow up with them.
02:19:35 - Host: Ini apa sih? grup. Aku jujur enggak ketemu cari di Google.
02:19:43 - Guest: Funhaus, Funhaus kayak tulisan Jerman, Funhaus. YouTube? YouTube. Funhaus. Sekarang mereka udah punya channelnya sendiri-sendiri jadi gua nontonnya di situ palingan. Namanya Funhaus.
02:19:57 - Host: Tetap tidak ketemu. Funhaus F U N H A U S yang warna oren kalau enggak salah deh. Kuning? Kuning ya? Kuning apa oren gitu, iya itu. Rooster Teeth, Rooster Teeth betul sekali itu yang gua suka Dli.
02:20:13 - Guest: Wow itu nge-shape gua sebagai gua yang sekarang sebetulnya Dli. Gua tahu referensi jokes-jokes kotor, jokes-jokes enggak jelas tuh dari mereka tuh.
02:20:25 - Host: Oke. Podcast, tahu podcast di Indonesia kan awam ya podcast ya dulu ya? Mmm. Tidak terlalu oke kecuali aku sebenarnya tahu podcast itu sejak lama 2011, 2012 kayaknya. Tapi itu pun dulu gara-gara pengen dengar kayak BBC atau kayak dengar belajar bahasa Inggris.
02:20:46 - Guest: Iya masih yang kayak gitu-gitu kan podcastnya tuh. Nah salah satunya gaming podcast itu mereka. Gua suka dong gua suka game, pas gua dengerin, mereka enggak ngomongin game, mereka ngomongin hidupnya. Terus ngomongin impact game itu seperti apa di hidupnya gitu loh, tapi dengan kemasan dengan lelucon jadi lucu banget jadi gua nontonin mereka. Dulu punya series main Sniper Elite tapi dia nembaknya bukan ke kepala tapi nembakin bijinya. Itu lucu banget. Oh. Itu lawak kan lucu banget. Kenapa gua sekarang kebanyakan berdialog daripada main game karena mereka kayak gitu. Mereka kebanyakan ngelawak.
02:21:28 - Host: Lebih suka ngoco ya? Lebih suka ngocehnya dia. Jadi kayak "Wah anjir lucu banget" sampai nangis-nangis dulu ketawa gitu. Dari tahun 2011, 12 lah gua nonton mereka sampai bubar akhirnya sekarang.
02:21:43 - Host: Ini ada komentar dari DevNews. Apa tuh? Nabi Muhammad enggak sih Lep? Enggak sih. Enggak ya iya dong, ya iya dong Nabi Muhammad selalu tapi kan itu untuk di jalur agama. Kalau yang hidup pasti ke Nabi Muhammad pastinya.
02:22:01 - Host: Bagus. Cara mengalihkan dan berkilah yang bagus. Memang sudah teruji sejak dini.
02:22:09 - Guest: Nabi Muhammad idola favorit gue lah pokoknya. Hah enggak nyanyi Muhammadku Muhammadku dulu kah? Muhammadku Muhammadku. Wah dulu Dli gue pas zaman-zaman TPA gue nyanyi gituan Dli. Sama TPA gue, tahu enggak gua bagian apa? Bagian rap-nya, tahu enggak lo? Ada rap-nya tahu. Ya Tuhan. "Muhammadku dadananunadu" gitu gua nyanyi itunya Dli jadi gua diapalinnya sama sama guru ngaji gua "Kamu apalin rap-nya ya" gitu.
02:22:42 - Host: Saya juga sering menyanyi lagu-lagu Islam dulu. Tapi aku bagian sulis, Ya Thoybah dan Ummi. Beda generasi. Karena aku dulu mendengarkan kaset. Mmm. Wah gua lagi koleksi kaset sekarang Dli. Kalau gua dulu, dulu kan ada yang itu ya Cinta Rasul 1, 2, 3. Iya benar benar benar. Ada kasetnya terus ada buku liriknya dan dulu koleksi begituan jadi aku hafal Sidanun Nabi dan lain segalanya.
02:23:14 - Guest: Oh jadi lo koleksi kaset lagu-lagu Muslim lah ya gitu lagu-lagu Islam. Betul.
02:23:21 - Host: Baik kita lanjutkan ada pertanyaan dari Zep. If you ever get $50k USD ya ini maksudnya mau kamu langsung kasih charity ke poor people atau for yourself?
02:23:36 - Guest: Kebetulan gua kan orangnya baik hati, gue juga apa ya humble gitu lah orangnya Dli. Heem. Jadi gua bakal mendonasikan semua tadi berapa 50 ya? 50 USD? K. 50k? Iya enggak apa-apa gua kasih semuanya yang membutuhkan.
02:23:54 - Guest: Nah kebetulan yang butuh tuh saya sebetulnya. Jadi buat saya, duit! Fuck poor people, untuk saya! Hahaha. Enggak dong. Pasti setengah-setengah lah setengah-setengah. Gua mau banget kalau gua lagi punya uang, gua cita-cita gua nih beneran ya nih jokes aside gua kalau punya uang banyak setidaknya seperempatnya gua kasihin ke apa pun itulah. Entah orang-orang yang membutuhkan atau gua pengennya donasi ke ini sih Dli, apa namanya? lebih kayak ke organisasi yang berhubungan sama kanker gitu.
02:24:43 - Host: Oh oke. Kenapa spesifik kanker? karena di hidup gua gua selalu bersinambungan sama penyakit itu gitu loh.
02:24:52 - Host: Kantong kering atau beneran kanker? Kanker beneran. Masa kantong kering? kanker beneran, kanker penyakit. Gua mau mau mencari organisasinya atau mungkin di Indonesia enggak tahu ya gua, tapi di luar tuh ada kalau misalnya bisa apa ya nge-develop gitu loh kita bisa ngasih duit untuk mereka nge-develop terus soal obat kanker gitu-gitu gua pengen kalau di Indonesia ada gua pengen kayak gitu gitu loh. Di Indo aja yang dekat-dekat.
02:25:21 - Host: Ini BTW yang dibilang kanker itu bersinambungan dengan Lepmi ya bukan Lepmi yang kena kanker. Iya enggak enggak enggak. Sampai enggak percaya kalau serius kanker. Iya karena aku pikir kamu maksudnya ke kantong kering. Oke. Enggak enggak tapi gue emang ya beberapa orang yang gue sayang tuh beberapa ada yang kena jadi gue "Oh gue pengen lah melawan balik" dendam gua untuk untuk penyakit ini gitu loh. Pengen gua pengen banget.
02:25:50 - Host: Oke Kak. Ada komentar dari Yahmir. "Gue kalau main Dota sering dibilang cancer Lep, bisa ke gue oke?" Enggak itu tandanya kamu adalah virus mematikan Yahmir. Kamu! Kamu yang saya mau basmi! Bukan kamu orang kanker, kamu yang saya basmi. Astagfirullahalazim Yahmir.
02:26:11 - Host: Hahaha. Kalau aku dikasih begituan aku bakal cari apa sih organisasi buat donasi ke pohon ya kalau aku. Oh iya ya ya kayak Greenpeace gitu-gitu ya? Enggak enggak enggak aku kalau misalnya kita bisa dulu kan agak rutin ya ada dana lebih dan aku biasanya kalau buka Kitabisa itu cari yang pohon.
02:26:30 - Guest: Hmm kayak misalnya mereka mau bikin pohon apa kayak hutan apa kayak gitu-gitu biasanya lo ikutan tuh? Iya kayak tanam pohon. Somehow aku tuh kalau mikir kalau aku donasi ke pohon, donasinya panjang seumur hidup kan? Betul, betul sekali. Iya kan pohonnya tumbuh nanti ada buahnya dimakan jadi tempat berlindung dan segala macamnya.
02:26:50 - Guest: Jadi maksudnya feedback-nya ada ke lo juga ya sebetulnya nantinya gitu loh. Benar. Arahnya ke sana. Mmm kamu ternyata ke kanker. Oke. Kanker gua lebih ke penyakit.
02:27:01 - Host: Mulia sekali. Heal the world ya Kak Adli? Betul. Heal the world betul sekali. Heal the world, reboisasi. Iya pokoknya itulah ya.
02:27:11 - Host: Kita lanjut ada pertanyaan selanjutnya dari Dadang. Apa tuh? "Kak Lep apakah nama Anda dan profesi astronot di luar angkasa itu karena Kak Lep merasa sendiri di dunia yang luas ini? dan mencoba mencari bintang-bintang di dunia yang tidak pasti ini?" Ceritanya mau dalam. Wah dalam sekali. Sudah dikorek menggunakan garpu dan sumpit. Uh itu keren banget tuh siapa tuh Dadang tadi ya? Dadang keren sekali, jenius. Tapi emang bener sih itu ini adalah kipas anda.
02:27:44 - Guest: Tapi emang bener sih itu ya dulu gitulah ada ada sisi-sisi begitunya tapi kenapa astronot tuh karena gue dulu temanya adalah yang pengen gue ambil adalah balik ke masa kecil Dli. Makanya gue bikinnya tuh kayak doodle anak kecil gitu kan? dari starting sun gue dari ending gue. Dulu Bio gue aja foto toilet terus gua gambar-gambarin terus tulisannya B A B tapi A nya dicoret jadi R jadi BRB gitu loh. Jadi kayak bercanda-bercandaan anak kecil mainnya game-game retro jadi balik lagi.
02:28:19 - Guest: Nah dulu kan orang cita-cita enggak tahu ya tapi cita-cita yang paling umum disebutkan kalau enggak jadi presiden jadi dokter jadi astronot salah satunya. Betul. Aku juga. Iya kan? iya kan? Wah kayak kita membayangkan wah kayak senang sekali jadi astronot bla bla bla itu gua mengambil dari situ sisi anak kecilnya gitu loh. Tapi ya itulah dulu sempat bikin lore gitu-gitu Dli aneh dah gue bikin lore "Wah gua astronot kisahnya kayak gini-gini" padahal itu yang terjadi di hidup gua gua jadiin cerita aja udah dan enggak pernah gua keluarin juga lorenya akhirnya.
02:28:55 - Host: Sebentar. Sudah gantikah? Apa tuh? Oh enggak masih sama tapi About page yang di Twitch dan di YouTube sama kan? "I don't know why I'm here either".
02:29:10 - Guest: Sudah lama itukah? Mmm enggak sih itu cuma bercanda aja kayak "Gua enggak tahu gua mau ngapain di sini gua mau senang-senang aja udah" gitu loh. Serius? Iya gitu-gitu aja sebetulnya. Tapi emang kadang kisahnya tuh maksudnya gua kadang dulu tuh sering banget bikin tiba-tiba starting sun gua gelap terus ada kodenya terus kodenya tuh bisa di- bisa di-translate terus jadinya jadi kalimat suka gitu-gitu suka ngasih-ngasih kode-kode gitulah karena gua senang aja. Dan ada hubungannya jadi gua punya kisahnya sendiri yang gua keep gitu loh. Jadi ada rinciannya. Oh. Salah satunya itu dulu tuh astronot gua merasa kayak kalau di kamar tuh gua kalau gelap kayak tenang sendirian kayak lagi di bulan nih gitu gelap gitu.
02:30:11 - Host: Oh aku ada pertanyaan kalau begitu. Apa tuh? Apakah di kamar punya bintang-bintang yang ditaruh di langit? Waduh tidak lagi, tidak. Bintangnya itu gua simbolnya tuh orang-orang yang gua sayang tapi udah enggak ada. Jadi gua ngobrol sama mereka. Aduh dalamnya! Wah itu Dli dulu tuh gua sampai segitu-gitunya Dli. Wah gua harus ngobrol sama mereka karena gua juga kalau gua lagi malam tuh pasti gitu ngobrol. Kayak orang gila sih tapi kayak gua ya udah ngobrol aja gitu tapi tenang gua jadinya alhamdulillah gitu.
02:30:52 - Host: Duh Kak kalau misalnya kamu di sebelahku udah kupupuk dari tadi pundaknya. Hehe. Agak skizo ya? Enggak ya enggak enggak ke skizo ya aduh. Kadang-kadang ketawa sendiri hahaha gitu "Mau minum gak? mau minum gak?" gitu jadi gila jadi gila tapi enggak gua maksudnya malam hari kan waktu yang tepat untuk ngobrol dulu gua gitu Dli orangnya kalau sendiri begitu. Jam-jam overthinking ya? Iya orang-orang overthinking juga. Oke. Heem.
02:31:11 - Host: Mau nangis? silakan tisunya silakan disiapkan kita aku dari pertanyaan aku ini masih pertanyaan kedua lo ya belum masuk ke pertanyaan yang dalam. Gila siap enggak apa-apa. Kita lanjut ada pertanyaan dari Zep. Masih bisa enggak jadi astronot beneran? terus kalau dijadiin film judulnya apa menurut Mas Levi?
02:31:15 - Guest: Kalau jadi film gue jadi astronot aja udah. Gue enggak jadi astronot beneran sih enggak, gue enggak mau. Tapi kalau misalnya gue bisa memerankan diri gue sebagai astronot di film tuh pengin sih gue. Keren sih gue. Keren keren. Tapi judulnya apa? "A Million Miles Away" gitu judulnya.
02:31:34 - Host: Wah. "A Million Miles Away".
02:31:37 - Guest: Itu satu bait dari lagunya, soundtrack-nya Her pokoknya tuh. Moon Song. "A Million Miles Away". Itu. We're here a million miles away. Wah itu dulu ini banget Dli, apa namanya nyentuh gitu liriknya.
02:31:55 - Host: Ada filmnya lho.
02:31:56 - Guest: Iya Her?
02:31:57 - Host: Enggak. "A Million Miles Away".
02:31:59 - Guest: Gue enggak tahu tuh.
02:32:00 - Host: Ada filmnya.
02:32:01 - Guest: Oh enggak bisa berarti guys kita, cancel. Gak bisa udah bubar-bubar, bubar-bubar. Gak jadi produksi kita. Atau enggak kita "A Million Miles Away" tapi tanda seru. Gitu bisa tuh, bisa menghindari dari copyright.
02:32:15 - Host: Ngugas ya. "A Million Miles Away" ngugas gitu ya.
02:32:18 - Guest: Iya betul.
02:32:20 - Host: Genre filmnya apa aja? Kalau dengan judul begitu sih aku genrenya mengharu biru ya.
02:32:27 - Guest: Semi sih gue genrenya.
02:32:29 - Host: Semi apa?
02:32:30 - Guest: Semi romantis maksudnya. Semi romantis, semi drama gitu maksud gue Dli. Belum kelar gua ngomong. Belum kelar.
02:32:40 - Host: Oke. Semi, baik. Pengetahuan Anda luas juga ternyata.
02:32:45 - Guest: Kan demen Korea Dli. Oh. Iya maksudnya ada yang semi rock, ada yang semi pop. Mereka tuh setengah-setengah gitu. Oh iya iya gitu gue suka nih film- maksudnya lagu- lagu semi.
02:33:05 - Host: Hahaha. Lanjut lanjut. Anjir sampai speechless deh kasihan. Hah kita lanjut ada pertanyaan dari Tototaro. Apa tuh? "What if konsep streaming atau brandingmu bukan astronot dan retro-retroannya? Mau ambil konsep yang gimana?"
02:33:24 - Guest: Konsep... ya itu tadi sih konsep anak kecil aja sih sebetulnya.
02:33:28 - Host: No. What if konsep streaming atau brandingmu bukan astronot.
02:33:32 - Guest: Oh kalau misalnya konsep gua bukan bukan itu retro dan... Wah gua enggak tahu tuh apaan ya. Gila susah juga sih mikirin itu. Alternate ininya ya ceritanya. Alternya tuh gue... enggak tahu Dli gila gua enggak tahu. Biasanya sih gue waktu itu pengin bikin konsepnya kayak bahas musik sih beneran full radio. Gitu itu itu.
02:33:55 - Host: Komentar si Sya. Konsep apa? Konsep grooming kan anak ke- hah kok gro- konsep Sya jawabannya. Kamu tahu itu kah?
02:34:04 - Guest: Konsep grooming tuh apa?
02:34:06 - Host: Grooming. Grooming anak kecil. Astaghfirullahalazim ya Allah ya Tuhan. Sudah di dalam jurang kah di di bawah? Dalam.
02:34:14 - Guest: Astaghfirullah Sasha. Aku kenal kamu enggak kayak gitu lho. Aku kenal kamu enggak kayak gitu orangnya. Kamu tuh orang baik. Kamu orang baik, kamu rajin salat, kamu dekat dengan Tuhan, tuh sering berbicara dengan Tuhan. Ya udahlah masa di pacar dibilang grooming anak kecil.
02:34:33 - Host: Hahaha. Masa konsepnya pedofil gue? Konsep gue pedofil? Masa gue ngomong gitu. Astaghfirullahalazim, Astaghfirullahalazim. Itulah paling gue. Gue enggak tahu full radio sih palingan bahas musik, full musik. Gak game sama sekali.
02:34:52 - Host: Ah kebayang. Heem jadi beneran bikin live FM aja enggak usah Youlevme namanya. Oh kayak yang di TikTok ya? Radio Tengah Malam.
02:35:01 - Guest: Yoi bener kayak gitu-gitu. Namanya Radio Tengah Malam tapi di setiap saat dia live terus.
02:35:06 - Host: Live terus. Betul. Sampai siang sampai siang padahal namanya Radio Tengah Malam. Betul betul. Itulah pentingnya mencari nama.
02:35:14 - Guest: Betul sekali Mas Adli itu emang harus dipikirin. Karena banyak tahu Dli orang yang bikin lu- apa judul apa dilakuinnya apa tuh banyak sebetulnya. Nah gue tuh salah satu orang yang gue pikirin banget makanya dengerin lagu, sesi dengar deh namanya gitu lho yang nyeleneh aja udah. Gue punya weekly dulu acaranya kita random main game apa namanya "Lep Main Apa?".
02:35:38 - Host: Iya betul. Ya yang kayak gitu-gitu senang gue. Kayak judulku kan Weekly Midnight Radio artinya kan mingguan.
02:35:45 - Guest: Betul. Weekly Midnight Radio. Udah tuh udah udah semuanya tuh. Weekly iya, Midnight iya, konsepnya kayak radio iya, udah.
02:35:54 - Host: Oke. Mari kita baca komentar sebentar. Inilah kenapa kita partner ya Pio? Betul. Orang-orang sejenis itu saling menarik. Hahaha. Freak emang freak, partner freak emang sebetulnya. Komentar di bawah jurang. Ah belum ada pertanyaan dari viewer, kita lanjut ke pertanyaan dari aku kalau begitu. Boleh boleh banget.
02:36:18 - Host: Momen yang paling mengesankan selama ini selama streaming di Twitch apakah? Sudah 3 tahun lebih.
02:36:25 - Guest: Momen paling mengesankan tentunya 1k followers kemarin sih.
02:36:29 - Host: Oh iya baru kan?
02:36:30 - Guest: Alhamdulillah banget Dli.
02:36:32 - Host: How how do you feel?
02:36:33 - Guest: I feel proud sih gitu. Senang banget gue alhamdulillah banget karena apa ya ya secuek-cueknya kadang tuh mikirin gila teman-teman gue udah 1k. Adalah pikiran-pikiran kayak gitu. Teman-teman gue udah pada 1k gue belum ya gitu. Gue belum, wah ketinggalan nih gila. Wah gue gimana ya? Apa emang gagal atau apa kayak suka-suka mikir-mikir kayak gitulah kalau lagi jelek pikirannya gitu. Tapi pas tiba-tiba vep 1k followers langsung alhamdulillah banget senang banget. Dan bingung juga kamu ngapain follow saya teman-teman?
02:37:07 - Host: Kok gitu?
02:37:08 - Guest: Gak ada isinya. Tapi maksudnya gue alhamdulillah dan bingung juga gitu lho. Gila gue streaming kayak gini 1k followers alhamdulillah banget gitu diterima banyak orang.
02:37:19 - Host: Tapi ini kan milestone ya?
02:37:21 - Guest: Iya benar pastinya bakal ada goals-goals berikutnya lah. Hmm oke. Ini off- 1k itu kecapainya offline kah online kah?
02:37:31 - Guest: Online. Pas banget online kalau enggak salah deh. Iya online online online. Online di-follow sama orang tapi gua biasanya men- ini dulu apa kayak memastikan dulu ini beneran yang follow orang atau bot. Karena kadang dulu gua pernah 900 followers kalau enggak salah deh apa 800. Pas zaman itu gua 1- 800 followers tuh. "Weh alhamdulillah kita celebrate stream woah." Terus pas gua offstream tiba-tiba jadi 799.
02:37:57 - Host: Oh.
02:37:58 - Guest: Terus eh atau enggak 798 gitu. Yah botnya kali ada botnya gitu. Makanya pas kemarin gua pastiin dulu dan ternyata 1k berapa gitu 1k 10 apa berapa gitu. Jadi wah alhamdulillah gitu.
02:38:11 - Host: Kayak- kayaknya aku tidak di saat yang tepat. Pas 1k kemarin ngapain kah?
02:38:16 - Guest: Ngobrol kayaknya deh ngobrol-ngobrol doang kita lagi just chatting seingat gue.
02:38:21 - Host: Oh just chatting atau lagi ngobrol lagi- maksudnya just chatting atau lagi main game gitu. Lupa lagi. Maksudnya kamu teh dan orang yang hadir di saat 1k itu apakah tidak memberikan sesuatu?
02:38:32 - Guest: Iya pada congrats weh ayo gitu. Sama-sama senang alhamdulillah pada senang-senang aja sih. Support banget gila gua senang banget tahu mereka tuh walaupun aneh ya walaupun enggak jelas sisaan tapi gue senang sekali mereka tuh support gitu dengerin. Gua kan ngomongnya ngaco ya Dli atau kadang-kadang jahat gitu mulutnya tapi pada kayak wah haha gitu pada bawa bercanda doang jadi gua senang sama mereka-mereka. Oke.
02:39:03 - Host: Ini ada komentar dari Yahmir. Eh dari Zep. Oh wow. Ini ada komentar dari Yahmir. "We always support you Mas" kata Zep. Kemudian ada komentar dari Yahmir "Ya udah gue unfollow deh Lep demi lu". BTW followernya udah 1022 jadi di-unfollow satu ya 1021. Gak berkurang 1k.
02:39:24 - Guest: Jangan dong Mir Mir jangan dong Mir jangan Mir. Kemudian ada komentar lagi dari Shazerao "Levovers selalu dukung" ciee emoji sparkle. Iya. Kemudian ada kaget The Final ini apa?
02:39:39 - Host: Apa?
02:39:40 - Guest: Gak tahu kaget the- oh The Final iklan iklan.
02:39:43 - Host: Oh tadi iklan. Makanya sub, makanya sub makanya sub guys katanya biar enggak iklan. Oke. Ada komentar juga dari Yahmir sebenarnya tapi biasanya ke aku. "Oh iya congrats Lep agak lawas sih". Gak apa-apa dong thank you thank you.
02:39:58 - Host: Oke kita lanjut ada pertanyaan dari viewer. Bakaborn menanyakan "Bang cerita dong momen 100 tusuk sate". Kalau tidak salah kamu pernah kan ya?
02:40:08 - Guest: Pernah sama Sya pas jadian sama Sya.
02:40:11 - Host: Ngapain?
02:40:12 - Guest: Gue jadian terus kita kayak foto di Twitter gitu terus ada teman baik kita Polokojoho dia bilang "Kamu harus makan 200 tusuk untuk selebrasi kalian bertemu dan jadian" katanya gitu. Dia bule soalnya dia bule jadi ngomongnya gitu tadi. Terus ya udah ya saya kirim duitnya udah dikirim duitnya. Gua lagi di Semarang makan sate kita 200 tusuk, enggak nyampai sih 100 lebih. Soalnya abangnya enggak ada katanya. Enggak ada enggak ada 200 tusuk adanya 100 lebih. Udah makan. Bareng ada teman baik kita juga mod gue juga Solehman bareng bertiga kita jadinya makan di situ. Gua enggak kelar gua. Mau mati gua Dli. Gue berasa kayak mau mati tuh makan sate anjir.
02:40:53 - Host: Aku punya dua pertanyaan. Apa tuh? Satu apakah- eh tiga pertanyaan. Oke. Apa tidak mual?
02:41:00 - Guest: Itu gua bilang mau mati. Mual mual parah mual parah. Itu kayak peternakan kali gua di dalam tuh ayam semua tuh potongannya. Itu kayaknya kalau disambung-sambungin jadi ayam utuh lagi deh itu tuh kalau disambungin di perut ya jadi ayam utuh tuh keluarnya. Kacau.
02:41:17 - Host: Ada komentar punggungnya bolong enggak dikira Suzanna? Suzanna doang itu dibayar pakai daun anjir. Kamu habis makan 150 tusuk kata Sya ini 150 tusuk apakah tidak darah tinggi? Kamu kan darah rendah ya kayaknya?
02:41:33 - Guest: Betul! Kok tahu gua darah rendah?
02:41:35 - Host: Kan sering pingsan dan jatuh katamu dan sering pusing.
02:41:38 - Guest: Oh iya bener bener bener bener. Iya darah rendah enggak sih enggak masih aman alhamdulillah aja. Gua gua enggak nyampai ratusan gue kayaknya 50 kayaknya deh maksimal. Sisanya si Solehman itu makan dia.
02:41:53 - Host: Jadi normal dong. Itu aku suka ya makan daging karena bisa bagi yang darah rendah kayak kita ini bisa naikkan darah kan?
02:41:59 - Guest: Iya ya bener juga. Tapi kalau kebanyakan sih pusing ya biasanya. Pusing mual doang sih udah itu doang karena gua enggak kebiasaan makan sebanyak itu sate. 20 saja udah cukup gue. Atau 10, 10 udah cukup.
02:42:14 - Host: Oke satu pertanyaan lagi dari aku kalau begitu. Boleh. Si Solehman apakah tidak mengumpat-ngumpat ketika diajak menjadi lalat?
02:42:21 - Guest: Mmm dia justru senang sih. Wah kan acara makan sate kah? Makan gratis juga karena waktu itu dia pernah ke kota gue, gue yang maksudnya gue yang nemenin. Pas gue ke kota dia ya pasti dia juga mau ikut turut nemenin juga gitu. Kita juga ramai-ramai. Lebih tepatnya si Sya yang jadi nyamuk ya pada saat itu ya? Kenapa? Kok lawak? Lebih banyak ngobrolnya sama si Solehman akhirnya Sya-nya kayak udah di belakangnya dia ngelihatin gua bercanda-bercanda sama si Solehman karena gue sama Solehman kalau bercanda tuh udah kayak kayak anak kecil ketemu aja udah wah apa aja dibercandain gitu.
02:43:03 - Host: Oh salah pertanyaan aku berarti. Baik. Gitu. Aduh ya Tuhan. Bercandanya abnormal. Bercanda abnormal sampai enggak ngerti tuh Sya kasihan banget dia sampai nyengir-nyengir doang dia.
02:43:18 - Host: Oke kita lanjutkan ini pertanyaan aku selanjutnya karena belum ada pertanyaan dari viewer. Kita lanjutkan momen yang paling menyenangkan dan momen paling menyedihkan selama ini selama streaming di Twitch. Waduh menyedihkan susah juga tuh. Menyedihkan dulu deh menyedihkan ya. Momen paling menyedihkan itu sebetulnya di Twitch adalah gue pada saat itu yang itu yang gue bilang PC gue belum memadai. Oke masih pakai Mac segala macam. Senang-senang juga sih senang-senang tapi kadang-kadang tuh ada momen di mana gue pengin melakukan hal ini tapi enggak cukup karena komputernya tidak memadai gitu lho tidak tidak bisa melakukan itu karena nge-lag kalau misalnya gue melakukan ini gitu. Mau main game apa tuh gue enggak bisa itu sedih kadang-kadang kayak ya Allah gue pengin main game ini padahal di stream biar seru-seruan tapi ini malah gara-gara komputernya begini gitu. Itu sih yang paling sedih itu. Paham.
02:44:03 - Host: Yang paling menyenangkan gua bisa menjadi salah satu teman streamer yang gue idolakan lah di Twitch. Siapa? Itu Sentien Baopau.
02:44:11 - Host: Oh why?
02:44:12 - Guest: Karena gua mengidolakan dia banget Dli. Gua- ini kayaknya ada orang mengidolakan dia. Jadi gue senang banget sama dia karena menurut gua di antara streamer-streamer yang gua tonton dia yang paling bawaannya kayak anak tongkrongan. Jadi kayak ngomong tai ya ngomong tai gitu. Ngomong anjing ya ngomong anjing. Jadi bawaannya kayak wah ini lucu banget nih cewek gitu lho. Ini lucu banget dia itulah jokes-nya hampir sama kayak gue gitu lho. Dan dia yang pada zaman itu karena gue lagi- lagi apa ya lagi galau-galau soal sesuatu dia yang ada di situ untuk maksudnya gua gua nonton stream dia gua terhibur. Dan akhirnya dia kenal gue for some reason gua enggak mengerti kenapa karena gua sering aktif di chat-nya kali. Dia follow gue, dia tahu gua streaming, kita collab. Akhirnya sempat bikin acara bareng turnamen Tetris. Wah itu momen menyenangkan karena gua akhirnya kayak wah anjir ini dia orang yang gue gue kagum-kagumi sekarang gua ngobrol sama dia. Sampai sekarang gua kalau ngobrol sama dia gua kadang suka masih enggak nyangka Dli kayak anjir gua ngobrol sama dia lagi gitu. Dia ini orang keren gitu gua sih gitu. Mmm itu sih.
02:45:22 - Host: Sama bikin komunitas itu UMT. Komunitas. UMT?
02:45:26 - Guest: Under Maintenance bersama teman baik gua DevNews dan Anna Fofana. Gua tiga streamer nih kita Youlevme, DevNews dan Anna Fofana kita bikin komunitas namanya Under Maintenance. Itu mengumpulkan banyak orang-orang baik seru aneh bisa diajak seru-seruan mau kayak gimana pun mereka tuh. Itu yang membuat gua kayak wah kita akhirnya bikin komunitas seperti ini gua senang banget gitu.
02:45:51 - Host: Ini tidak ada di about page.
02:45:53 - Guest: Mmm UMT tuh ada di kalau tanda seru server kalau enggak salah deh atau tanda seru discord gitu. Itu di situ. Oh Discord server yang dimaksud dengan komunitas? Discord server betul. Tapi kita bikinnya komunitas lah bilangnya lah gitu lho. Oke. Bikin acara bareng juga waktu itu mereka ngeramain juga acara kita namanya Top of the Castle itu Fall Guys fun match yang kita bikin rencananya pengin tiap tahun tapi kayak belum tahulah gitu. Nah itu bikin kayak gitu mereka ngeramain. Kita bikin apa ngeramain jadi kayak senang gue. Senang kayak Slankers kita kayak Slankers ramai-ramai datang "Woy" gitu bawa-bawa bendera gitu entahlah. Oke seru seru seru.
02:46:44 - Host: Ini ada komentar di kolom chatroom "Yang paling menyenangkan ketemu aku ehe" kata Shazerao. Itu juga dalam hidup iyalah. Ya ya ya ya ketemu Sasha lah pasti. Ya ya ya ya ya ya ya ya jawaban ya ya ya ya. Saya single. Jangan- jangan lovey-dovey di depan saya nanti saya iri.
02:47:04 - Guest: Gak apa-apa Dli enggak apa-apa kan kalau kata Young Lex tuh single woles katanya. Di tahun 2014 ya kata Young Lex ya.
02:47:11 - Host: Aku sih woles ya cuma aku kalau melihat orang kayak lovey-dovey di depan mata tuh kayak iih gemas. Jangan depan saya. Betul saya single. Saya enggak punya siapa-siapa yang dipeluk kecuali bantal. "Depan kita tuh" kata Dadang tuh. Iya depan kita Anda juga single berarti weh. Hah kita lanjut ada pertanyaan dari Zep. Oke. Ada momen supranatural enggak selama hidup kamu Mas Levi? Cerita dong. Waduh kenapa jadi serem supranatural tuh hantu-hantu gitu maksudnya. Mungkin ketemu dengan khodam? Tapi ada kan itu kan masuk ke cerita supranatural ya kayak misalnya misalnya kamu kamu kayak ketemu kembaran atau misalnya ada orang yang ketemu kembaran kamu padahal kamu enggak di situ.
02:48:15 - Guest: Oh alhamdulillahnya sih gua enggak pernah Dli. Tapi yang paling horor sebetulnya dalam hidup gua adalah melihat ke depan sih karena kebetulan PC gue nih setup-nya kalau gua melihat ke atas di atas monitor gitu ada lukisan gede banget. Itu lukisannya lo gambarin ya lo gambarin dari otak lo nih. Ini ada mbak-mbak pakai apa ya pakai baju tradisional gitu terus dia hidungnya hidung babi.
02:49:32 - Guest: Terus background-nya merah sebetulnya nih. Tapi kalau kita teliti, itu ada wajah orang.
02:49:40 - Guest: Ada wajah orang lagi liatin ke kitanya. Ini lukisan dibikin oleh namanya Mbak Sekar.
02:49:48 - Guest: Mbak Sekar ini selain suka menulis, dia suka bikin cerita horor.
02:49:54 - Guest: Sempat difilmin berjudul "Pintu Terlarang" yang dibikin sama Joko Anwar. Coba salah satu penulisnya kalau nggak salah itu, Sekar.
02:50:06 - Guest: Gitu dia. Bokap beli soalnya teman dekat juga sama Sekar ini, si Mbak Sekar ini.
02:50:12 - Guest: Beli, terus bingung mau taruh mana. "Aku taruh mana ya? Sudah dibeli mahal-mahal lukisan nggak tahu taruh mana."
02:50:19 - Guest: Akhirnya taruh kamar gua karena gua suka juga sih lihat-lihat. Tapi senang.
02:50:24 - Guest: Tapi orang-orang kayak, "Lep, lu nggak bisa tidur apa kayak gitu-gitu?" Bisa sih, sudah terbiasa. Biasa-biasa saja.
02:50:32 - Host: Circle kamu sudah ternama sejak lama ya?
02:50:36 - Guest: Apa? Circle aku gimana tuh maksudnya?
02:50:40 - Host: Sudah dengan orang besar-besar sejak lama.
02:50:43 - Guest: Oh, nggak. Maksudnya berkecimpung di dunia seni bokap sama nyokap, jadi kenal-kenal kayak gitulah.
02:50:49 - Host: Ini by the way kenapa lukisannya ditaruh di kamar? Kenapa tidak di luar?
02:50:54 - Guest: Karena di luar juga takut semuanya, kecuali saya. Gua biasa-biasa saja jadi kayak "Wah, ini art sih gitu."
02:51:00 - Guest: Soalnya dalam maksudnya ya sudah masuklah, taruh. Senang gue yang kayak gitu-gitu, yang aneh-aneh itu demen gue.
02:51:08 - Guest: Ada hobi-hobinya tuh.
02:51:10 - Host: Oke. Ini ada komentar. "Oh, yang cerita Mas Levi yang bapaknya beli lukisan nggak sih waktu itu?"
02:51:16 - Guest: Iya betul, betul itu gua beli, bapak gua beli lukisan di kamar. Jadi di studio dia itu ada lukisan yang si Mbak Sekar ini juga.
02:51:25 - Guest: Lukisannya lebih aneh lagi. Lukisannya banyak gitu mengelilingi kamarnya, kan kotak gitu mengelilingi gitu set.
02:51:33 - Guest: Itu isi lukisannya adalah gambar orang-orang pakai baju tradisional gitu, banyak, cowok. Lagi liatin kita.
02:51:41 - Guest: Jadi kalau kita tidur tuh itu kayak lagi di dalam ritual untuk manggil setan kayak gitu. Soalnya itu kayak mengelilingi kita kan.
02:51:50 - Guest: Jadi kayak, "Wah gitu." Bokap suka karena memang art-nya bagus sebetulnya. Tapi memang kalau dideskripsiin emang horor.
02:52:00 - Host: Tapi kamu sejauh ini nggak ada kayak sesuatu yang terjadi di kamar?
02:52:05 - Guest: Ada beberapa kali tapi gue ya biasa saja. Biasa saja.
02:52:12 - Guest: Gua lebih seram orang cerita horor. Waktu itu Shya jam-jam segini nih, jam 3 pagi lah tiba-tiba cerita horor. Gua kan takut ya.
02:52:21 - Guest: Gua sebetulnya takut, tapi gua nggak percaya akan hal itu gitu, ngerti nggak sih lu? Jadi gua takut wujudnya.
02:52:28 - Guest: Gua takut dikagetinnya gitu. Karena dulu dari konsumsinya kalau lihat setan tuh pasti dikagetin gitu lho. Dan gua orangnya kagetan.
02:52:37 - Guest: Dari situnya sebetulnya. Adalah yang tiba-tiba terdengar ada yang buka pintu "trek" gitu. Pas gua lihat nggak ada gitu.
02:52:45 - Guest: Itu ada tapi kayak ya sudahlah, brush off saja.
02:52:48 - Host: Berarti betul ya komentar si Shya, sudah temenan dia.
02:52:51 - Guest: Hahaha jangan-jangan. Gua sudah berdamai saja sih.
02:52:55 - Guest: Dulu pernah baru-baru pindah di sini, jadi posisinya gua nggak punya kaca kan di kamar nih. Gua taruh kaca nih pas banget di seberangnya lukisan ini.
02:53:05 - Guest: Nah, posisi kasur gua itu ketika bangun, gua lihat kaca itu kan. Bangun nih, itu kaca di depan tuh gua lihat tuh kaca.
02:53:11 - Guest: Nah, kacanya tuh mantul ke muka si wanita babi ini. Jadi kalau bangun tuh langsung lihat si wanita babi itu kayak "weh" kaget.
02:53:20 - Guest: Nah mangkanya gua langsung gua tutup kacanya. Jadi nggak ada kaca deh di kamar. Ada sih jadi di pinggir gitu aneh deh bentukannya.
02:53:30 - Host: Ada komentar dari Shya. "Ada yang pernah main ukulele."
02:53:34 - Guest: Iya ada, ada, ada. Ukulele gua posisi di kamar tapi ukulele di luar suaranya.
02:53:41 - Host: Mau main lagu kali, mau main lagu. Mau nyanyi, mau nyanyi lagu Nike Ardilla kayaknya dah.
02:53:47 - Host: Kalau begituan nggak takut?
02:53:50 - Guest: Biasa saja sih, maksudnya gua penakut. Nggak tahu cara deskripsiinnya susah, gua penakut.
02:53:57 - Guest: Tapi kalau yang kayak gitu-gitu alhamdulillah gua merasa kayak ya sudah, maksudnya dengan cukup doa saja, cukup istighfar tuh kayak ya sudah amanlah gue.
02:54:08 - Guest: Soalnya gua merasa mereka nggak bakal attack gua kalau misalnya gua nggak aneh, gua nggak melakukan hal-hal aneh gitu lho, gua merasanya ya.
02:54:16 - Guest: Ya selagi gua ya sudah biasa-biasa saja dia biasa-biasa saja. Ganggu-ganggu dikit juga ya sudahlah gitu sih.
02:54:25 - Host: Oke. Mumpung belum ada pertanyaan dari viewer kita lanjut ke pertanyaan aku selanjutnya kalau begitu.
02:54:33 - Host: Kalau Dli penakut kah? No, aku biasa saja. Game horor aku malah lempeng sebenarnya Lep.
02:54:40 - Host: I am pretty good at handling horror things. Nah aku suka-suka saja. Oke.
02:54:46 - Host: Kamu kan pernah itu ya sebetulnya dulu kayak tanya di Twitter ada saran game horor nggak guys?
02:54:53 - Guest: Iya benar. Nggak tahu apakah selesai atau tidak kamu main game horor di sesi itu.
02:54:59 - Guest: Selesai, itu buat live main apa horor spesial waktu itu. Kelar gue, kelar, alhamdulillah kelar. Jantung gua juga kelar tuh orang gua kagetan Dli.
02:55:09 - Guest: Gua digertak gitu gua kaget, "eh" gitu pasti gitu.
02:55:12 - Host: Kalau aku di game horor sih aku lempeng doang. Jadi kalau misalnya orang nonton aku main horor, orang yang lain terkejut, akunya kayak lempeng doang.
02:55:20 - Host: Jadi orang kayak "Hah", akunya kayak "Oh, oke".
02:55:23 - Guest: Oh lu biasa-biasa saja justru ya. Tidak sebeda orang lain di handling.
02:55:28 - Host: Iya betul. Orang-orang kalau nonton channel aku mereka terkejut dengan jump scare, akunya kayak lempeng, "oh oke".
02:55:34 - Guest: Gua nggak bisa gitu sih, gua pasti loncat ke belakang "wah" gitu pasti kalau dikagetin.
02:55:39 - Host: Jadi kurang seru mungkin ya bagi orang lain. Apa kalau oh reaksinya ya? Iya bagi orang lain yang nonton kayak "Kenapa kok lempeng doang ya?".
02:55:48 - Host: Ya sudahlah ya. Kita lanjut kalau begitu boleh. Pertanyaan aku selanjutnya aku terkejut sama Kartli salah jalan.
02:55:58 - Host: Iya kayaknya aku pernah begitu, oh iya aku pernah itu di kayak ditrik salah jalan ke sini ternyata aku seharusnya tidak jalan ke situ.
02:56:08 - Host: Dan yang terkejut orang lain, bukan aku.
02:56:11 - Guest: Ya begitulah tetap saja yang terkejut orang lain anjir. Dia mah biasa-biasa saja.
02:56:16 - Host: Ya gitulah ya. Kita lanjut pertanyaan dari aku selanjutnya kalau youlevme bisa membandingkan diri sendiri dengan 3-6 bulanan atau bahkan 1 dan 2 tahun yang lalu, apa kira-kira yang berubah?
02:56:30 - Host: Selain fisik.
02:56:32 - Guest: Hmm, 2 tahun yang lalu. Kalau 6 bulan sih kayaknya nggak ada perubahan sih yang signifikan ya.
02:56:40 - Host: Kecuali sesi streaming yang semakin berkurang?
02:56:43 - Guest: Iya betul. Dan tidak ada weekly schedule juga, biasa bikin weekly schedule tapi lagi nggak sekarang.
02:56:52 - Host: Eh sebentar. Ada komentar, "Lepio nggak jomblo lagi". Ini baru 6 bulan yang lalu, masa? Sudah lama bukan?
02:56:58 - Guest: Nggak dong, gua baru sama Shya itu November.
02:57:02 - Host: November, 9 bulan. Aku pindah kalian jadian?
02:57:07 - Guest: Betul. November itu. Kalau 2 tahun yang lalu gua kayaknya sekarang lebih apa ya?
02:57:16 - Guest: Suka bingung juga sih gua, gua jeleknya gua Dli, gua jarang memikirkan perubahan gitu dari setahun ini ke tahun ini ke tahun ini gitu gua suka nggak mikirin.
02:57:28 - Guest: Tapi kalau dipikir-pikir gua lebih bisa menghandle situasi apapun dalam streaming. Dulu tuh gua masih bingung.
02:57:37 - Guest: Kalau misalnya diraih gua bingung, ada yang aneh gua bingung, tiba-tiba ada yang curhat gua bingung gitu. Tapi kalau sekarang kayak ya sudah.
02:57:46 - Guest: Karena gua dulu merasanya ini kayaknya beda deh dari radio, jadi gua nggak bisa nih implementasi ilmu radio gua ke sini gitu karena ini media yang beda.
02:57:56 - Guest: Tapi lama-kelamaan bisa dicampur sih sebetulnya Lep gitu. Dan lebih lancar, lebih confident. Alhamdulillah sekarang gitu.
02:58:05 - Host: Kenapa bingung kalau ada yang curhat?
02:58:08 - Guest: Karena pada saat itu gua lagi opening, lagi senang-senangnya, dia curhat habis diputusin. Kan gua jadi down langsung bap-bap-bap-tut turun mood-nya Dli.
02:58:20 - Guest: Bayangin itu prototipe acara "Live Main Apa" horor dulu, namanya masih "Variety Sunday" namanya.
02:58:27 - Guest: Lagi bikin kayak gitu jadi kayak "Selamat datang semuanya ke apa Variety Sunday, terus halo selamat datang si siapa" gitu namanya lupa gua.
02:58:36 - Guest: "Terus bang gua mau curhat." Kan gua jadi langsung turun mood-nya tuh dari yang coba nge-hype itunya langsung dia turun tut sudah turun deh cerita dia diputusin.
02:58:48 - Guest: Terus kayak eh diputusin, ditolak apa diputusin lupa gua, ditolak kalau nggak salah. Sudah dia minta tips and trick gimana bang melewatinya katanya gitu.
02:58:58 - Guest: Ya sudah gua akhirnya sesi curhat 20 menit. Tapi donate habis itu sama dia. "Makasih bang sudah dengerin gua" gitu-gitu.
02:59:07 - Host: Aneh-aneh. Tapi kan di sisi lain itu sebenarnya viewer kamu kayak apa sih trust ke kamu dong ya?
02:59:14 - Guest: Dia baru follow Dli. Oke dia baru follow gue pas dia donasi.
02:59:22 - Guest: Jadi dia sebelumnya pas dia mau cerita lagi curhat tuh dia nggak belum follow gue.
02:59:27 - Host: Oh setelah curhat didonasi, didonate begitukah?
02:59:30 - Guest: Didonate 50 ribu terus baru follow. "Makasih bang sudah dengerin gue". Iyalah "halo" gua paham.
02:59:37 - Guest: Ini basically kamu digantiin jadi konsuler ya. Jadi konsuler gua, gua bilang nih siapa gua.
02:59:43 - Host: Aduh komentar si Bakaborn, si cowok paling perhatian. Eh si iya tuh anjir perhatian banget. Oke.
02:59:52 - Host: Tapi sejak 2 tahun yang lalu sudah mulai berangsur-angsur bisa, ada komentar dari Shya. Apa itu "Konsultasi di Halodoc kita pakai Halo Lep".
03:00:03 - Guest: Wih, dulu gua pernah mau bikin acara kayak gitu Dli namanya "Dokter" belum tahu namanya apa tapi "Dokter Live", konsul cinta ceritanya.
03:00:13 - Guest: Jadi kalau orang mau konsul-konsul cinta sama gue. Dan gua gimiknya jadi dokter gitulah. Jadi love guru tahu nggak sih love guru love guru di YouTube tuh.
03:00:23 - Guest: Kan suka dengan suaranya berat terus belakangnya lagu-lagu jazz gitu. Oh "Love Guru di YouTube", aku pikir "Love Guru yang lain".
03:00:32 - Guest: Bukan, love guru yang apa pun itulah love guru kan pasti dibawanya dengan sensual gitu ya. Jadi gue pengin kayak gitu-gitu tapi belum tersampaikan.
03:00:43 - Guest: Itu ide dari 3 tahun yang lalulah belum tersampaikan.
03:00:47 - Host: Oke. Sekarang sejak 2 tahun lalu sampai sekarang sudah bisa menghandle dengan lebih baik.
03:00:54 - Guest: Gua sih merasanya sudah alhamdulillah sudah sudah bisa dihandle sih. Alhamdulillah.
03:01:00 - Guest: Maksudnya gua sudah tahu apa yang gua mau lakukan sekarang gitu lho. Jadi kayak gua kalau lagi ngejoks gua mau arahnya ke sini bisa gua gituin.
03:01:10 - Guest: Kalau dulu gua ya sudah kayak gua jadi diri sendiri saja gitu lho. Kadang-kadang kayak ngomongnya belibet-belibet, kadang-kadang apa gitu lho karena masih belajar juga kan.
03:01:21 - Guest: Beda soalnya Dli, jadi syok saja kali ya dari Covid soalnya itu ada span waktu setahun gua ngomong sama tembok doang kali alias tuh Covid.
03:01:31 - Guest: Susah kan ngomong sama orang. Gua nggak bisa ngobrol Discord gitu nggak bisa dulu jadi gua menghindar Discord.
03:01:37 - Guest: Jadi harus ketemu gua tuh kalau nongkrong. Jadi kan susah ya. Susah pada saat Covid. Jadi gua kayak ya sudahlah mending nggak usah ngomong atau nggak chattingan saja gitu.
03:01:47 - Guest: Sudah, 2021 mulai banyak ngomong, kan jadi susah ngomong ya jadi au-au gitu karena setahun itu sudah nggak dibiasain lagi untuk siaran blablabla.
03:01:58 - Guest: Hilang soalnya kayak bawelnya pasti. Oke. Ini ada komentar lagi.
03:02:02 - Host: Apa tuh? ShyaZheru berkomentar "Bikin sesi bulanan Dokter Lep kah Maniz?".
03:02:08 - Host: Kamu jangan tumpah-tumpahkan ide kamu juga ya. Dia juga kan dia dokter gigi nih Dli, dia mau bikin tadinya kayak gitu biar kayak buat konsul-konsultasi gigi.
03:02:18 - Guest: Tapi nggak jadi-jadi. By the way kalau ada konten begituan kan seharusnya tidak boleh dikontenkan ya?
03:02:25 - Host: Menurut sepengetahuanku ya, itu kan apa sih confidential information. Oh nggak, ini ini saja menurut gue cuman konsul tipis-tipis doang bukan yang serius.
03:02:35 - Host: Oh kayak "Gigi aku sakit sebelah sini nih Dok, kira-kira gimana ya?" gitu. Iya kira-kira karena apa ya? Oh karena ini ini ini.
03:02:43 - Host: Dan bisa dikasih caution juga menurut gue. Dan emang kalau misalnya nggak bisa ya nggak usah nggak usah dibikin.
03:02:50 - Guest: Ya Shya juga bilang waktu itu apa kayak pertimbangannya itu. Oke oke oke.
03:02:57 - Host: Terus Covid yang tadi saya pikir jadi ansos, sampai sekarang sudah mulai membaik berarti skill komunikasinya lagi.
03:03:04 - Guest: Alhamdulillah membaik, jadi bawel, jadi banyak omong. Makin nyablak dan lebih percaya atau tidak ya, tapi gua lebih bisa menahan apa yang gua omongkan sih sekarang.
03:03:17 - Guest: Dulu gua lebih parah lagi Dli. Wah parah. Gua jadi MC di kampus dulu tuh sudah parah.
03:03:24 - Guest: Maksudnya nggak separah apa ya gitu bukan yang heboh wah penonton penonton ramai wah gua heboh nggak gitu tapi maksudnya kalau ngomong tuh nyakitin gitu lho.
03:03:35 - Host: Oh nyablak ya? Nyablak soalnya dulu di gua ditesnya gua di tengah-tengah kampus ditaruh meja blek ditaruh speaker di tengah-tengah Dli.
03:03:45 - Guest: Di tengah-tengah jadi orang sibuk lewat-lewat kita siaran di tengah-tengahnya itu. Wah pasti susah.
03:03:51 - Guest: Susah dan waktu itu lagi pemilihan BEM. Oh pertama kalinya pemilihan BEM di kampus gue setelah bertahun-tahun nge-freeze gitu nge-freeze.
03:04:03 - Guest: Ini dong apa banyak emosinya dong ya kan paslon berapa ke paslon berapa tuh ada emosinya berantem depan kita.
03:04:11 - Guest: Gua sebagai mahasiswa baik justru mengomentari, "Wah ini sebetulnya tonjokannya lebih bagus yang ini sih sebetulnya" yang kayak gitu-gitu.
03:04:20 - Guest: Terus kita, "Oh ya kita setel lagu Iwan Fals gitu Mesin Tempur disetelin, ayo ayo ayo tunjukin tunjukin kata gua wah ayo ayo bunuh bunuh bang" gitu-gitulah.
03:04:33 - Guest: Gua merasa kayak dulu ya sudah kan di kampus kan begitu brutal jadi gua bawa ke hidup, ngomongnya jadi nyablaknya jorok tapi sekarang masih jorok tapi bisa nahanan dikit, dikit.
03:04:47 - Guest: Ada sensor jadi kekontrol juga. Sudah iya kekontrol juga kalau Shya kan juga suka bilang kayak "kamu jangan kayak gini jangan gini" itu suka dikasih tahu.
03:04:58 - Guest: Ada yang kasih tahu sekarang. Baik. He'eh gitu.
03:05:03 - Host: Dari segi 3-6 bulan yang lalu berarti nggak ada kira-kira yang signifikan berubah.
03:05:08 - Guest: Lebih nggak pedulian sih, nggak semuanya dipikir-pikirin sih sekarang.
03:05:13 - Host: Wow, akhirnya. Akhirnya alhamdulillah banget Dli.
03:05:18 - Guest: Maksudnya ada satu kejadian yang membuat gua akhirnya vet harusnya lu nggak boleh kayak gini sih nggak boleh terlalu mikirin nggak boleh terlalu peduli dengan sesuatu yang harusnya nggak lu peduliin.
03:05:31 - Guest: Sudah aman deh clear. Betul. Walau masih ada ya kadang-kadang dikit-dikit tapi nggak seintens dulu lah.
03:05:39 - Host: Hmm aku juga basically itu prinsip hidup aku sih. Kalau kayaknya nggak perlu dipikirin ya sudah biarin saja.
03:05:46 - Host: Kadang nggak semuanya mesti dipikirin kan. Betul benar. Kalau rasanya tidak mengganggu ya sudah biarin saja. Orang ya orang aku aku.
03:05:55 - Guest: Iya kalau dipikirin semua omongan orang tuh pegal sendiri Dli. Betul. He'eh gua pusing sendiri jadi kayak bukannya nggak jadi bodo amat sama sekali sama sekitar bukan gitu.
03:06:06 - Guest: Tapi ya sudah yang gua peduliin tuh ya sudah nih yang gua pengin saja gitu. Sisanya kalau menurut gua kayak katrok nih sudah tinggal katrok nih tinggal gitu.
03:06:17 - Host: Betul. Apalagi kalau misalnya ada drama di Twitter baca saja. Betul. Kalau misalnya tidak berhubungan dan berkaitan kita cukup penikmat saja nggak usah ikut nimbrung.
03:06:28 - Guest: Betul. Gua kalau nonton lihat drama di Twitter gua lebih menganggapnya itu karena gua di komunitas yang sama streaming juga drama-drama streaming misalnya nih.
03:06:40 - Guest: Gua kayak ya sudah oh iya nih si ini gini si ini gini sudah. Iya itu saja kan ya? He'eh gitu saja sebagai komunitas saja.
03:06:49 - Host: Oke. Ini ada komentar sebernya dari Bakaborn tadi. Apa tuh? "Bang gigi gue sakit nih apa kepanyakan pakai gigi mundur ya?".
03:06:59 - Host: Terus dikomentari si Euhmir, "Coba naikin giginya ke gigi 6". Dan kelihatan tuh orang dongo dua-duanya tuh ngomong kelihatanlah tuh.
03:07:09 - Host: Di bawah sih ada kunci kalau ada kuputar giginya semua. Pakai tang pakai tang tuh cabutin saja cabutin satu-satu.
03:07:18 - Host: Aduh ya Tuhan lele. Astagfirullahalazim ginilah hari-hari gua.
03:07:23 - Host: Wow, sangat muslimah sekali ya akhi. Apa tuh? Nggak apa-apa.
03:07:28 - Host: Kita lanjut ada pertanyaan dari Zeb. Pernah kepikiran vlogging konten nggak? Sudah coba.
03:07:35 - Host: Kamu kan punya channel YouTube ya? Tapi sebetulnya tidak aktif dengan baik.
03:07:39 - Guest: Iya betul sekali karena saya orangnya malas ngedit. Sudah pernah bikin ini tahu deh ya namanya Onatmeister dan Lemase ini.
03:07:49 - Guest: Lemase lebih tepatnya sering menjadi korban saya bikin konten video tapi nggak pernah gua edit dan nggak pernah gua upload karena saya malas.
03:07:59 - Guest: Saya malas ngeditnya. Saya lihat konten sendiri tuh "Apa sih Lep?" gitu ngomong apa sih gitu melulu Dli.
03:08:07 - Host: Oh tapi kan siapa tahu ada kipas-kipas para Loveoffer yang mungkin pengin nonton "Ih aku juga pengin dong tahu kehidupan pribadi dari abang Levi kita".
03:08:18 - Guest: Ya pengin kalau konten vlogging gitu-gitu tapi bertema. Maksudnya gue ngajak mereka karena gua lagi koleksi kaset biasa ke Blok M nyari-nyari kaset.
03:08:29 - Guest: Gua pengin gua vlog-in kayak perjalanan gue kenapa gua suka koleksi kaset. Apa saja nih suasananya kayak gimana gitu karena gua suka lihat vlog-vlog yang kayak gitu.
03:08:34 - Guest: Aduh biasanya, ada komentarnya.
03:08:37 - Host: Apa tuh?
03:08:38 - Guest: Gak pengen sih gua, gak jadi. Ya udah, gak jadi.
03:08:41 - Guest: Di-cancel ya, Guys. Kita gak jadi bikin vlog, kita fokus ke streaming aja teman-teman ya. Karena ketidakpedulian kalian ini.
03:08:49 - Guest: Tiap hari nih Dli gua stres kayak gini Dli, tiap hari nih. Harus nanggepin orang-orang begini nih, kacau. Kita cancel, cancel aja udah, gak jadi.
03:08:59 - Host: Gua kepikiran sih misalnya pas lu lagi nyanyi, atau misalnya pas lu lagi ngoceh di dalam stream kemudian, "Udah stop, stop, stop, stop, Live! Jelek, jelek!"
03:09:10 - Guest: Oh, sering banget, sering banget kayak gitu. Tapi kadang-kadang mereka, bukan kadang-kadang sih, lebih seringnya mendengarkan. Baru dibercandain gitu. Biasanya sih.
03:09:22 - Host: Paham, aku paham. Itu kan konteksnya bercanda, jadi aku paham kok.
03:09:26 - Guest: Iya, iya.
03:09:27 - Host: Kita lanjut, ada pertanyaan dari Zep. "Satu lagi deh, last one from me, ada sesuatu yang difavoritkan gak? Mau itu benda atau favorit lain gitu?"
03:09:36 - Guest: Wah, belakangan ini musik udah gua Dli, seneng banget. Seneng banget nguliknya, seneng banget ngedengerinnya.
03:09:45 - Guest: Apalagi band-band favorit gue. Gue suka banget The Beatles, dari seluk beluknya gue cari tuh, kehidupan John Lennon, Paul McCartney, George Harrison, sama Ringo Starr, gue apalin semua tuh. Jadi kayak seneng sampe segitunya gue demen The Beatles. Gitu.
03:10:04 - Guest: Musik sih. Dari dulu sampe sekarang keluarga gua juga demen musik, abang gua musisi. Jadi obrolannya gak jauh-jauh dari itu, gitu.
03:10:14 - Host: Oke, ada komentar itu dari... silahkan dibaca sendiri.
03:10:17 - Guest: "Aku terfavorit hehe". Iya itu kalau dalam hidup kamu terfavorit. Dari tadi template-nya gitu mulu. Kalau dalam hidup...
03:10:25 - Host: Tapi yalah ya, dia juga.
03:10:26 - Guest: Dia juga kucekokin Dli. Dia kan demennya Taylor Swift. Gua cekokin itu, gua lebih demen lagu-lagu jaman dulu kan. Gua cekokin tuh. Gua kasih Pink Floyd lah, gua kasih The Beatles. Dia mah, "Oh iya, bagus" gitu.
03:10:40 - Host: Floyd? Pink Floyd?
03:10:43 - Guest: 70's band, psychedelic, keren Dli. Kalau suka musik-musik miring, suka itu keren.
03:10:51 - Host: Kamu tuh seriusan lahirnya '90, 2000-an? Bukan lahirannya 50, 60-an?
03:10:57 - Guest: Ah, gimana ya jawabnya? Kok selera musiknya kurang tua? Hahaha.
03:11:02 - Guest: Gue ya itu, karena bokap. Bokap tuh awal masa gua perkenalan musik aja diawali dengan The Beatles '60. Ditaruh, abis itu nonton konser Deep Purple sama Queen, tahun '70-an.
03:11:19 - Guest: Jadi ke situ mulu. Ya Indonya, maksudnya ya yang modernnya ada yang gua dengerin selang-seling. Tapi fokusnya ke yang dalam-dalam, yang lebih tua. Seneng gue.
03:11:33 - Host: Kamu cerita beginian tuh aku kayak keingat seseorang bintang tamu di WMR juga tapi aku lupa siapa. Dia pernah cerita, dia basically dicekokin papanya juga dengan musik-musik lawas.
03:11:46 - Host: Kalau dia naik mobil, papanya itu putar lagu-lagu lawas pake kaset. Jadi dicekokin begitu dan sampe sekarang jadinya suka dengan itu.
03:11:54 - Guest: Iya. Kayaknya kebanyakan orang yang akhirnya pun denger lagu lawas karena kecilnya digituin biasanya tuh. Dicekokin atau sama abang-abangan tongkrongan di gang misalnya kalau dia main di gang, "Lu dengerin lagu ini nih" gini-gini dulu tuh biasanya gitu.
03:12:08 - Guest: Tapi kalau gua lebih ke keluarga sih. Keluarga demennya, jadi gua puncaknya nih. Kakak gue yang tahun 2000-an tuh ininya lagu-lagunya Sheila On 7, Ada Band, bla-bla-bla yang modern-lah pada saat itu.
03:12:22 - Guest: '90-an dipegang sama abang gue karena dia besar di tahun '90-an. '80-an sama '70-an dipegang sama nyokap-bokap. '60-an sama kakek gue. Jadi kayak semuanya masuk.
03:12:40 - Host: Oke, sudah keluarga seni dari kecil ya?
03:12:44 - Guest: Iya, kakek cukup besar Dli, di seni. Jadi kayak, ya gak heran kalau misalnya gua berkecimpung di dunia kreatif juga, gitu lho.
03:12:56 - Host: Makanya plan ke depan ada rencana ke sana, cari-cari kerjaan DKV?
03:13:04 - Guest: He'em. Benar. Karena mungkin karena gua gak bisa ngelukis ya, gak bisa nyanyi juga, jadi seninya mungkin dalam berkreasi kayak gini-gini aja, radio. Radio kan juga seni, gitu.
03:13:17 - Host: Oh, oke. Kita lanjut kalau begitu. Ada pencapaiankah yang telah dicapai selama streaming di Twitch? 1k kah? Atau ada pencapaian lain kah?
03:13:28 - Guest: 1k sih. 1k juga punya banyak teman juga, ya komunitas tuh. Itu. Terus, apa lagi ya pencapaian di Twitch? Kayaknya itu sih.
03:13:42 - Guest: Tapi pencapaian yang lain gue pengen banget bikin, ini ya, yang belum dicapai maksudnya ya. Gue pengen banget bikin acara amal yang berkesinambungan sama temen-temen gue. Jadi gua gak sendiri doang.
03:13:58 - Guest: Entar rame-rame bikin acara amal gede di Twitch. Konsepnya kayak TV, 24 jam lu streaming. Entar misalnya pagi siapa yang ngisi slot, entar sampe siang siapa, sore siapa, bla-bla-bla. Jadi sambil kita ngumpulin uang. Jadi ada targetnya, gitu.
03:14:20 - Guest: Itu sih lebih ke situ.
03:14:22 - Host: Ini di komentarnya Zep, "Kayak Michael Jackson, dikit-dikit donasi". Hahaha.
03:14:29 - Guest: Gua seneng yang kayak gitu-gitu Dli. Maksudnya, kalau misalnya gua punya banyak uang, gua pasti mau bagi-bagiin ke orang, gitu lho. Apalagi yang membutuhkan.
03:14:37 - Host: Tapi Michael Jackson kan banyak rumor gelapnya ya.
03:14:43 - Guest: Iya makanya tadi konsepnya grooming ya. Hahaha. Masa gua jadi streamer Michael Jackson, entar gua ganti kulit Dli, entar.
03:14:54 - Host: Baik.
03:14:56 - Guest: Tapi charity stream ya, basically. Di luar sih banyak ya yang seperti itu?
03:15:00 - Guest: Iya, Funhaus juga bikin waktu itu 24 jam. Dia bikin namanya, kalau aslinya ada Games Done Quick, tau gak lu? Acara speedrun tahunan buat amal. Mereka bikin namanya Games Done Slow. Jadi mereka opposite-nya speedrun. Game-nya lama banget ditamatinnya.
03:15:27 - Host: Games Done Slow. Ada gak Funhaus? Oh, ada.
03:15:31 - Guest: Iya itu. Kenapa ini? Mereka bikin acara kayak gitu, acara amal 24 jam kalau gak salah. Mereka main game-game sosokan mau speedrun-speedrun gitu lah, padahal mereka ya pelawak aja udah, main. Entar kalau misalnya hit goals ini, ada sesi senamnya, senam rame-rame di studionya, gitu-gitu.
03:15:52 - Host: Ini ada chart-nya di Esports Chart. Peak viewer-nya 15k, average viewer-nya 10k.
03:15:59 - Guest: Betul. Wow, besarnya. Cita-cita itu pengen kayak gitu.
03:16:06 - Guest: Terus pengennya bikin Twitch Rivals. Twitch Rivals tuh kalau di Amerika semuanya, semua streamer terkenal yang gede-gede main di situ. Entah main game offline kayak misalnya, jaman-jaman Benteng Takeshi kayak gitu-gitu, atau turnamen Fall Guys atau turnamen Counter Strike. Tapi ini bikin versi Indonesianya. Jadi sekalian untuk ngerangkul komunitasnya gitu.
03:16:34 - Host: Oh, ini teh offline?
03:16:37 - Guest: Offline kalau Twitch Rivals. Karena Twitch kan punya ininya sendiri, punya kantor dan punya acara offline-nya sendiri.
03:16:45 - Host: Iya betul, kayak TwitchCon itu juga ada kan? Iya, TwitchCon. Gak jauh-jauh dari situ.
03:16:51 - Host: Oke, keren. Iya keren. Tapi kalau di konteks Indo sih sebenernya kita tuh masih kecil ya sebenernya menurutku.
03:16:57 - Guest: Betul.
03:16:58 - Host: Kita tuh tidak terlalu besar, dan circle streamer di Indonesia tuh tidak terlalu besar.
03:17:04 - Guest: Emang masih kecil banget kita. Menurut gua justru lebih gampang untuk ngerangkulnya. Menurut gue ya. Tapi karena kita circle-circle-an, kelompok-kelompokan, jadi kelompok ini sama kelompok ini beda gitu. Jadi agak susah tuh untuk ngerangkul kayak gitunya, gitu.
03:17:22 - Host: He'em. Dan mostly kita itu streamer, bukan viewer.
03:17:26 - Guest: Betul. Entar kalau yang streaming di situ semua, yang nonton siapa? Hahaha.
03:17:31 - Host: Betul, betul, betul. Gitu sih ya. Tadi ada komentar sebenernya. Dari Yuhmir. "Dapat Sya ini termasuk pencapaian gak, Dli?"
03:17:42 - Guest: Bukan, bukan sebagai streamer ya.
03:17:44 - Host: Iya betul sih.
03:17:47 - Guest: Gimana ya? Hahaha.
03:17:49 - Host: Oke, I can relate. Iya betul. Sebenernya kalau menurut aku scene Twitch Indonesia itu mostly streamer, bukan viewer. Jadi sebenernya kita itu mostly saling, saling lurking di beragam channel.
03:18:02 - Guest: Betul.
03:18:03 - Host: Jadi bukan yang pure viewer. Jadi kalau dapet viewer yang di angka besar itu sebenernya cukup langka dan susah dan perlu kerja keras karena kita bukan kayak di luar, kalau di luar itu mostly viewer, jadi orang emang dateng karena pengen nonton. Bukan kayak lurking tadi.
03:18:28 - Guest: Betul. Ya begitulah ya. Semoga semakin baiklah ke depan ya.
03:18:32 - Host: Amin. Apalagi sepuh kayak Levme tentu punya banyak asam garam di sini.
03:18:37 - Guest: Beuh... Kenapa yah? Asam garam lagi. Boleh tuh, boleh tuh phrase-nya tuh.
03:18:46 - Host: Aduh, kita lanjut. Ini pertanyaan terakhir di segmen ini. Baik. Ada goal dan plan kah di masa depan? Ada impian dan harapan kah yang belum terealisasi?
03:18:56 - Guest: Itu tadi sih. Udah itu doang. Yang acara charity, acara rame-ramean sama anak Twitch, bikin full radio juga belum kesampaian walaupun bisa didenger setengah-setengah lah. Tapi pengen banget dibikin full package. Ada iklannya, ada bumper-bumpernya, kayak gitu-gitu.
03:19:15 - Host: Wow, ada iklan, ada bumper?
03:19:18 - Guest: Harus dibikin proper gitu, jadi kayak lucu gitu. Soalnya dulu referensi gua adalah, dulu ada namanya radio, Ruru Radio.
03:19:26 - Host: Ruru? Ruru Radio?
03:19:28 - Guest: Ruru Radio namanya. Coba cari tuh. Itu Ruang Rupa, Ruru tuh Ruang Rupa. Itu komunitas di Jakarta Selatan isinya orang-orang keren semua. Ada Gilang Gombloh, ada Aziz Doa Ibu, ada Popo, rame lah. Danilla, penyanyi. Mereka salah satu radio yang dibikin diolah dari website. Mereka gak ikutin sama sekali format radio umum pada umumnya.
03:19:55 - Guest: Tapi mereka terkenalnya setengah mati. Keren. Mereka ngomong anjing, ngomong bangsat, opening-nya juga ngaco, tapi rame. Karena mungkin essential nongkrongnya yang dicari sama orang. Di bawanya tuh seru gitu.
03:20:10 - Host: Oh, aku belum pernah ketemu seumur hidup, tapi aku cari di Instagram udah gak aktif juga mereka.
03:20:18 - Guest: Ini dua hari yang lalu? Post-post-annya masih aktif, tapi website-nya udah jarang. Dulu tiap hari on air, sekarang udah kayak cuma tiap Rabu apa tiap ada event doang gitu.
03:20:30 - Host: Oh, I see. Udah melalang buana semuanya, udah jadi artis terkenal.
03:20:36 - Guest: Oh, oke. Kayak gitu-gitu. Pengen bikin gitu Dli. Lucu kan? Dibikin website sendiri lah atau gak, gitu.
03:20:44 - Host: Oh, oke, oke, oke. Selain itu, sudah sih itu doang paling.
03:20:51 - Guest: Goals-nya, ya 2k, 3k followers gua menurut gua itu, itu bonus aja sih. Maksudnya alhamdulillah kalau orang mau follow, kalau gak follow juga gapapa. Tapi ya udah gua, kalau yang followers-followers, yang penting guanya masih bisa meramaikan stream gua aja, gitu.
03:21:11 - Host: Mmm, baik. Gitu. Oke. Kalau sudah habis dan dari viewer belum ada pertanyaan lagi, kalau begitu kita akan break lagi abis ini ya.
03:21:21 - Guest: Boleh banget. Capek ngomong pasti.
03:21:24 - Host: Asli. Seneng tuh kayak gini-gini. Baik, setelah ini kita akan break lagi ya. Ada tiga lagu setelah ini. Ada Hooked on a Feeling dari Blue Swede, kemudian ada Bjorn Skifs. Di-request oleh siapa ini tadi ya? Hooked on a Feeling. Sebentar ya, sudah ketimbun. Dari Toto Taro. Widih. Kemudian ada dua lagu lagi, The Scientist dari Boyce Avenue, serta Hannah Trigwell. Serta Believe dari Hannah Trigwell. Keduanya di-request oleh Jungtan.
03:21:56 - Host: Kita akan dengarkan tiga lagu ini. Sementara itu kita akan break sebentar ya. Saya mau ke WC juga, sudah cukup banyak minum air jadi mau ke WC lagi.
03:22:05 - Guest: Betul sekali. Setuju gue.
03:22:07 - Host: Baik. Selamat mendengarkan.
03:22:11 - Host: Welcome back to Weekly Midnight Radio Episode 50. Selamat datang kembali di Weekly Midnight Radio Episode ke-50. Yey.
03:22:21 - Guest: Hahaha, kenapa?
03:22:27 - Host: Kita sudah sampai di episode ke-50 dan ini ialah sesi terakhir dari episode ke-50 dari Weekly Midnight Radio. Gak sih, bukan segmen terakhir, tapi segmen terakhir bincang-bincang dengan bintang tamu kita pada malam hari ini, Youlevme.
03:22:41 - Host: Tadi kita sudah mendengarkan tiga lagu. Ada Hooked on a Feeling dari Blue Swede, serta Bjorn Skifs. Ini tadi di-request oleh Toto Taro. Terus ada The Scientist dari Boyce Avenue serta Hannah Trigwell, dan Believe dari Hannah Trigwell. Keduanya di-request oleh Jungtan.
03:23:00 - Host: Sekarang kita akan masuk ke segmen paling akhir, yakni Trivia of Guest Star and Closing Mark. Btw, mau mengingatkan bagi para penonton dan para pendengar, kalau Anda ingin ikut berkontribusi untuk sesi request lagu, sudah saya tutup, jadi tidak ada opsi untuk request lagu lagi.
03:23:19 - Host: Kalau mau bertanya juga masih bisa. Silahkan gunakan Channel Poin-nya 99 via text di chatroom atau 369 kalau mau ngobrol langsung dengan Levio.
03:23:30 - Guest: Levio... Kok nanggung gitu.
03:23:31 - Host: Gak kebiasa aku teh sebenernya manggil kamu tuh kayak, Lev. Dan sebenernya tadi dia panggil Levio itu lebih berwibawa gitu sih aku sebenernya mendengarnya.
03:23:43 - Guest: Wih... Levi. Iya Levi, kayak nama jeans. Levi's anjir.
03:23:50 - Host: Wah, sudah mulai. Sudah mulai dia. Tapi Levi itu kan itu ya? Levi Ackerman. Iya betul sih, itu kan nama itu ya, nama Resident Evil kan? Yang ganteng.
03:24:01 - Guest: Bukan dong. Attack on Titan. Attack on Titan.
03:24:06 - Host: Oh, Levi Ackerman. SNK? SNK? Oh, AOT ternyata.
03:24:15 - Host: Bukannya Levi ini juga di Resident Evil, bukankah?
03:24:19 - Guest: Gak ada. Kakaknya Mikasa, betul. Bapaknya Subardjo namanya, bapaknya.
03:24:25 - Host: Ada kan Resident Evil Levi? Bukankah? Oh, Leon. Kok deket?
03:24:34 - Guest: Jauh Dli. Jauh, jauh, jauh. Leon. Namanya Leon S. Kennedy. S-nya Supratman.
03:24:40 - Host: Mohon maaf. Aslinya. Mohon maaf.
03:24:44 - Host: Ini ada pertanyaan dari viewer. Zep menanyakan, dusta kali tadi gayanya. Ini pertanyaan last dari aku ya? Oh iya bener, Zep. Tidak ingat dengan kalimat kamu yang terakhir.
03:25:01 - Host: Ini ada pertanyaan dari Zep ya. Pilih Ada Wong atau Lady Dimitrescu?
03:25:07 - Guest: Lady Dimitrescu itu besar topinya. Apanya? Oh iya iya, besar topinya. Gua Ada Wong sih. Lebih ini aja, apa namanya? Sekel. Apa ininya? Ilmunya tuh penuh gitu lho. Ilmunya penuh.
03:25:27 - Host: Sekel itu apa? Sekel tuh semok sebetulnya. Oh, semok. Sekel tuh kayak apa ya? Dibilangnya kayak apa coba?
03:25:39 - Host: Arti sekel bahasa gaul adalah kondisi fisik seseorang yang seksi atau semok.
03:25:44 - Guest: Berisi. Berisi.
03:25:46 - Host: Oh, berisi. Apanya, Ada Wong orang Banten apa gimana? Aduh, sekel. Oke, aku baru denger ini. Sekel tuh... Asik lah pokoknya kalau Ada Wong mah.
03:26:01 - Guest: Tapi serem Dli, jago berantem.
03:26:03 - Host: Aduh, ini ada pertanyaan yang mengundang tepi jurang. Apa? Dari Bakabon. Gak mau jadi pelakor, tapi Ada Wong atau Shazirao?
03:26:14 - Guest: Shazirao. Shazirao sampe mati. Woy. Biar tidak disuruh tidur di luar ya. Ya gitulah.
03:26:26 - Host: Ini ada komentar sebetulnya, Jill Valentine.
03:26:30 - Guest: Jill Valentine sih... Oke. Jawaban cari aman. Oke.
03:26:38 - Host: Oh, Jill Valentine yang di itu kan, yang di RE3 Remake? Yang pake kemben biru.
03:26:46 - Guest: Kemben? Iya dong, di originalnya pake kemben doang.
03:26:50 - Host: Kemben tuh... Kemben tuh pakaian... Pakaian wanita. Oh, ini namanya kemben. Kayak kemben, kemben sama rok.
03:27:02 - Guest: Putih, kalau gak salah Jill Valentine.
03:27:06 - Host: Mmm... Itu juga oke sih, tapi Ada Wong tetep di hati. Tank top ya basically? Tank top kan ya basically?
03:27:12 - Guest: Kayak tank top tapi gak ada di bahunya. Iya gak ada di bahu, gak ada anuan itu.
03:27:19 - Host: Oh, oke, oke, oke. Sling, kayak tali. Iya, gak ada talinya. Oh, oke, oke, oke.
03:27:24 - Host: Ada komentar kok jawabannya isai MIT? Hm? Yang tadi.
03:27:30 - Guest: Kok jawabannya isi MIT gitu Lev. Enggak, maksudnya jawabanku kayak susah gitu lho.
03:27:40 - Host: Oke, kita lanjut, ada pertanyaan dari Onadmeister. The Beatles atau Rolling Stones Lev?
03:27:46 - Guest: The Beatles harga mati bro! Pastinya dong.
03:27:50 - Host: Gak ada alasannya kah?
03:27:52 - Guest: Alasannya karena The Beatles. Udah, alasannya butuh itu aja, tidak perlu alasan lain Dli.
03:27:59 - Host: Anda tuh kayak kalau misalnya ditanya, Anda pilih Jakarta atau New York? Jakarta lah, alasannya kenapa? Jakarta. Karena suka, suka sesuatu itu tidak perlu ada alasannya Dli sebetulnya. Yang penting personal aja di hidup kita.
03:28:12 - Host: Baik.
03:28:13 - Guest: Iya kan? The Beatles lah udahlah.
03:28:17 - Host: Aku tidak bisa memperpanjang jawabannya lagi ya Nad ya. Jadi semoga... Semoga syuka. Syuka, syuka syukur. Syuka dengan jawabannya.
03:28:28 - Host: Masalah mindset ya, Lev?
03:28:30 - Guest: Masalah mindset, bener. Masalah mindset.
03:28:32 - Host: Baik, kita lanjut kalau begitu ke pertanyaan selanjutnya dari aku.
03:28:36 - Host: Di sesi ini, di Trivia of Guest Star and Closing Mark di bagian awal, Levme akan menjawab pertanyaan dari list pertanyaan trivia-ku yang random.
03:28:46 - Host: Nanti Levme tinggal redeem Channel Poin, terus nanti akan ada muncul pertanyaan secara random. Kita mulai dari lima terlebih dahulu. Itu aja sih.
03:28:57 - Guest: Wah deg-degan nih. Aduh Who Wants to Be a Millionaire nih gua.
03:29:00 - Host: Kenapa? Gak ada, ini gak ada hadiahnya.
03:29:02 - Guest: Wah dapet satu miliar nih, mmm... mau dipake apa ya satu miliar?
03:29:06 - Host: Mmm... Silahkan di-redeem.
03:29:09 - Guest: (Suara musik tegang)
03:29:13 - Host: Apakah ini pertanyaan pertama?
03:29:15 - Guest: (Suara musik tegang)
03:29:17 - Guest: Mana? Mana pertanyaannya?
03:29:20 - Host: Kamu yang redeem Kak.
03:29:21 - Guest: Oh gue yang redeem gitu. Oh harus gitu.
03:29:24 - Host: Aduh, ini di-redeem si Zep. Apakah mau ganti atau mau menjawab pertanyaan yang ini?
03:29:30 - Guest: Boleh gapapa. "What do you think of skin care?"
03:29:33 - Host: Betul.
03:29:34 - Guest: Skin care is good, but I don't use it at all. Karena...
03:29:37 - Host: Kamu gak pake skin care?
03:29:38 - Guest: Gak pake Dli. Karena gue pertama kali mencoba, bukan pertama kali ya, tapi disuruh sama nyokap tuh dikasih kayak sabun cuci muka segala macem.
03:29:48 - Guest: Gue pake, hasilnya kering, berminyak, malah jadi sering ini gue, sering apa namanya? Sering jerawatan, iya. Jadi kayak gitu.
03:29:58 - Guest: Jadi kayak, lho? Ini kenapa kulit saya sepertinya reverse gini jadinya? Ya udah, gak pake lagi. Aman-aman aja sih sejauh ini, masih aman.
03:30:08 - Host: Jadi sampe sekarang yang kamu pake tuh cuma air wudhu?
03:30:11 - Guest: Aisss, bener! Bener sekali! Harusnya jawaban itu yang paling keren sih. Mmm... Oke. Air wudhu aja yang penting cukup air wudhu. He'em.
03:30:21 - Host: Tapi orang-orang di sekitar apakah pake skin care?
03:30:23 - Guest: Sering. Nyokap, bokap enggak sih. Bokap iya sih!
03:30:27 - Guest: Bokap soalnya kulitnya rada gelap kan, jadi kalau misalnya gak diurusin dengan bener bakal kelihatan kusam gitu. Jadi dia pake sabun cuci muka gitu-gitu lah, standar.
03:30:38 - Host: Mmm... Oke. Kusam lebih tepatnya mungkin bukan kumuh ya. Kumuh... Kayak rumah udah gak kepake anjir kumuh.
03:30:48 - Host: Pemilihan bahasa MC yang satu ini. Kusam, kusam bener, bener, bener. Waduh-waduh.
03:30:54 - Guest: Itu sih. Jadi normal-normal aja gua. Gua gak pake. Gua gak pake. Kalau emang temen-temen gua pake juga gapapa karena emang ya kebersihan nomor satu lah.
03:31:04 - Guest: Ada juga orang yang butuhkan soalnya kan, yang kalau misalnya mukanya kusam segala macem pastinya harus pake begituan, harus pake skin care.
03:31:13 - Host: Oke. Ada komentar ini, "Bahasanya si PHD, Pizza Hut Delivery".
03:31:19 - Guest: Pizza Hut Delivery, betul sekali. Meat Lovers, demen gue Meat Lovers.
03:31:23 - Host: Kita lanjut ada komentar juga ini dari Bakabon, "Salat Jumat kemarin bahas apa Lev?"
03:31:28 - Guest: Oh, salat Jumat kemarin bahasannya dikit doang masa. Ngomongin... Ya emang maksudnya salat Jumat gak harus ada takarannya sih. Ngomonginnya ngomong soal kebaikan aja lah udah.
03:31:39 - Guest: Kayak kamu menjadi orang Islam itu sebagai seorang muslim keduanya harus saling support, gitu-gitu lah.
03:31:47 - Guest: Dengerin gue, dengerin gila kali. Dengerin gue, gue perhatiin, gue liat tuh imamnya.
03:31:54 - Host: Oke. Imamnya lagi diperhatiin. Hahaha.
03:31:58 - Host: Kita lanjut trivia kedua, silahkan.
03:32:02 - Guest: Mmm... Berarti ini ya? Betul.
03:32:05 - Guest: Oh gitu trivia. Ini si Sya, "Ah, gimana nih?".
03:32:10 - Host: Kelamaan. Kelamaan ah. Gua tungguin aku pantengin dah.
03:32:14 - Host: Ini si Sya ternyata pertanyaannya sama, kita ganti kalau begitu ya. Zep, silahkan di-redeem.
03:32:20 - Guest: Oh boleh, dah nih gue. Isyukurinn gue. "What is your favorite song to sing in karaoke?"
03:32:27 - Guest: Wah, ini dia nih gua sering karaoke ama anak-anak WMT Dli. Kita suaranya sebenernya biasa-biasa aja sih, tapi kita seneng berkaraoke karena seru-seru banget. MCR, Welcome to the Black Parade itu paling seru itu.
03:32:42 - Host: MCR? My Chemical Romance. Welcome to the Black Parade.
03:32:45 - Guest: Itu paling seru ama anak-anak karena kita pasti langsung teriak-teriakan, wah loncat-loncatan, ada yang bakar sampah di situ, ada yang seduk-sedukan, berantem pukul-pukulan, wah seru deh pokoknya.
03:33:02 - Host: Kok kamu ngomong ini kayak-kayak... Kayak kerusuhan ya? Hahaha.
03:33:07 - Host: Tau tidak? Kalau di aku, kepalaku berpikir kalau karaoke ya ruangan AC, ada layar, hening, mungkin ada krincing-krincing. Bakar sampah? Seruduk-seruduk? Kalian ke mana karaoke?
03:33:22 - Guest: Kadang orang karaokenya kita tarik, kita bakar rame-rame, wah gitu seru-seruan, woi gitu. He'em, normal-normal aja lah aktivitas pria normal aja lah.
03:33:34 - Host: Kayaknya kita sampe sini aja ya, episode 50. Thank you Guys!
03:33:38 - Host: Saya harus jaga jarak. Tapi emang gitu kalau karaoke brutal Dli. Brutal banget soalnya apa ya? Kita mungkin di rumah kurang seneng kali ya?
03:33:49 - Host: Hahaha.
03:33:51 - Guest: Jadi kalau udah rame-rame langsung wah gitu. Harus semuanya nyanyi, harus semuanya berdiri. Seru-seru aja sih, ngelepas stres sebetulnya sih lebih penting ngelepas stres.
03:34:03 - Host: Aku aduh... Kamu ada background MC dan radio aku kayaknya kepikiran, "Yo, semuanya suaranya! Yo!"
03:34:11 - Guest: Gue sering banget gimmick yang namanya tiba-tiba pas mik-nya baru nyala, "Ya selamat datang di Gebyar BCA 2024!" gitu pada tepuk tangan, wih... Aneh, aneh. Goblok orang-orangnya goblok tapi gua seneng. Tapi gua seneng sama orang-orang goblok kayak gitu. Seru soalnya seru.
03:34:31 - Guest: Aduh gitulah. Seru Dli, seru sama mereka tuh seru kayak gitu-gitu.
03:34:35 - Host: Capek aku Kak, capek ya capek. Jadi btw ini lagu favorit yang dinyanyikan di karaoke ialah MCR, Welcome to the Black Parade. Oh cuma satu kah?
03:34:47 - Host: Mmm... lagi ya? Ini di komentar ada yang bilang tadi Racun Cangcuter.
03:34:52 - Guest: Racun Cangcuter juga bisa, itu juga seru. Ingatlah Hari Ininya Project Pop, suka tuh gue.
03:34:59 - Host: Wow, sentimental sekali pilihan lagunya. Sebenarnya...
03:35:05 - Host: Aduh komentar si Onad, aku tak tahu apakah Onad tadi sudah ada di stream sejak awal atau tidak tapi...
03:35:12 - Host: Kenapa? Komentar si Onad, "Bukannya Slank, Mawar Merah?" Wah... kok nyampe itu lagu.
03:35:22 - Host: Gak dong. Eh itu Slank belum pernah sih sama ini juga Onad juga nih, kalau karaoke biasanya sama Onad juga Dli. Jadi belum pernah ya Nad kita Slank-slangkan? Entarlah.
03:35:34 - Host: Slank, Mawar Merah. Memang ku tak mampu belikan dia perhiasan tak pernah atau memberikan kemewahan tapi ku yakin dia bahagia.
03:35:46 - Guest: Baik. Slank emang sedih ininya lirik-liriknya.
03:35:50 - Host: Huh, kita lanjut kalau begitu trivia ketiga, silahkan.
03:35:54 - Guest: Oh trivia ketiga, wah nih gua gak siap-siap, eh! Tanjeng gue lagi.
03:36:00 - Guest: "Name three game genre that are not your forte at all". Mmm... JRPG, JRPG, JRPG.
03:36:11 - Host: JRPG? Kan tidak susah.
03:36:14 - Guest: Untuk kamu yang sering main game JRPG. Untuk saya yang tidak pernah main game JRPG, itu susah. Why?
03:36:21 - Guest: Eh ralat ya JRPG, JRPG, Visual Novel.
03:36:25 - Host: Hah? Why?
03:36:27 - Guest: Gak begitu demen. Gak tahu kenapa, gak kebiasaan aja dari dulu. Alasan gue itu doang, gak kebiasaan dari dulu.
03:36:35 - Guest: Karena gue kebiasa main game di GameBoy sering main game-nya Mario Bros Advance ya kan. Di PS1 mainnya Crash Bandicoot. PS2 SpongeBob yang ceritanya wah sekelas Hideo Kojima alias gak ada ceritanya tuh game biasanya. Jadi main aja udah. Yang penting mah loncat.
03:37:00 - Guest: Yang penting loncat lawan musuh, koleksi sesuatu. Udah itu doang gue.
03:37:05 - Host: Oh, oke. Berarti kamu tidak terlalu memperhatikan jalan cerita ya?
03:37:09 - Guest: Oh kalau itu menarik banget baru gua liat. Untuk standar gue ya gitu. Jadi kadang mungkin ada yang menarik banget tapi di gua gak nangkep, kadang ya udah gitu, gak begitu merhatiin.
03:37:22 - Host: Berarti game-game kayak apa sih naratif tidak terlalu suka dong?
03:37:27 - Guest: Gak begitu demen. Ngantuk pasti. He'em, he'em. JRPG yang biasa gua, yang satu-satunya yang gua tamatin adalah Kingdom Heart. Kalau itu masuk JRPG ya.
03:37:39 - Host: Masuk di Steam ini di JRPG.
03:37:42 - Guest: Kingdom Heart doang satu ama dua. Dua aja gua mau nangis Dli namatinnya karena under level terus lawan si siapa namanya tuh? Supri, lawan terakhirnya tuh namanya Supri.
03:37:54 - Host: Supri? Supri. Kayak orang Sunda ya? Suprihart namanya, itulah. Lawan dia mati gua tuh, itu doang.
03:38:04 - Host: Ada beberapa komentar ini dari tadi, ada dari Bakabon, "Susah dia gagal fokus, banyak yang bening-bening". Hah? Kuah? Kuah bening. Soto, baru lagi pengen soto. Gua lagi main game dikelilingin soto anjing, wah banyak kuah bening nih jadi gak fokus jadi laper. He'em.
03:38:23 - Host: Bagus Kak jokes-nya bagus, saya suka. Hahaha. Makasih, makasih, makasih.
03:38:28 - Host: Oke, ada komentar selanjutnya, "Kan genre favorit Anda FPS," kata Onadmeister. Betul sekali. Dia ada rencana mau main Valo kan? Kan sudah sampe 1k dan janjinya mau main Valo 1k.
03:38:43 - Guest: Waduh diingetin lagi. Iya bener sih main Valorant pasti, pasti, itu bakal dilakuin kok. Mari kita tunggu.
03:38:50 - Host: Ada komentar juga dari Argiabe, "Lebih baik memperhatikan jalan hidup ya Lev?" Betul Pak Argia, betul. Kalau Pak Argia udah ngomong udah bener dah di situ, udah bener dah. Bener Pak Argia, bener sekali.
03:39:03 - Host: Mending merhatiin hidup, hidup udah ribet ngapain kita liat JRPG gitu ah gak usah. Udah terlalu ribet gua merhatiin stats-stats ah udahlah stats hidup aja lah yang ditingkatin anjay. Baik.
03:39:15 - Host: Kita lanjut ada pertanyaan dari viewer Onadmeister menanyakan, "Valorant or Final Fantasy 7? Untuk actual play it-nya."
03:39:24 - Guest: Anjing susah juga nih. FF7 itu kental dengan cerita kan? Iya, iya bener. Gue juga juga mengikuti, tapi kalau untuk main kayaknya enggak deh.
03:39:35 - Host: Untuk mainnya? Tapi kamu nonton oke? Nonton. Oh iyakah? Nonton gue Dli. Gue tuh Final Fantasy kalau gak salah di YouTube ada versi short ininya doang ya? Cutscene-nya doang. Tahu gak lu? Oh iyakah?
03:39:49 - Guest: Kalau kalau gak salah tuh ada itunya deh lupa gue. Gue nonton di mana tuh gue nonton full. Oh gini ceritanya, jadi gue suka.
03:39:56 - Host: Tapi kalau main gak suka? Gak suka karena gua gak suka yang taktik gitu tuh gak demen gue. Yang harus lu mikirin harus ke mana bla-bla-bla. Game taktik yang gua suka nih, kalau termasuk taktik, game bola udahlah. Bola kan ada taktiknya dong, formasi dulu. Lu mau attack atau lu mau defense. Lu nih orang ini mau difokus di mana? Itu gua demen gitu doang karena gue sempet ngikutin bola. Udah. Itu juga udah gak pernah main lagi gue bola.
03:40:27 - Host: Oh, oke. He'em. Emang susah nih Pep Guardiola. Itu apa lagi? Pelatih-pelatih, pelatih bola. Pep Guardiola. Aku cuma tahu itu yang sekarang lagi in dari Korea. Siapa tuh? Siapa ya pelatih yang dari Korea? Aku lupa. Jisung, Jisung Park bukan Kak, bukan.
03:40:48 - Host: Shin Tae-yong? Oh iya, iya STY STY. Lee Kang-in kali Lee Kang-in? Bukan Kak, Shin Tae-yong Shin Tae-yong. Oh Shin Tae-yong udah. Oh Shin Tae-yong pernah. Shin Tae-yong pernah menjadi pelatih Korea di World Cup 2002 bukan sih? Iya gak sih? Bukannya lagi...
03:41:05 - Host: Bukannya lagi sekarang di Indonesia? Iya sekarang di sini kan? Dulu ama Korea, 2018 jadi ya? Salah gue berarti. Mmm... gue lebih gak tahu lagi karena gue gak ngikutin itu. Si Jungtan bukan... bukan, bukan. Kim Jinyong kalau gak salah namanya Kim Jinyong. Siapa lagi Kim Jinyong? Gak tahu. Lu nama GD ya? Iya. Lee Jae... bukan juga. Lee Jiyong dia.
03:41:30 - Host: Kita lanjut kalau begitu Kak. Oh ya sebentar. Apa? Jawabanmu belum ada. Kebanyakan ngoceh tapi jawabannya belum ada. Valorant atau Final Fantasy 7?
03:41:41 - Guest: Oh Valorant Final Fantasy 7. Mmm... Valorant deh. Deh? Valorant aja yang bisa dimainin. Ini konteksnya main ya? Iya. Ya udah main, main ama temen masih oke lah Valorant.
03:41:52 - Host: Really? Ini ada komentar dari Onad dan aku pertanyaanku sama, "Kok yakin?"
03:41:58 - Guest: Karena gua susah. Ini dua genre yang satu gua suka ceritanya tapi genre gua benci. Valorant gue seneng ama ama vibes-nya kalau main ama temen-temen tapi gua benci game-nya. Jadi gak ada yang gak ada yang apa ya? Sepandan gitu lho, gak ada yang fair.
03:42:16 - Guest: Jadi menurut gua ya udah Valorant aja.
03:42:19 - Host: Oke. Otaknya mau main cerita absurd sih. Betul. Aku hanya baca komentar ya. Iya. Baik, kita lanjut trivia keempat kalau begitu. Trivia keempat, blap-blap mari kita lanjut.
03:42:33 - Host: Apa nih? "When was the last time you worked out?" Wow. Do you work out though?
03:42:39 - Guest: Work out as in... Kalau lari dibilang work out gak? Gak ya? Ya boleh kan sama aja. Ya 2019 lah. Terakhir. Hah? Terakhir. Hah? Iya terakhir. Hah? Wah! Why?
03:42:55 - Guest: Because I'm lazy. Itu doang. Males aja males bergerak.
03:42:58 - Host: Sangat baru. Iya sangat baru kali 5 tahun yang lalu. 5 tahun yang lalu lah. Gila ya. Kayak jogging, maraton, atau kayak skipping? Nah, gue kalau udah mulai setelah Covid masa gue tuh demen jalan.
03:43:17 - Guest: Jadi kalau misal lagi nongkrong ke Jakarta atau lagi pengen jalan-jalan aja setelah Covid deh, setelah Covid itu 2022-an gue masih naik Busway terus kan jalannya panjang tuh banyak... apa lama gitu lho. Kayak 20 menit 15 menit jalan kadang-kadang tapi naik Busway.
03:43:37 - Guest: Terus ke stasiunnya juga jalan gitu-gitulah. Atau gak gue ke Senayan, Senayan itu kan naik Busway turun di Senayan jalan-jalan di situ. 2022 masih kayak gitulah. Tapi jalan doang. Tapi lama 20 menit 30 menitan keriingan tetep gue. Mmm... lumayan.
03:43:55 - Host: Aku juga sama, aku juga jalan pejalan kaki suka begitu-begitu sih. Iya soalnya apa ya? Yang dimanfaatin dari Jakarta yang bisa hanyalah transportasi umum aja udah. Kok tiba-tiba... kok tiba-tiba Anda roasting Jakarta?
03:44:11 - Guest: Iya karena memang begitu adanya. Bukan roasting juga sih maksudnya keadaannya seperti itu. Baik, he'em. Trivia sudah keempat kita masuk ke trivia kelima. Wih cepet juga ini. Tumben lu.
03:44:26 - Host: Gue aja ke pasar raya 1 kilo keringat gajih. Dia kan sama aja aku juga kayak misalnya jalan kaki di luar itu kan kita lumayan ya Lev apalagi kalau ke halte di Jakarta kan naik turun jalan kaki ke sini jalan kaki ke sana itu kan jauh ya lumayan tuh olahraga ringan. Mmm... masih suka sih.
03:44:45 - Guest: He'em walaupun sekarang udah tidak terbiasa gitu karena kebanyakan naik motor tapi tetep kalau misal masih ada mindset-mindset parkir di sini aja deh jalan aja ke venue-nya misal gitu. Iya bener. Iya jadi kayak parkirnya gak apa-apa jauh yang penting murah terus jalan aja udah gitu. Mmm... sekalian kayak nyari-nyari itu kan nyari-nyari apa sih cuci mata.
03:45:06 - Guest: Cuci mata juga bisa liat-liat kota Jakarta gitu kayak wah seneng gua seneng suasana kota soalnya. Betul he'em city boy sekali city boy. Ya baik, city boy, sad boy apa lagi. Hahaha.
03:45:19 - Host: Kita lanjut ada pertanyaan dari viewer sebentar ini ada pertanyaan dari Zep, "Kamu kepikir diet Mas Levi?" Kepikir diet sekarang kepikiran sih kepikiran tapi mau lakuinnya masih masih belum tahu mau lakuin apa enggak.
03:45:34 - Guest: Tapi harus diet sih. Why? Bukan diet sih tapi lebih tepatnya makan sehat karena dengan berat badan gue yang sekarang kayaknya kurang sehat aja gitu lho agak over aja. Udah mulai berasa kalau misalnya pake celana tuh bagian bagian vital tuh rada begah gitu lho kena tuh jeans-nya tuh langsung langsung neken banget tuh jadi agak banyak yang kekecilan sekarang.
03:46:00 - Host: Gitu. Bagian vital tuh maksudnya kayak pinggang? Mmm... selangkangan sih selangkangan. Selangkangan, pinggang, paha, bla-bla-bla. Sebesar itu? Apanya? Ukurannya maksudnya semakin membesar kan? Iya, iya.
03:46:14 - Guest: Oh sebesar itu karena dulu gua ukuran gua dulu 29 28 untuk celana. Sekarang bisa 34-an lah 33 34. Udah gede lagi Dli udah udah balik lagi ke masa dulu. Lebih gede malah kayaknya. Oke, mmm... emang susah nih.
03:46:29 - Host: Ini ada komentar dari Yuhmir, "Kamu pikir orang yang makan 100 tusuk sate peduli kesehatan?" Mungkin gak mulai ya? Hahaha. Ya itu kan buat jokes dan apresiasi aja tuh dikasih beneran duitnya 100 tusuk ya udah makan. Gak habis juga ujung-ujungnya ngasih satpamnya si Sya tuh sisanya pada saat itu. Gua sih udah 50 kayak udah hoekk gak lagi deh gua makan sate anjir udah kapok.
03:47:21 - Host: Ada-ada saja. Kita lanjut ada pertanyaan dari aku, trivia dari tadi. "What is the longest duration you've streamed for?"
03:47:32 - Guest: Mmm... Berapa ya? Kayaknya nyentuh 9 deh, 9 jam deh pernah.
03:47:39 - Host: 9 jam paling lama.
03:47:40 - Guest: Paling lama Dli. Gua gak bisa ngomong di kadang tuh ya, kalau emang lagi biasa-biasa aja lagi gak ada banyak cerita, 2 jam tuh gua udah pegel biasanya. 2 jam 3 jam.
03:47:53 - Host: Ternyata mulut Anda pegel juga ya?
03:47:55 - Guest: Pegel. Pegel lumayan kalau lagi gak banyak yang diceritain. Kalau lu kan maksudnya menyediakan pertanyaan, jadi gua bisa jawab dengan panjang gitu. Kalau streaming kan spontan uhuy gitu.
03:48:08 - Host: Betul. Aduh spontan uhuy umurnya. Hahaha.
03:48:11 - Guest: Iya maksudnya spontan aja gitu. Kalau kayak gitu kan lebih susah untuk mencari cerita atau kadang kalau gak ada cerita ya udah reaksi-reaksi yang apa yang gua mainin aja sekarang gitu lho.
03:48:26 - Host: Mmm... oke. Dia kan short stream, alias minimal 5 jam.
03:48:30 - Guest: Minimal 5 jam. 5 jam sih lumayan ya. Gue ya 9 jam waktu itu kalau gak salah namatin Metal Gear, Metal Gear Solid di stream.
03:48:42 - Host: Metal Gear Solid. Wow, gim mahal kan?
03:48:45 - Guest: Game... game tai sih lebih tepatnya. Susah bang!
03:48:51 - Host: Kok kasar Bang?
03:48:52 - Guest: Metal Gear Solid. Oh ini gim jadul! Gim jadul Bro, bukan yang 5, bukan Metal Gear Solid 5.
03:49:01 - Host: Bukan yang baru.
03:49:02 - Guest: Bukan yang baru, gue yang satu mainnya.
03:49:06 - Host: Oh, oke. PS1 itu, oh, alias satu setengah jam sendiri gila.
03:49:12 - Guest: Opening-nya setara Her Majesty-nya The Beatles anjir. Si tahu tuh orang. Her Majesty The Beatles tuh opening-nya cuma 15 detik. Lagunya tuh cuma 15 detik, maksud Onad tuh opening streaming gue tuh 20 menit 30 menit Dli.
03:49:29 - Guest: Opening doang, opening doang gue. Kayak lagu Dream Theater gua intronya lama banget.
03:49:36 - Host: Gapapa kamu, ada yang lain juga ada yang begitu, opening-nya lama.
03:49:40 - Guest: Lama sampe, "Ayo streaming! Ayo mana game-nya?" suka digituin anjir ama Mod gue. Suka digituin, "Cepat streaming! Mana nih? Lu ngomong mulu," digituin mulu gue.
03:49:52 - Host: Biasanya orang-orang yang apa sih, viewer-nya gede emang emang gitu, pas awal-awal Just Chatting-nya lama.
03:49:59 - Guest: Gua seneng ngomong Dli soalnya. Iya kan kelihatan, dari tadi kan udah kedengaran ya? Udah kedengaran ya selama mau 5 jam ini kita.
03:50:11 - Host: Betul. Itulah, itulah pokoknya. Kategori RA2 satu jam masih bahas hidup. Hahaha.
03:50:20 - Guest: Bener anjir. Sering gitu gue Dli, gak bisa fokus gue.
03:50:24 - Host: Baik, kita lanjut ini sudah lima trivia apakah cukup atau mau tambah?
03:50:31 - Guest: Tambah lagi boleh gak? Boleh. Satu doang. Satu, ya dua juga boleh nantilah, satu dulu. Boleh. Satu lagi deh.
03:50:41 - Host: "Would you have a big or small house?" Wow.
03:50:45 - Guest: Wah ini juga sering diomongin ama Sya juga nih kita, tapi gua pengen... pengennya small sih. Small tapi compact lah gitu, jadi gampang untuk di-reach out-nya gitu lho.
03:50:57 - Guest: Gua kalau kegedean tuh suka mikir ini isinya berapa orang dan kalau lagi sepi tuh kan lebih kelihatan kayak ballroom ya. Jadi kayak wah kegedean, kegedean gitu lho ngapain sih. Jadi gua mending kecil.
03:51:11 - Guest: Kecil aja kayak kayak ya paling sewese lah. Hahaha. Sewese? Kamu mau DJ online lagi? Enggak.
03:51:21 - Guest: Ya gua kecil aja lah. Gua suka liat gua pernah ke rumah Om gue, dia tuh rumahnya kayak cuma satu kamar satu lagi pokoknya dua kamar. Satu kamar dia, satu studio.
03:51:34 - Guest: Terus belakangnya kamar mandi kecil, eh belakangnya kitchen kecil gitu lho ama ruang tengah, ruang tengah sama TV nyambung udah. Wah itu enak banget Dli.
03:51:44 - Guest: Maksudnya itu impian gua begitulah, sederhana aja ngapain gede-gede. Kayak rumah Raffi Ahmad, ada lift. Hahaha. Oke. Pengennya kayak gitu.
03:51:57 - Host: Paham, paham, paham. Ini ada komentar sebentar ya. Aw, wow, planning future. Berarti kagak bikin praktik di rumah nih Sya-nya. Terus ada komentar lagi dari Sya, "Kamar aku tapi ada foto-fotonya bareng Levio di VRChat." Oke.
03:52:13 - Guest: Iya, dia udah bikin kayak gitu-gitu. OK. Kalian kan kayaknya juga punya rumah virtual ya di VR?
03:52:21 - Guest: Oh enggak, itu rumah dia, itu kamar, kamarnya dia. Dia bikin sendiri world-nya, bagus tuh keren dia, bisa bikin kayak gitu. Oke.
03:52:29 - Host: Soalnya beberapa kali kan sering posting ya di Twitter? He'em itu kamar aja, he'em. Mmm... Oke, oke, oke.
03:52:38 - Host: Ada komentar lagi, "Dah lu gak usah mikir Lev itu urusan cewek, entar ada aja isinya." Bener sih.
03:52:45 - Host: Tapi itu bener, bener-bener omongan seperti itu. Gua juga kadang-kadang, oh gua pengennya yang kayak gini-gini. Oh iya entar kita masukin ini, masukin ini. Kok jadi banyak ya? Kalau jadi banyak kayaknya kita jalannya susah tuh nanti ke dapur anjir.
03:52:59 - Host: Oke, ada komentar lagi dari Onad, "Cowok mah siapin budget-nya aja sih Lev." Terus dibalas oleh Sya tadi mengenai praktik, "Bikin di dekat garasi." Ada komentar lagi dari Sya, "Kamar aku tapi ada foto-fotonya bareng Levio di VRChat." Oke.
03:53:16 - Host: Udah mulai mandang ke depan ini aku suka terkait dengan itu ada pertanyaan dari Zep. "Berarti mahar siap ya?" Mmm... Insyaallah, doain.
03:53:29 - Guest: Kan juga di sini juga membiayakan hidup sendiri aja susah gimana biayain hidup orang lain. Jadi harus mateng dulu dong. Oke. Tapi insyaallah lah, pastilah.
03:53:41 - Host: Memang dewasa sekali pemikirannya. Amin. Baik, sudah trivia keenam apakah jadi tambah atau cukup?
03:53:50 - Guest: Kalau tambah, kalau mau tambah banyak bisa dibilang dari sekarang atau mau tambah sedikit juga boleh dari sekarang. Aku sih bebas ya, kalau mau sebanyak-banyaknya bebas.
03:54:00 - Guest: Last kali ya, tujuh. Oke. Last tujuh deh, udah malam juga nih kita. Capek ya? Ngoceh. He'em ya. Oke, sebentar ya, ada pertanyaan dari viewer ini.
03:54:14 - Host: Bakabon menanyakan, "Bicara soal masa depan apakah siap wisuda dan menikah?" Insyaallah. Insyaallah aja udah, Insyaallah siap.
03:54:26 - Host: Jawabannya ini ya? Jawabannya diplomatik banget ya diplomatik. Tahu tidak nadanya tadi kayak apa? Kayak kamu teh ditanyain sama itu lho. Apa? Petugas nikah.
03:54:38 - Host: Hahaha makanya, "Apakah sudah siap?" "Apakah sudah siap?" "Insyaallah Pak." Bener juga anjir. He'em gitulah. Ayo apa lagi berikutnya?
03:54:50 - Host: Kita lanjut ini trivia pertanyaan dari aku. Kayak tante-tante nanya? Enggaklah. Kalau tante-tante nanya paling gini nadanya, "Kapan kamu nikahnya Lev? Tante udah punya dua anak nih kamu kapan? Tante pengen gendong-gendong nih," gitu kapan nih? Ya elah.
03:55:08 - Guest: Gendong apa? Saya aja digendong Tante, kalau gitu saya aja digendong gapapa. Mmm... Tante Ada Wong ya? Mau sih.
03:55:18 - Host: Lanjut Bro! Baik. Ini pertanyaan trivia terakhir ialah, "Do you have any plan to do subathon or donathon type of event?"
03:55:27 - Guest: Sangat untuk merayakan 1k followers Insyaallah bulan depan atau bulan depannya lagi, gue ngadain donathon untuk 1k followers. Insyaallah.
03:55:41 - Guest: Karena belakangan ini masih kepepet sama event-event lain tapi pengen itulah, pengen bikin donathon. Memungkinkan?
03:55:51 - Host: Mmm? Memungkinkan? Untuk donathon? Iya. Memungkinkan sih, harusnya memungkinkan. He'em.
03:55:59 - Guest: Oke, gua juga udah bilang-bilang ke Leftovers juga. Asik Leftovers. "Guys kalau aku donathon kira-kira gimana Guys?" gitu. Iya kalau gua donathon apakah kalian siap mengeluarkan uang?
03:56:13 - Guest: Kan itu sebenernya donathon itu kan bukan acara gua doang, acara mereka juga gitu lho. Acara semuanya. Jadi kalau saya donathon tidak didonate ya mending dibilang dari awal aja gitu lho.
03:56:24 - Guest: Bikin aja acara biasa untuk ngerayain, gak harus donathon sih. Tapi karena udah janji-janji jadi kayak ya udahlah. Mmm... oke. Syukuran tumpengan nasi kuningan gitu ya. Betul. Oh, oke.
03:56:39 - Host: Biar kecewa di awal daripada kecewa di akhir ya? Iya mending gitu mending dihitung-hitung dulu deh nih bisa apa enggak nih donathon tapi kalau bisa ya ayo, kalau enggak bisa ya enggak usah gitu. Gak harus juga, gak harus donathon.
03:56:54 - Host: Oke. Dari aku sudah habis, terima kasih banyak Levme! Thank you juga Adli sudah mengundang. Akhirnya selesai kita, kasihan Adli mendengarkan gua ngebacot mulu dari tadi. Tapi makasih Adli ya, thank you thank you udah ngundang.
03:57:08 - Host: Ini btw bukan yang terlama, yang terlama itu ada sampai jam 3 kurang. Atau jam setengah 4. Ya Allah! Ini aja gua udah merasa lama Dli. Maksudnya ngomong mulu terus wah pertanyaan tapi seru, tapi seru, seneng gue. Terima kasih, terima kasih, terima kasih. Thank you thank you udah ngundang.
03:57:25 - Host: Terima kasih. Apakah Levme mau sekalian dadah-dadah kepada para penonton yang ada di chatroom? Iya dadah sana, hus hus hus! Hahaha.
03:57:35 - Guest: Dadah semuanya terima kasih sudah datang sudah mendengarkan gua dengan Adli. Sering nontonin Adli juga mau dia WMR atau mungkin lagi streaming-streaming biasa tontonin juga keseruannya. Jadi ya itu, itu aja sih.
03:57:51 - Host: Oke. Sebentar ya. Setelah ini kita akan mendengarkan dua lagu ya, sebelum masuk ke segmen paling akhir nanti. Di segmen paling akhir nanti saya akan mengucapkan terima kasih di closing segment.
03:58:04 - Host: Setelah ini ada dua lagu, ada Tak Ada Logika Remastered 2024 dari Agnes Monica serta Rush dari Troye Sivan. Itu saja sepertinya. Setelah itu nanti kita akan masuk ke segmen paling akhir yakni closing segment di mana saya akan mengucapkan terima kasih atas segala event yang telah terjadi pada episode ke-50 dari Weekly Midnight Radio. Oke.
03:58:28 - Host: Baik biar tidak lama-lama selamat mendengarkan.
03:58:32 - Host: (Suara musik berputar).
03:58:38 - Host: Welcome back to Weekly Midnight Radio Episode 50. Selamat datang kembali di Weekly Midnight Radio Episode ke-50. Wah terima kasih banyak Buka Gaming, bukan bukan bukan.
03:58:52 - Host: Terima kasih banyak kita sekarang akan masuk ke segmen terakhir yakni closing segment. Tadi kita baru mendengarkan dua lagu, ada Tak Ada Logika Remastered 2024 Agnes Monica serta Rush dari Troye Sivan.
03:59:08 - Host: Kemudian sekarang kita akan masuk ke closing segment di mana saya akan membacakan mengucapkan terima kasih atas segala event yang telah terjadi pada episode ke-50 dari Weekly Midnight Radio.
03:59:22 - Host: Yep, terima kasih banyak atas segala dukungannya baik secara langsung maupun tidak langsung. Thank you for every support whether directly or indirectly.
03:59:30 - Host: Whether coming by to my chatroom directly, berinteraksi di chatroom directly, redeeming Channel Poin, by asking questions, redeeming songs and such. Or just listening and watching and lurking in the background carefully and quietly in the background. Thank you.
03:59:47 - Host: Thank you Zep. Terima kasih atas dukungannya baik secara langsung yang datang ke chatroom atau mungkin yang cuma mendukung diam-diam saja di belakang dengan mendengarkan sesi episode ke-50 ini di belakang dari tadi. Terima kasih semoga tidak ada gangguan apa ya.
04:00:07 - Host: Defmews of the point ya? Tidak tidak sesiap itu ya. Saya perlu riset terlebih dahulu. Anyway hari ini ada beberapa event sebentar ya mari kita lihat. Ada Defmews tadi yang follow, kemudian ada Ciduk 99 yang cheers 100 bits. Oh sori dibacakan.
04:00:26 - Host: Thank you tadi sudah cheer cheer bits. Kemudian ada Ornimbus yang tadi follow, kemudian ada siapa lagi? Ada Adamas 007 yang lurking.
04:00:39 - Host: Kemudian ada Yuhmir yang cheer juga, terus ada Bang Burok yang tadi follow. Terus ada siapa lagi? Ada Shazirao juga yang tadi cheer. Udah 770. Iya betul sudah 770. Tidak terduga sampai juga di titik ini.
04:00:59 - Host: Kemudian hari ini yang hadir secara langsung di YouTube tidak ada tapi di Twitch ada orang-orang berikut ini. Ada Its Ezya, kemudian ada Ryokumaryo, ada Morgan 93, ada Peter Wongso, ada Youlevme, ada Echichu, Shazirao, Alex, Baishuanghua.
04:01:23 - Host: Ada Lemasse, ada Sektaf, Zulpi, Amles Yoi, Roti Sepan, Dadang, Defmews, Miaubox, Zep. Ada Ciduk 99, Tototaro, Maskun, Jungtan, Garlic Bread SR. Ada Kode Joy, Bakabon, ada Nursubu, ada Ornimbus betul.
04:01:46 - Host: Ada Yuhmir, ada Kuroninyi, Olaguni 23, Bang Burok, Jonathan, Onadmeister, ada Argiabe.
04:01:57 - Host: Kemudian terima kasih mungkin nanti ada yang ingin mendengarkan atau menonton ulang via YouTube atau Twitch atau Spotify atau segala platform lain yang ada di internet terima kasih banyak telah mendengarkan episode ke-50 lagi.
04:02:11 - Host: Itu saja sepertinya. My next stream going to be tomorrow on Monday probably at 9 PM GMT+7. What else am I going to say? Yeah, that's all basically.
04:02:24 - Host: If you are going to rest and sleep after this one have a good rest, have a good sleep. But if you are going to continue with your activity have a good night, have a good afternoon, have a good evening or have a good day if you are in daytime.
04:02:40 - Host: Thank you so much. Setelah ini kita akan mendengarkan satu lagu lagi ada Cosmic dari Red Velvet sebagai lagu penutup kita pada episode ke-50 dari Weekly Midnight Radio. Itu saja sepertinya. Selamat malam sampai jumpa di sesi-sesi selanjutnya.
Rewatch
You can rewatch/re-listen this episode through various platforms as embedded below.
Full Episode
You can rewatch the video version of this episode through these links from Twitch, YouTube, Spotify or these embedded players.
Or, you can also re-listen to the audio version of this episode through these links from YouTube, Spotify, Apple Music, Amazon Music, or other platforms on the internet, or through these embedded players.
Per Segment
Introduction and Sneak Peek Segment
You can rewatch the video version of this segment through these links from Twitch, YouTube, Spotify or these embedded players.
Or, you can also re-listen to the audio version of this segment through these links from YouTube, Spotify, Apple Music, Amazon Music, or other platforms on the internet, or through these embedded players.
If you’d like to read the transcript or what we discussed in this segment, you can read it through this page (which will be updated in the future).
Stories Behind Streaming Scene Segment
You can rewatch the video version of this segment through these links from Twitch, YouTube, Spotify or these embedded players.
Or, you can also re-listen to the audio version of this segment through these links from YouTube, Spotify, Apple Music, Amazon Music, or other platforms on the internet, or through these embedded players.
If you’d like to read the transcript or what we discussed in this segment, you can read it through this page (which will be updated in the future).
Trivia and Closing Mark Segment
You can rewatch the video version of this segment through these links from Twitch, YouTube, Spotify or these embedded players.
Or, you can also re-listen to the audio version of this segment through these links from YouTube, Spotify, Apple Music, Amazon Music, or other platforms on the internet, or through these embedded players.
If you’d like to read the transcript or what we discussed in this segment, you can read it through this page (which will be updated in the future).
Closing and Supports
Thank you for reading this post regarding episode 50 of Weekly Midnight Radio. Hopefully, this post can give some insight and summarizing the episode and the program itself. If you have any questions, suggestions, or any comments regarding this episode or this program, you can leave a comment in this post, or on various platforms where you can rewatch or re-listen this episode.
If you’d like to support this episode, you can do so by sharing this post, or the full episode, or the segment itself to more people. By spreading the word, more people will know about the program itself, and even the guest star of this episode. Also, if you’d like to support the program financially, you can do so by donating via Saweria, QRIS, or Ko-Fi. Every support, whether non-financial or financial will help me create more content in the future. If you’d like to see the list of people who have supported me financially, you can check it out through this page. Thank you, once again!
Join the discussion and tell us what you think.